Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Rekam Jejak Mentereng tapi Dibayangi Isu Skandal dan Tuntutan Hasil Instan

Axsha Zazhika • Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:15 WIB

 

John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Rekam Jejak Mentereng tapi Dibayangi Isu Skandal dan Tuntutan Hasil Instan
John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Rekam Jejak Mentereng tapi Dibayangi Isu Skandal dan Tuntutan Hasil Instan

BLITAR - Nama John Herdman jadi pelatih Timnas Indonesia langsung memantik pro dan kontra di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air. Di satu sisi, rekam jejaknya bersama Kanada terbilang mentereng. Namun di sisi lain, beredar isu soal karakter dan tuntutan hasil instan yang bisa menjadi ujian berat bagi arsitek asal Inggris tersebut.

Penunjukan John Herdman jadi pelatih Timnas Indonesia disebut sebagai langkah berani PSSI setelah era sebelumnya dinilai belum mampu memenuhi ekspektasi publik. Herdman diplot menggantikan Patrick Kluivert dan diharapkan mampu membawa Garuda naik level, bahkan membuka peluang menuju Piala Dunia 2030.

Namun, kabar mengenai John Herdman jadi pelatih Timnas Indonesia tak sepenuhnya disambut euforia. Sejumlah pihak mengingatkan adanya laporan dari tim-tim yang pernah ia tangani, yang menyebut Herdman sebagai sosok yang kurang terbuka terhadap kritik. Isu ini memunculkan kekhawatiran, mengingat tekanan publik sepak bola Indonesia dikenal sangat tinggi.

Baca Juga: Duet Megawati dan Yeum Hye Seon di Proliga 2026 Jadi Taruhan Besar Jakarta Pertamina Enduro, Tisha Amalia Tergeser di Final Four

Rekam Jejak Bersama Kanada

Secara statistik, Herdman memiliki catatan yang cukup solid. Ia mencatat win rate 49 persen, 12 persen hasil imbang, dan 39 persen kekalahan sepanjang karier kepelatihannya. Formasi favoritnya adalah 3-4-2-1, skema tiga bek yang belakangan cukup populer di sepak bola modern.

Kariernya dimulai sejak 2003 sebagai pelatih tim junior Selandia Baru. Ia kemudian menukangi tim nasional wanita Kanada sebelum dipercaya melatih tim pria Kanada. Di sinilah namanya melejit.

Salah satu pencapaian terbesar Herdman adalah membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022. Itu menjadi momen bersejarah karena Kanada terakhir kali tampil di ajang tersebut 36 tahun sebelumnya. Tak hanya di tim pria, ia juga sukses mengantar tim wanita Kanada bersaing di level dunia.

Setelah itu, Herdman melatih klub MLS, Toronto FC, hingga akhir tahun lalu. Saat ini ia dalam kondisi tanpa klub, situasi yang lazim bagi pelatih tim nasional.

Tes Perdana di FIFA Series 2026

Jika tak ada perubahan, Maret 2026 akan menjadi ujian pertama Herdman bersama skuad Garuda dalam ajang FIFA Series 2026. Salah satu lawan yang dijadwalkan adalah Saint Kitts and Nevis.

Menariknya, Herdman pernah menghadapi tim tersebut saat masih menangani Kanada di kualifikasi Concacaf Nations League 2018. Artinya, ia sudah memiliki gambaran karakter permainan calon lawan.

Baca Juga: Yola Yuliana Digugat Miliaran Rupiah? Kronologi Lengkap Drama Livin Mandiri Usai Proliga 2026 yang Bikin Dunia Voli Panas

Namun publik Indonesia tentu tak hanya menilai dari laga uji coba. Ekspektasi lebih besar mengarah pada target konkret seperti Piala AFF hingga kualifikasi Piala Dunia.

Sorotan Soal Blueprint dan Konsistensi

Penunjukan Herdman juga beriringan dengan kabar hengkangnya figur penting di struktur PSSI. Hal ini memunculkan pertanyaan: apakah ini bagian dari rencana jangka panjang atau sekadar pergantian pelatih tanpa arah jelas?

Sejumlah pengamat menilai siapapun pelatihnya, yang dibutuhkan saat ini adalah kepastian blueprint sepak bola nasional. Jangan sampai setiap pergantian ketua umum atau pelatih membuat tim kembali ke titik nol.

Kritik keras juga datang dari kalangan pengamat yang menegaskan bahwa pelatih baru tak cukup hanya menjual proses jangka panjang. Publik disebut sudah lelah dengan janji proyek bertahap tanpa hasil nyata. Trofi Piala AFF kerap disebut sebagai “obat penenang” paling realistis dalam waktu dekat.

Tantangan Adaptasi dan Tekanan Publik

Meski punya CV mentereng, Herdman belum pernah melatih di Asia, apalagi Asia Tenggara. Perbedaan kultur sepak bola, gaya komunikasi, hingga tekanan media sosial Indonesia bisa menjadi tantangan tersendiri.

Sepak bola Indonesia dikenal memiliki basis suporter yang masif dan vokal. Kekalahan bisa memicu ribuan komentar dan kritik di media sosial dalam hitungan jam. Situasi ini berbeda dengan Kanada yang atmosfer sepak bolanya relatif lebih tenang.

Di sisi lain, keunggulan Herdman terletak pada pengalamannya membangun tim dari nol hingga mencapai prestasi historis. Ia pernah mengubah status Kanada dari tim medioker menjadi peserta Piala Dunia.

Kini, publik berharap sentuhan yang sama bisa ia berikan untuk Timnas Indonesia. Target besar seperti lolos ke Piala Dunia mungkin masih jauh, tetapi fondasi permainan, konsistensi taktik, dan mental bertanding menjadi pekerjaan rumah utama.

Apakah John Herdman jadi pelatih Timnas Indonesia akan menjadi titik balik kebangkitan Garuda, atau justru menambah daftar eksperimen yang gagal? Jawabannya akan mulai terlihat saat ia memimpin langsung di lapangan pada agenda internasional mendatang.

Editor : Axsha Zazhika
#pelatih timnas indonesia #John Herdman #piala dunia 2030 #PSSI #FIFA series 2026