JAKARTA - Motor listrik Dohan Itango mendadak viral di Facebook setelah sejumlah unitnya masuk ke Indonesia dan langsung diborong komunitas pecinta kendaraan unik. Motor listrik Dohan Itango ini disebut-sebut berasal dari Eropa dan dibanderol murah untuk ukuran spesifikasinya. Dengan harga tak sampai Rp10 juta, unit ini sudah sampai lokasi meski harus dikirim dari Bali ke Jawa.
Review motor listrik Dohan Itango tersebut diunggah kanal YouTube Bintang 275. Dalam video itu, sang reviewer mengaku mendapatkan beberapa unit bersama rekan-rekannya dari Jogja. Total ada enam hingga tujuh unit yang datang, salah satunya menggunakan pelat B.
Secara tampilan, motor listrik Dohan Itango ini memang berbeda dari motor listrik kebanyakan di Indonesia. Desainnya unik karena menggunakan dua roda di bagian depan, bukan di belakang seperti motor roda tiga pada umumnya. Konsep ini membuat tampilannya lebih futuristik sekaligus menarik perhatian di jalan.
Spesifikasi Motor Listrik Dohan Itango
Untuk sektor dapur pacu, motor ini dibekali motor BLDC 1500 watt dengan sistem 48 volt. Reviewer menyebut merek BLDC yang digunakan adalah BOS. Dengan tenaga tersebut, motor ini sudah cukup untuk penggunaan harian di dalam kota.
Sayangnya, unit yang masuk ke Indonesia dijual dalam kondisi “unit only”. Artinya, pembeli hanya mendapatkan motor beserta surat pelepasan dan STNK, tanpa baterai dan charger. Pengguna harus menyediakan sendiri baterai 48 volt yang sesuai dengan soket M23.
Ruang penyimpanan di bawah jok tergolong luas. Jika disimulasikan menggunakan baterai 72 volt berkapasitas sekitar 30 Ah (setara 1,5 kWh), estimasi jarak tempuh bisa mencapai 60 hingga 90 kilometer, tergantung kontur jalan dan gaya berkendara.
Dari sisi pencahayaan, lampu depan dan belakang sudah menggunakan sistem LED. Ban yang digunakan juga berukuran besar, memberikan kesan gagah sekaligus meningkatkan stabilitas.
Sensasi Berkendara dan Sistem Pengunci Unik
Keunggulan utama motor ini terletak pada dua roda depan dengan sistem pengunci khusus. Saat motor dalam posisi berhenti, pengendara bisa menarik tuas pengunci sehingga roda depan terkunci dalam posisi tegak. Dengan begitu, motor tidak akan roboh meski tanpa standar samping.
Sistem pengunci tersebut bekerja menggunakan mekanisme kabel seling yang terhubung ke bagian depan. Ketika tuas ditarik, pengunci akan mengunci suspensi agar tetap seimbang di tengah.
Namun, saat berkendara, pengguna perlu adaptasi. Reviewer menyebut belokannya terasa lebih sempit dibanding motor konvensional. Teknik menikungnya pun berbeda karena tidak bisa terlalu miring seperti motor dua roda biasa.
Meski demikian, suspensinya disebut sangat empuk dan nyaman. Dengan tinggi badan 170 cm, reviewer masih bisa menapak dengan sisa ruang yang cukup. Dek kaki juga luas, membuat posisi berkendara terasa lega.
Kondisi Fisik dan Harga yang Menggoda
Karena didatangkan dalam kondisi bekas, beberapa unit terlihat memiliki lecet pemakaian, sedikit karat, serta bagian yang sudah dicat ulang. Selebor depan juga disebut bukan bawaan asli, melainkan sudah diganti.
Rangka motor menggunakan besi tubular yang dinilai kokoh dan tebal. Secara keseluruhan, kondisi fisik masih tergolong layak pakai dan solid.
Yang paling menarik tentu soal harga. Dalam rombongan pembelian tersebut, motor ini didapatkan dengan harga di bawah Rp10 juta per unit, sudah termasuk sampai lokasi. Padahal, menurut reviewer, harga di luar negeri bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Dengan spesifikasi BLDC 1500 watt, desain dua roda depan, serta fitur pengunci otomatis, banyak yang menilai motor ini sangat worth it di kelasnya. Apalagi jika dibandingkan dengan motor listrik baru di Indonesia yang harganya bisa berkali-kali lipat.
Layak Dibeli?
Motor listrik Dohan Itango jelas bukan motor untuk semua orang. Dibutuhkan adaptasi dalam berkendara, terutama saat menikung. Selain itu, pembeli juga harus menyiapkan baterai dan charger sendiri.
Namun bagi pecinta motor unik, kolektor, atau pengguna yang ingin tampil beda, motor ini menawarkan value for money yang sulit ditandingi. Dengan harga murah dan fitur tidak biasa, wajar jika unitnya langsung ludes setelah viral di media sosial.
Jika tren motor listrik unik seperti ini terus masuk ke Indonesia, bukan tidak mungkin pasar kendaraan listrik akan semakin berwarna di tahun-tahun mendatang.
Editor : Davina Ar Raafika