RADAR BLITAR - Pemain muda Persebaya kembali menjadi sorotan setelah pelatih Bernardo Tavares secara terbuka menegaskan komitmennya pada regenerasi skuad Bajul Ijo.
Pemain muda Persebaya tidak hanya dijadikan pelapis, tetapi mulai mendapat peran penting di tengah kompetisi Super League musim ini.
Baca Juga: Keuangan Arema FC Belum Stabil Meski Jor-joran Transfer, Target Lima Besar Tak Goyah
Langkah memainkan pemain muda Persebaya menjadi solusi di tengah badai cedera yang menghantam skuad utama dalam beberapa laga terakhir.
Tradisi Persebaya Surabaya dalam melahirkan talenta muda sebenarnya bukan hal baru.
Klub kebanggaan Bonek ini pernah mengorbitkan nama-nama besar seperti Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, hingga Toni Firmansyah.
Kini, di era kepelatihan Bernardo Tavares, prinsip pembinaan tersebut tetap dipertahankan bahkan diperkuat.
Filosofi Regenerasi Bernardo Tavares
Bernardo Tavares secara terang-terangan menyatakan lebih suka mengandalkan pemain muda yang dipadukan dengan pemain senior.
Menurutnya, regenerasi adalah fondasi penting agar klub tidak kehilangan identitas dan keberlanjutan prestasi.
“Sebagai pelatih, saya jujur saja lebih suka mengandalkan pemain muda untuk bersinergi dengan pemain senior,” ujar Tavares.
Pernyataan itu bukan sekadar retorika.
Dalam dua laga terakhir Super League menghadapi Bali United dan Bhayangkara FC, ia terpaksa memforsir tenaga pemain muda.
Kondisi tersebut terjadi karena sejumlah pemain inti mengalami cedera sehingga opsi di bangku cadangan sangat terbatas.
“Kita tidak punya banyak opsi pemain di bangku cadangan karena beberapa pemain inti kami cedera. Jadi kita terpaksa memainkan mereka di situasi yang berat,” tambahnya.
Keputusan tersebut menjadi ujian mental sekaligus momentum emas bagi para pemain muda Persebaya untuk membuktikan kapasitasnya di level tertinggi.
Bukan Sekadar Pelengkap
Tavares menegaskan bahwa pemain muda yang diturunkan bukan sekadar penggembira.
Mereka terikat kontrak profesional dan wajib menunjukkan performa maksimal ketika dipercaya tampil.
“Pemain muda Persebaya yang saya mainkan ini terikat kontrak secara profesional. Jadi ketika mereka diplot untuk bermain, mereka harus menampilkan performa terbaik mereka,” tegas pelatih asal Portugal itu.
Dalam sepak bola modern, usia muda bukan lagi alasan untuk tampil ragu.
Banyak klub besar di dunia sukses karena keberanian memberi kesempatan kepada talenta akademi.
Persebaya pun berupaya meniru pola tersebut demi menjaga daya saing di kompetisi domestik.
Pemain muda diharapkan membawa energi, determinasi, dan semangat tanpa beban.
Sementara pemain senior berperan sebagai mentor di dalam maupun luar lapangan.
Kolaborasi dua generasi inilah yang menjadi kunci stabilitas tim.
Akademi Persebaya dan Harapan Bonek
Akademi Persebaya selama ini dikenal sebagai salah satu yang paling produktif di Indonesia.
Banyak talenta jebolan akademi mampu menembus tim utama bahkan menjadi tulang punggung timnas.
Situasi badai cedera yang dialami Bajul Ijo justru membuka pintu bagi generasi baru untuk naik kelas.
Tavares pun memberi pesan khusus kepada para pemain muda dan akademi.
Ia meminta mereka terus bekerja keras dan percaya pada impian masing-masing.
“Jadi buat para pemain muda, percayalah pada impianmu. Berjuanglah dan ketika kamu dapat kesempatan bermain, bekerja keraslah di lapangan,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi talenta muda yang sedang menanti debut atau menit bermain lebih banyak.
Bagi Bonek, kemunculan pemain muda selalu memberi kebanggaan tersendiri.
Ada rasa kedekatan emosional ketika pemain asli binaan klub mampu bersinar bersama tim utama.
Tantangan dan Peluang
Meski demikian, memainkan pemain muda bukan tanpa risiko.
Kurangnya pengalaman bisa berujung pada kesalahan krusial di momen penting pertandingan.
Namun Tavares tampaknya siap mengambil risiko tersebut demi masa depan jangka panjang klub.
Regenerasi bukan hanya soal kebutuhan sesaat karena cedera, melainkan investasi jangka panjang.
Jika para pemain muda mampu menjawab kepercayaan dengan performa konsisten, Persebaya akan memiliki fondasi kuat untuk musim-musim mendatang.
Kompetisi Super League yang ketat menuntut kedalaman skuad.
Dengan kombinasi pemain muda dan senior, Bajul Ijo berharap tetap kompetitif di papan klasemen.
Pemain muda Persebaya kini berada di panggung pembuktian.
Mereka bukan lagi sekadar pelengkap skuad, melainkan bagian penting dari strategi klub.
Jika momentum ini dimanfaatkan dengan baik, bukan tidak mungkin lahir kembali wonderkid baru dari Kota Pahlawan.
Persebaya Surabaya pun berpeluang melanjutkan tradisi emas sebagai lumbung talenta sepak bola Indonesia.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina