BLITAR – Dalam sejarah sepak bola, nama Alessandro Del Piero bukan sekadar deretan angka statistik atau koleksi trofi.
Bagi pendukung Juventus, ia adalah simbol loyalitas tertinggi. Selama 19 tahun berseragam hitam-putih, Del Piero telah melewati segalanya—mulai dari puncak kejayaan Liga Champions hingga titik terendah saat klub didegradasi ke kasta kedua.
Momen yang paling mengunci hati para suporter terjadi pada tahun 2006. Saat skandal Calciopoli menghantam dan memaksa Juventus turun ke Serie B, banyak bintang dunia seperti Zlatan Ibrahimovic dan Fabio Cannavaro memilih angkat kaki.
Namun, Del Piero dengan tegas menolak tawaran menggiurkan dari Sir Alex Ferguson di Manchester United. Ia melontarkan kalimat legendaris: "Un cavaliere non lascia mai una signora" (Seorang ksatria tidak pernah meninggalkan nyonyanya).
Kesetiaannya memicu efek domino; pemain besar lain seperti Buffon, Nedved, dan Trezeguet akhirnya ikut bertahan.
Del Piero membuktikan kelasnya dengan menjadi top skor di Serie B dan membawa "Si Nyonya Tua" kembali ke habitat aslinya di Serie A.
Hingga laga perpisahannya yang penuh air mata pada 13 Mei 2012, ia tetap memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak (290 gol) dan pemilik penampilan terbanyak (705 caps) sepanjang sejarah klub.
Del Piero adalah bukti nyata bahwa cinta pada sebuah klub bisa jauh lebih berharga daripada tumpukan uang dan kekuasaan.(*)
Editor : Satria Wira Yudha Pratama