Atmosfer panas menjelang duel Persib vs Persita sudah mulai terasa sejak masa persiapan tim. Publik sepak bola tanah air tentu masih ingat betul bagaimana Marc Klok dan kawan-kawan harus tertunduk lesu saat dipaksa mengakui keunggulan skuad Pendekar Cisadane dengan skor tipis 1-2 kala bertanding di Bali. Kekalahan tersebut meninggalkan luka tersendiri bagi sang juara bertahan, terlebih mereka menguasai jalannya pertandingan sejak menit awal namun tak berdaya di hasil akhir.
Juru taktik Persib Bandung, Bojan Hodak, mengonfirmasi bahwa tensi laga Persib vs Persita kali ini memang jauh berbeda. Pelatih berpaspor Kroasia tersebut masih mengingat dengan jelas bagaimana timnya gagal mengonversi sejumlah peluang emas menjadi gol. Salah satu momen krusial yang paling disesalkan adalah kegagalan eksekusi tendangan penalti dari Lucao. Tragedi tersebut menjadi pelajaran berharga yang haram diulangi oleh anak asuhnya saat bermain di kandang.
"Kami kalah 1-2 di pertemuan pertama. Saat itu kami gagal memanfaatkan penalti dan ada beberapa peluang emas lainnya yang terbuang sia-sia. Kami sama sekali tidak boleh mengulangi kesalahan fatal yang sama di pertandingan nanti," tegas Bojan Hodak saat ditemui di sela-sela latihan di Stadion GBLA baru-baru ini.
Tembok Kokoh dan Ancaman Serangan Balik Persita
Menjelang pertandingan akbar ini, kubu Persib menyadari betul bahwa lawannya bukanlah tim yang bisa dipandang sebelah mata. Persita Tangerang musim ini mencuri perhatian pecinta sepak bola nasional karena konsistensi mereka sebagai tim dengan tembok pertahanan paling kokoh di liga. Rapatnya barisan pertahanan lawan akan menjadi ujian berat bagi lini serang Maung Bandung yang dituntut untuk tampil lebih klinis dan cerdik di sepertiga akhir lapangan.
Bojan Hodak pun tak menampik fakta bahwa gaya permainan tim tamu sangat rapi, terstruktur, dan sulit ditembus. Ia memberikan kredit khusus kepada pelatih Persita yang dinilai sudah sangat mengenal karakter, taktik, dan iklim kompetisi sepak bola Indonesia.
"Mereka adalah tim yang sangat terorganisir dengan baik. Pelatih mereka sudah memasuki musim kedua di sini, jadi dia sangat paham bagaimana liga ini berjalan dan bagaimana cara meredam agresivitas tim-tim besar," ujar eks pelatih PSM Makassar tersebut.
Lebih lanjut, Bojan memperingatkan anak asuhnya agar tidak terlalu asyik menyerang hingga melupakan transisi bertahan. Jika barisan pertahanan Persib meninggalkan ruang kosong yang terlalu lebar, skema transisi cepat dari Persita bisa berubah menjadi mimpi buruk. "Mereka punya beberapa pemain cepat yang sangat mumpuni untuk serangan balik. Kami harus punya cara menghentikan itu. Jika kami memberi ruang, mereka akan sangat berbahaya," tambahnya.
Dukungan Penuh Bobotoh dan Motivasi Tinggi Tim Tamu
Bermain di hadapan puluhan ribu Bobotoh yang memadati tribune GBLA tentu menjadi suntikan motivasi ekstra bagi para punggawa Persib. Dukungan tanpa henti dari pemain ke-12 ini diharapkan mampu memompa semangat penggawa Maung Bandung untuk tampil menekan sejak menit pertama. "Kami bermain di kandang. Tentu saja target utama kami adalah mendapatkan hasil positif dan mengamankan poin penuh di rumah sendiri," pungkas Bojan penuh keyakinan.
Di sisi lain, kubu Persita Tangerang datang ke Bandung dengan kepala tegak. Motivasi tinggi tengah menyelimuti skuad Pendekar Cisadane menyusul rentetan hasil positif yang mereka raih. Salah satu perwakilan pemain Persita mengungkapkan kesiapan timnya menghadapi teror publik GBLA.
"Dari pemain tentunya ada motivasi ekstra karena kemarin kami baru saja menang di kandang. Tentu saja pertandingan besok tidak akan gampang karena Persib adalah tim kuat dan berstatus champion kemarin, tetapi kami siap memberikan segalanya," ungkapnya. Pertarungan mental dan taktik ini dipastikan akan menyuguhkan tontonan sepak bola kelas atas di akhir pekan.
Editor : Anggi Septian A.P.