Stereotip bahwa ponsel murah tidak bisa digunakan untuk bermain game kompetitif secara perlahan mulai dipatahkan. Perangkat handphone gaming 1-2 jutaan saat ini sudah dibekali chipset tangguh, kapasitas Random Access Memory (RAM) yang bisa diekspansi secara virtual, hingga layar dengan refresh rate tinggi yang menjamin pergerakan visual tetap mulus tanpa jeda (lag). Bahkan, beberapa di antaranya telah membawa baterai "badak" berkapasitas ekstra besar yang dirancang khusus untuk sesi gaming maraton.
Bagi para gamers hardcore dengan dana pas-pasan, memilih perangkat yang tepat adalah kunci utama. Redaksi telah menyortir dengan cermat tujuh pilihan gawai tempur terbaik di rentang harga sejutaan hingga dua jutaan yang siap menemani aktivitas push rank Anda tanpa membuat dompet menangis. Mari bedah keunggulan dan kelemahan realistis dari masing-masing kandidat.
Monster Perusak Harga: Infinix, Samsung, dan Poco
Di urutan pertama ada Infinix Hot 60 Pro yang layak dijuluki perusak harga. Ditenagai chipset MediaTek Helio G20 (6nm), performanya sangat stabil tanpa kendala panas berlebih (overheat). Keunggulan mutlaknya ada pada layar AMOLED 1.5K dengan refresh rate 144Hz. Saat dites bermain Mobile Legends, frame rate stabil di angka 90-120 FPS. RAM 8GB (bisa diekspansi hingga 16GB) dan baterai 5.160 mAh (pengecasan 45W) melengkapi kegarangannya.
Jika Anda mencari gawai dengan jaminan pembaruan software terlama, Samsung Galaxy A07 adalah pilihan teraman. Ditenagai MediaTek Dimensity 6300, layar Super AMOLED 120Hz miliknya dilengkapi Vision Booster, memastikan musuh tetap terlihat jelas meski bermain di bawah terik matahari. Samsung bahkan menjanjikan empat kali pembaruan Android! Sayangnya, perangkat ini dijual tanpa kepala charger di dalam kotak.
Beralih ke sang "Raja Budget", Poco M7 hadir untuk kaum mending-mending yang mengutamakan performa brutal. Cip 5G dipadukan penyimpanan UFS 2.2 membuat loading game seperti PUBG (setting Smooth Ultra) berjalan instan. Skor AnTuTu-nya menembus 400.000-an. Kelemahan realistisnya hanya pada bodi plastik yang mudah kotor dan penggunaan panel LCD IPS, bukan AMOLED.
Spesialis FPS, Baterai Silikon, dan Kembalinya Sang Legenda
Bagi penggemar game First Person Shooter (FPS) seperti PUBG atau Free Fire, Tecno Spark 30 Pro (edisi khusus Transformers) wajib dilirik. Menggunakan cip Helio G100 versi optimasi terbaru, ponsel ini dibekali hardware gyroscope yang sangat akurat tanpa delay. Layar AMOLED 120Hz dengan kecerahan 1.100 nits membuatnya sangat imersif. Hanya saja, sektor kameranya terasa sekadar pelengkap.
Di kubu Xiaomi, ada Redmi 15 yang diotaki Snapdragon 6S Gen 3. Layar lega 6,9 inci 144Hz-nya dipadukan dengan inovasi baterai silikon-karbon terbaru berkapasitas raksasa 7.000 mAh. Ponsel ini bahkan bisa berfungsi sebagai power bank dengan fitur reverse charging 18W. Meski bukan AMOLED, performanya sangat cukup untuk game populer.
Sementara itu, jenama legendaris Motorola kembali menggebrak lewat Moto G45 5G. Desainnya mewah dengan material kulit sintetis (vegan leather). Ditenagai Snapdragon 6S Gen 3 dan layar 120Hz, gawai ini memiliki fitur unik Smart Connect untuk disambungkan ke PC/TV secara nirkabel. Sayangnya, resolusi layarnya masih HD+ dengan pengecasan lambat 18W.
Kuda Hitam dengan Layar Licin dan Bodi Badak
Daftar ini ditutup oleh "kuda hitam" Realme C85. Ponsel ini menawarkan layar 144Hz yang sangat licin di harga sejutaan. Baterai raksasa 7.000 mAh didukung sistem pendingin VC Cooling yang luas, memastikan suhu tetap terjaga. Menariknya, bodinya bersertifikasi militer (MIL-STD-810H) dan tahan air (IP69 Pro), cocok untuk gamer yang kerap emosi saat bermain. Meski layarnya baru beresolusi HD+ dan pengecasan 45W butuh waktu lebih dari sejam, kelancaran bermain menjadi bayaran yang sepadan. (*)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar