RADAR BLITAR - Persebaya Surabaya mengusung misi bangkit pada pekan ke-22 BRI Super League setelah menelan kekalahan pahit di laga sebelumnya.
Persebaya Surabaya harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC dengan skor 1-2 pada pekan ke-21 saat bermain di Stadion Gelora Bung Tomo.
Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena terjadi di hadapan ribuan Bonek yang memadati stadion kebanggaan Kota Pahlawan itu.
Kini, Persebaya Surabaya bertekad kembali ke jalur kemenangan demi menjaga asa bersaing di papan atas klasemen BRI Super League.
Misi Bangkit di Kandang Persijap
Pada pekan ke-22 BRI Super League, Persebaya Surabaya akan bertandang ke markas Persijap Jepara.
Laga ini diprediksi tidak berjalan mudah bagi Bajul Ijo.
Pasalnya, Persijap Jepara saat ini tengah berjuang keluar dari zona degradasi dan sangat membutuhkan tambahan poin.
Situasi tersebut membuat pertandingan dipastikan berlangsung sengit sejak menit awal.
Persebaya Surabaya datang dengan tekanan untuk bangkit, sementara tuan rumah tampil dengan motivasi tinggi demi menyelamatkan posisi mereka di klasemen.
Pelatih Persebaya, Paul Munster, dituntut mampu meracik strategi terbaik agar timnya tidak kembali terpeleset.
Kekalahan dari Bhayangkara FC menjadi bahan evaluasi serius, terutama di sektor pertahanan yang dinilai masih kurang solid.
Selain itu, efektivitas lini depan juga menjadi sorotan setelah gagal memaksimalkan sejumlah peluang emas pada laga sebelumnya.
Posisi Klasemen dan Tantangan Berat
Saat ini Persebaya Surabaya berada di peringkat kelima klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 35 poin dari 21 pertandingan.
Mereka terpaut 12 poin dari pemuncak klasemen, Persib Bandung.
Selisih poin tersebut membuat peluang juara semakin menipis jika Persebaya kembali kehilangan angka di laga-laga krusial.
Karena itu, duel kontra Persijap Jepara menjadi momentum penting untuk menjaga konsistensi dan tetap berada di jalur persaingan papan atas.
BRI Super League musim ini memang berlangsung kompetitif.
Setiap tim memiliki motivasi berbeda, mulai dari perebutan gelar juara hingga perjuangan menghindari degradasi.
Persebaya harus mampu tampil disiplin dan fokus sepanjang pertandingan jika ingin membawa pulang poin penuh dari Jepara.
Rumor Transfer Rama Rumakiek
Di tengah persiapan menghadapi pekan ke-22 BRI Super League, Persebaya Surabaya juga dikaitkan dengan kabar transfer pemain berlabel timnas Indonesia.
Nama Rama Rumakiek disebut-sebut masuk radar Bajul Ijo.
Saat ini pemain tersebut merumput di kompetisi kasta tertinggi Liga Malaysia.
Rumor tersebut langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional, khususnya Bonek yang berharap kehadiran pemain timnas bisa memperkuat lini serang Persebaya musim depan.
Namun, peluang mendatangkan Rama Rumakiek dalam waktu dekat tampaknya sulit terwujud.
Bursa transfer putaran kedua telah resmi ditutup sehingga Persebaya tidak bisa mendaftarkan pemain baru saat ini.
Jika negosiasi berjalan lancar, besar kemungkinan Rama Rumakiek baru bisa bergabung pada awal musim depan.
Manajemen Persebaya Surabaya sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait rumor tersebut.
Meski begitu, isu transfer ini menunjukkan keseriusan klub dalam membangun skuad yang lebih kompetitif untuk bersaing di BRI Super League.
Fokus Poin Penuh
Untuk saat ini, fokus utama Persebaya Surabaya tetap tertuju pada pertandingan pekan ke-22.
Tiga poin menjadi target mutlak demi mengembalikan kepercayaan diri tim setelah kekalahan di laga sebelumnya.
Dukungan Bonek memang tidak bisa hadir langsung dalam jumlah besar karena laga berlangsung tandang.
Namun semangat dan doa dari pendukung setia diyakini tetap menjadi energi tambahan bagi para pemain di lapangan.
Persebaya Surabaya menyadari bahwa setiap pertandingan di sisa musim BRI Super League memiliki arti penting.
Kesalahan kecil bisa berakibat fatal terhadap posisi di klasemen.
Karena itu, laga kontra Persijap Jepara bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan ujian mental sekaligus momentum kebangkitan Bajul Ijo.
Jika mampu meraih kemenangan, Persebaya Surabaya tidak hanya menjaga peluang di papan atas, tetapi juga mengirim pesan tegas kepada para pesaing bahwa mereka belum habis dalam perburuan prestasi musim ini.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina