JAKARTA – Review 10 hari pakai Indomobil Tirano langsung menarik perhatian pecinta motor listrik bergaya adventure. Motor listrik ini dibeli tanpa test ride, hanya bermodal melihat iklan dan spesifikasi, namun ternyata memberikan pengalaman yang cukup mengejutkan.
Dalam review 10 hari pakai Indomobil Tirano ini, pemilik mengungkap kelebihan, kekurangan, hingga fitur-fitur tersembunyi yang jarang dibahas. Motor ini ditebus seharga Rp25.900.000 saat promo PRJ, dengan masa inden cukup lama hingga 83 hari.
Secara umum, review 10 hari pakai Indomobil Tirano menunjukkan motor ini cocok untuk kebutuhan harian dengan jarak menengah. Namun, ada beberapa catatan penting terutama soal pengisian daya dan detail kecil pada sektor kaki-kaki.
Desain Adventure yang Mencuri Perhatian
Secara tampilan, Indomobil Tirano mengusung konsep adventure yang sekilas mirip dengan Yamaha BWS atau Yamaha Zuma. Desainnya terlihat gagah dengan headlamp dual projector lengkap dengan pelindung, crash bar kiri-kanan, serta rak depan yang diklaim mampu menahan beban hingga 50 kg.
Velg ring 12 inci dibalut ban dual purpose, mempertegas aura semi-offroad. Suspensi belakang menggunakan double shock 350 mm dengan setelan preload, sementara rem depan sudah cakram 230 mm dengan kaliper double piston.
Meski begitu, ada detail desain yang dinilai kurang menyatu dengan konsep adventure, terutama bentuk lampu sein depan dan belakang yang terlihat kontras.
Fitur Melimpah, Dari TCS hingga Hill Start Assist
Salah satu keunggulan utama Tirano adalah fitur yang sangat lengkap. Panel meter digital sudah mendukung pengaturan regenerative brake dalam tiga level, cruise control, hingga pass beam.
Motor ini juga memiliki tiga riding mode:
- Eco (maksimal 38–40 km/jam)
- Comfort (maksimal 55 km/jam)
- Sport (klaim 80 km/jam, aktual tembus 85 km/jam)
Mode Sport terasa paling agresif dengan akselerasi spontan khas motor listrik. Bahkan disebut mampu mengimbangi motor bensin saat stop and go.
Fitur unik lainnya termasuk traction control (TCS), hill start assist yang mengunci motor saat berhenti di tanjakan, mode mundur, hingga mode “kura-kura” dengan kecepatan maksimal 2 km/jam untuk kondisi darurat seperti ban bocor.
Head unit-nya bahkan mendukung navigasi dan fitur mirroring.
Baterai 76,8V 32Ah, Jarak Realistis 80 Km
Tirano menggunakan baterai LiFePO4 76,8 volt 32 Ah produksi Pilion, setara sekitar 2,5 kWh konsumsi listrik untuk sekali pengisian penuh.
Secara klaim, jarak tempuh mencapai 110 km. Namun dalam penggunaan normal, jarak realistisnya sekitar 80 km. Pengisian daya dari nol hingga penuh membutuhkan waktu lebih dari 6 jam karena charger bawaan hanya beroutput 5 ampere.
Dengan kebutuhan sekitar 2,5 kWh per pengisian dan tarif listrik rumah tangga Rp1.699 per kWh, biaya cas penuh hanya sekitar Rp4.000. Untuk jarak 80 km, angka ini jauh lebih hemat dibanding motor bensin yang membutuhkan sekitar 2 liter BBM.
Riding Impression: Lincah dan Responsif
Untuk postur 175 cm, posisi duduk terasa nyaman dan ergonomis. Handling tergolong enteng dan lincah, sangat cocok untuk penggunaan harian di perkotaan.
Akselerasi instan membuat motor ini gesit saat selap-selip di kemacetan. Namun pada kecepatan tinggi, rasa stabilnya masih kalah dibanding motor listrik dengan karakter lebih touring.
Suspensi belakang dinilai cukup nyaman setelah preload disetel ulang. Sementara suspensi depan terasa agak keras dan mungkin perlu penyesuaian oli.
After Sales Jadi Nilai Plus
Motor ini dipasarkan oleh Indomobil Group melalui jaringan dealer Indomobil e-Motor yang tersebar di berbagai kota.
Pengalaman klaim garansi charger yang bermasalah (kipas tidak menyala) dilayani dengan penggantian unit baru. Beberapa pengguna juga mengaku part berkarat diganti tanpa ribet. Jaringan servis yang luas menjadi salah satu keunggulan dibanding beberapa merek lain.
Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
Beberapa hal yang dikeluhkan antara lain:
- Charger hanya 5A sehingga pengisian daya lama
- Suspensi depan cukup keras
- Standar samping terlalu panjang dan membuat motor terlalu tegak saat parkir
Meski demikian, secara keseluruhan motor ini dinilai “siap pakai” tanpa perlu banyak modifikasi.
Layak Dibeli?
Dengan harga Rp25,9 juta, fitur melimpah, desain adventure yang unik, serta biaya operasional sangat murah, Indomobil Tirano dinilai worth it untuk penggunaan harian.
Motor ini paling cocok untuk komuter dengan jarak tempuh di bawah 40 km per hari, atau yang memiliki akses charging di kantor. Untuk touring jarak jauh, keterbatasan waktu cas menjadi pertimbangan utama.
Editor : Davina Ar Raafika