BLITAR – Gresik Petrokimia, yang kini bertransformasi menjadi Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, menunjukkan keseriusan luar biasa dalam menatap musim kompetisi Proliga 2026. Membawa misi besar untuk menuntaskan "pekerjaan rumah" yang belum terlaksana, tim asal Jawa Timur ini menargetkan gelar juara Proliga untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Demi ambisi tersebut, manajemen melakukan perombakan besar-besaran, mulai dari susunan pemain hingga kursi kepelatihan.
Langkah paling krusial dalam transformasi ini adalah penunjukan Alessandro Lodi sebagai juru taktik baru menggantikan pelatih musim sebelumnya. Alessandro Lodi bukanlah nama sembarangan; ia merupakan pelatih kelas dunia dengan segudang pengalaman dan prestasi internasional yang diharapkan mampu menjadi sutradara andal di lapangan bagi skuad Gresik Phonska.
Komposisi Pemain Lokal dan Asing yang Menjanjikan
Evaluasi menyeluruh dilakukan manajemen dengan merekrut kombinasi pemain lokal pilihan dan legiun asing berkualitas. Di posisi setter, Gresik Phonska mempercayakan aliran bola kepada empat pemain berbakat, yakni Ajeng Nur Cahaya, Nurmalisa Putri, Arneta Putri Amelian, dan Adensa Laurel Saputra. Untuk posisi opposite, dua nama andalan siap menggedor pertahanan lawan, yaitu Bella Sabrina dan Nabila Purwita.
Lini serang melalui posisi outside hitter menjadi sektor yang paling padat dengan dihuni oleh lima pemain. Nama-nama lokal seperti Mediol Stiovanny Yoku, Putri Nurhidayanti Agustin, dan Ibov Natalita akan bahu-membahu dengan dua pemain asing andalan, Alexandra Bytsemko serta Annie Mitchem. Kehadiran duo asing ini diharapkan menjadi pembeda dan mesin poin utama bagi tim di setiap pertandingan.
Pertahanan Kokoh di Lini Tengah dan Libero
Guna membendung serangan lawan, posisi middle blocker diisi oleh empat pemain handal, yaitu Geofanny Eka Cahyaningtyas, Rika Dwi Latri, Shintia Alliva Bernadeta, dan Dhea Cahya Pitaloka. Sementara itu, untuk menjaga kedalaman pertahanan, sektor libero diperkuat oleh empat pemain senior dan junior yang kompetitif, yakni Yulis Indahyani, Siti Romadhoni, Nandita Ayu Salsabila, dan Khoirun Nisa.
Perubahan nama menjadi Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia bukan sekadar identitas baru, melainkan simbol semangat baru untuk mengakhiri puasa gelar. Dengan persiapan matang, kehadiran pelatih kelas dunia Alessandro Lodi, serta komposisi skuad yang mumpuni, manajemen optimis bahwa target juara Proliga 2026 bukan lagi sekadar impian, melainkan misi yang siap diwujudkan. (*)
Editor : Oksania Difa Ilmada