JAKARTA – Jalanan di Indonesia yang sering tidak rata dan penuh lubang membuat mobil SUV dengan ground clearance tinggi menjadi pilihan paling logis bagi keluarga yang ingin nyaman saat berkendara.
Apalagi jika anggota keluarga lebih dari tiga orang, mobil yang luas dan tangguh menjadi kebutuhan.
Berikut lima rekomendasi mobil SUV bekas di bawah Rp100 juta yang masih layak pakai dan bisa diandalkan untuk berbagai medan.
1. Nissan X-Trail T30
Pilihan pertama adalah Nissan X-Trail T30, SUV keluarga yang menawarkan suspensi empuk dan nyaman untuk perjalanan jarak jauh.
Diproduksi antara 2001 hingga 2008, X-Trail T30 awalnya berstatus CBU, namun sejak 2003 sudah dirakit lokal (CKD).
Varian trim yang tersedia antara lain ST, STT, dan XT, dengan model prefacelift dan facelift.
Mesin tersedia dalam 2.0 liter QR20DE bertenaga 138 hp dan 2.5 liter QR25DE dengan 178 hp, transmisi manual 5 percepatan atau matic 4 percepatan.
Dimensi panjang 4,5 m, lebar 1,7 m, tinggi 1,6 m. Fitur interior cukup lengkap, termasuk AC, armrest, head unit standar, speedometer tengah, dan jok empuk.
Kekurangannya, spare part relatif mahal, konsumsi BBM boros, serta lampu kadang menguning. Harga pasar Nissan X-Trail T30 berkisar Rp60–90 jutaan.
2. Suzuki Grand Vitara Generasi Ketiga
Selanjutnya, Suzuki Grand Vitara generasi ketiga (2006–2018) cocok untuk SUV compact dengan penggerak belakang.
Mesin 2.0 liter J20A menghasilkan 156 hp, dan 2.4 liter J24B DOHC 166 hp. Panjang mobil 4,3 m, lebar 1,7 m, tinggi 1,6 m.
Fitur interior termasuk audio steering switch, keyless, AC depan-belakang, dual SRS airbag, ABS, EBD, dan BA.
Grand Vitara memiliki suspensi agak kaku namun handling menyenangkan, visibilitas baik, dan performa mesin kuat.
Kekurangannya, kabin tidak terlalu luas dan konsumsi BBM cukup tinggi. Harga versi di bawah 2011 sekitar Rp60–90 jutaan, sedangkan facelift setelah 2012 bisa mencapai Rp100–170 jutaan.
3. Ford Everest Generasi Pertama
Ford Everest generasi pertama (2003–2006) hadir untuk pecinta SUV klasik dengan mesin tangguh dan kapasitas tujuh penumpang.
Mesin diesel Duratorq WLT 2.5 liter dan versi TDCi 2006 mampu menghasilkan tenaga 110–141 hp dan torsi 268–330 Nm. Dimensi 4,9 m panjang, 1,8 m lebar, jarak sumbu roda 2,8 m.
Kelebihan Everest termasuk desain mengotak khas SUV, penggerak 4×4, kabin luas, AC double blower, dan mesin bertenaga.
Kekurangannya, performa matic lemot, suspensi belakang keras, dan spare part sulit dicari. Harga manual 4×2 berkisar Rp80–100 jutaan, sedangkan 4×4 masih di atas Rp100 juta.
4. Honda CR-V Generasi Kedua
Pilihan keempat adalah Honda CR-V generasi kedua (2002–2007), SUV dengan fitur fungsional dan interior lega.
Mesin 2.0 liter K20A menghasilkan 150 hp, dan 2.4 liter K24A1 bertenaga 160 hp. Dimensi panjang 4,5 m, lebar 1,7 m, tinggi 1,7 m, wheelbase 2,6 m.
Fitur unggulan CR-V termasuk power window, electric mirror, head unit dengan AC terintegrasi, armrest, dan meja piknik di bagasi.
Kabin lega, posisi duduk commanding, dan desain timeless. Kekurangannya, kaki-kaki depan ringkih dan harga CBU all wheel drive masih di atas Rp100 juta.
5. Toyota Rush Generasi Pertama
Terakhir, Toyota Rush generasi pertama (2006–2016) cocok untuk yang menginginkan SUV tangguh, mudah dirawat, dan spare part melimpah.
Mesin 1.5 liter 3SZ-VE menghasilkan 109 hp dan torsi 141 Nm, transmisi manual 5 speed atau matic 4 speed, penggerak belakang.
Fitur interior sederhana tapi fungsional, termasuk AC double blower, leg room luas, power window, dan head unit double DIN.
Kekurangan Rush generasi awal, suspensi belakang keras, tidak ada ABS pada tipe standar, dan fitur keselamatan minimal. Harga pasar sekitar Rp70–90 jutaan, membuatnya menarik bagi yang ingin SUV mudah dirawat.
Dengan lima pilihan ini, konsumen bisa menyesuaikan SUV bekas dengan budget, kebutuhan keluarga, dan kenyamanan berkendara di medan berat Indonesia.
Editor : Davina Ar Raafika