BLITAR – Sejarah FIFA dan perkembangannya selalu menarik dibahas, terutama saat Piala Dunia 2022 digelar di Qatar. Sepak bola yang kini menjadi olahraga terpopuler di dunia ternyata memiliki perjalanan panjang sebelum berada di bawah naungan FIFA seperti sekarang.
Sejarah FIFA tidak bisa dilepaskan dari perkembangan sepak bola itu sendiri. Jauh sebelum menjadi olahraga modern, permainan serupa sepak bola sudah ada sejak abad ke-2 dan ke-3 Masehi pada masa Dinasti Han di Tiongkok melalui permainan bernama cuju. Permainan ini digunakan sebagai latihan militer, di mana para prajurit harus memasukkan bola kulit melewati dua batang bambu tanpa menggunakan tangan.
Selain cuju, Yunani kuno mengenal episkyros dan Romawi memiliki harpastum. Meski berbeda aturan, ketiganya menunjukkan bahwa konsep permainan bola sudah ada sejak lama. Namun, sepak bola modern yang dikenal saat ini berkembang pesat di Kepulauan Inggris.
Awal Mula Sepak Bola Modern di Inggris
Pada abad pertengahan, sepak bola dimainkan tanpa aturan baku. Permainan ini cenderung keras dan sering kali berujung bentrokan fisik. Dua kelompok besar bisa bertanding tanpa batas jumlah pemain, bahkan jarak antar “gawang” bisa mencapai beberapa kilometer.
Seiring waktu, sekolah-sekolah di Inggris mulai melihat sisi positif permainan ini, terutama dalam membangun kerja sama tim dan loyalitas. Meski begitu, unsur kekerasan masih menjadi perdebatan. Hingga akhirnya pada 26 Oktober 1863, Asosiasi Sepak Bola Inggris resmi didirikan. Momen ini menjadi titik penting dalam sejarah FIFA dan sepak bola modern.
Pada 8 Desember 1863, sepak bola dan rugby resmi dipisahkan sebagai dua cabang olahraga berbeda. Sejak saat itu, aturan sepak bola semakin disempurnakan dan mulai menyebar ke berbagai negara.
Lahirnya FIFA dan Awal Kompetisi Internasional
Perkembangan sepak bola di berbagai negara Eropa mendorong lahirnya federasi internasional. Pada Mei 1904 di Paris, Federation Internationale de Football Association (FIFA) resmi dibentuk. Robert Guerin ditunjuk sebagai presiden pertama.
Sejarah FIFA memasuki babak baru ketika organisasi ini mulai menginisiasi turnamen internasional. Setelah sepak bola sukses dipertandingkan di Olimpiade 1924 dan 1928, Presiden FIFA saat itu, Jules Rimet, menggagas kompetisi global yang sepenuhnya berada di bawah naungan FIFA.
Pada 1930, Piala Dunia pertama digelar di Uruguay. Tuan rumah berhasil menjadi juara edisi perdana tersebut. Sejak saat itu, Piala Dunia menjadi ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Baca Juga: Berangkat dari Stasiun Blitar, KA Kahuripan Tujuan Bandung Ini Paling Diminati Pemudik
Perkembangan FIFA dan Berbagai Kontroversi
Pasca Perang Dunia II, perkembangan FIFA semakin pesat. Organisasi regional seperti UEFA, AFC, dan CONCACAF dibentuk untuk mengatur kompetisi di masing-masing kawasan.
Namun, sejarah FIFA tidak lepas dari kontroversi. Organisasi ini beberapa kali diterpa kasus korupsi, termasuk dugaan suap dalam proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia. Kebangkrutan perusahaan pemasaran olahraga ISL pada 2001 turut membuka dugaan praktik suap terkait hak pemasaran Piala Dunia 2002 dan 2006.
Pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022 di Qatar juga menuai sorotan. Selain isu hak asasi manusia, keputusan menggelar turnamen pada musim dingin menjadi yang pertama dalam sejarah Piala Dunia. Langkah tersebut diambil karena kondisi cuaca ekstrem di Qatar saat musim panas.
Piala Dunia 2022 dan Generasi Terakhir Para Bintang
Piala Dunia 2022 di Qatar disebut-sebut sebagai edisi terakhir bagi sejumlah pemain bintang dunia. Nama-nama seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi menjadi sorotan karena usia mereka yang tak lagi muda.
Selain keduanya, beberapa pemain top lain juga digadang-gadang menjalani turnamen terakhirnya. Hal ini membuat Piala Dunia 2022 semakin dinantikan oleh para penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Sejarah FIFA dan perkembangannya menunjukkan bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan fenomena global yang melibatkan aspek sosial, budaya, hingga politik. Dari permainan militer di Tiongkok kuno hingga turnamen akbar di Qatar, perjalanan panjang ini membentuk sepak bola menjadi seperti yang dikenal saat ini. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.