Kemenangan tipis 1-0 melalui gol tunggal pemain depan mereka memunculkan berbagai hitung-hitungan matematis di kalangan Bobotoh. Jika Persib Bandung mampu menyapu bersih seluruh laga kandang tersisa di putaran kedua ini dengan kemenangan, peluang untuk kembali merengkuh gelar juara di akhir musim sangat terbuka lebar.
Meski demikian, laga sengit yang disuguhkan tadi malam tidak lepas dari sorotan tajam dan nada miring, baik dari kubu lawan maupun dari publik sepak bola nasional terkait gaya bermain sang juara bertahan.
Baca Juga: Polisi Aktif Patroli Malam Hari Awasi Ronda di Jalanan Blitar-Kediri Menggunakan Sound Horeg
Taktik Pragmatis Bojan Hodak dan Kekecewaan Persita
Pertandingan melawan Persita Tangerang berjalan dengan tensi tinggi. Pelatih Persita, Carlos Pena, secara terbuka meluapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit Chandra. Salah satu momen krusial yang diprotes keras adalah penganuliran gol Persita dari skema tendangan penjuru yang ditiup sebelum bola dieksekusi dengan alasan pergantian pemain. Carlos Pena bahkan menolak berkomentar lebih jauh mengenai wasit karena mengaku memiliki banyak catatan buruk terkait pengadil lapangan tersebut.
Menanggapi kritik terkait minimnya gol dan penurunan performa setelah 30 menit awal, pelatih Persib, Bojan Hodak, memberikan jawaban lugas dan sangat pragmatis. Juru taktik asal Kroasia tersebut menegaskan bahwa menghadapi tim yang terorganisir dengan baik seperti Persita bukanlah tugas mudah.
"Buat apa kita banyak mencetak gol? Yang penting saya mencari poin, bukan mencari gol. Kalau kita mencari gol, mungkin harus banyak mencetak angka. Tapi kalau mencari poin, yang penting menang," tegas Bojan Hodak. Pendekatan pragmatis ini membuktikan bahwa Hodak lebih memprioritaskan hasil akhir demi mengamankan posisi puncak klasemen.
Dalam laga tersebut, Bojan juga memberikan debut kepada penggawa anyar, Dion Mark. Sementara itu, absennya Kurzawa dari Daftar Susunan Pemain (DSP) dipastikan murni karena regulasi batasan kuota pemain asing, bukan akibat cedera.
Ke Mana Thom Haye? Ini Alasan Sang Gelandang Absen
Salah satu pertanyaan besar yang muncul di kalangan Bobotoh dalam berita Persib terbaru hari ini adalah menghilangnya nama Thom Haye dari skuad. Gelandang yang biasanya menjadi motor penggerak lini tengah Maung Bandung tersebut tidak terlihat di lapangan maupun di bangku cadangan.
Bojan Hodak mengonfirmasi bahwa Thom Haye harus terbang kembali ke Eropa karena urusan keluarga yang sangat penting. Sang pemain saat ini berada di Belanda untuk menemani pasangannya yang sedang menjalani proses persalinan. Manajemen memberikan izin khusus mengingat pentingnya momen tersebut bagi kehidupan pribadi sang pemain.
Update Insiden GBLA dan Kelangkaan Jersey Spesial
Di luar lapangan, kabar baik datang terkait investigasi insiden kerusuhan pasca-laga melawan Ratchaburi FC di ajang ACL 2. Satu dari dua orang yang teridentifikasi sebagai provokator utama, yang diketahui bernama Sulis, telah menyerahkan diri kepada manajemen Persib Bandung. Pelaku yang terekam mengenakan jersey nomor 76 tersebut telah menandatangani surat permintaan maaf di atas materai. Manajemen Persib kini tengah menggodok regulasi internal yang lebih ketat, termasuk sanksi larangan masuk stadion bagi oknum yang membawa flare.
Sementara itu, bagi Bobotoh yang menantikan penukaran poin membership untuk Special Edition (SE) jersey, pihak manajemen meminta kesabaran ekstra. Membludaknya permintaan membuat pihak apparel, Kelme, kewalahan memproduksi barang. Sebagai gantinya, manajemen berencana menerapkan sistem Pre-Order (PO) penuh untuk musim depan. Namun, sebagai pelipur lara, Persib Store saat ini tengah menggelar promo cuci gudang untuk jersey anak-anak dan edisi player issue dengan harga mulai dari Rp200 ribuan sebelum batch terakhir ini habis di pasaran.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.