Bagi skuad Pangeran Biru, laga ini sejatinya mengusung misi ganda: mempertahankan posisi puncak klasemen Liga 1 sekaligus membalaskan dendam kekalahan 1-2 pada putaran pertama lalu. Pelatih Bojan Hodak menurunkan komposisi pemain terbaiknya dengan menempatkan trio Andrew Yung, Saddil Ramdani, dan Ferginho di lini depan. Di sektor tengah, Adam Alis berkolaborasi dengan Luco dan Frans Putros untuk mengatur ritme permainan, sementara benteng pertahanan dikawal oleh Kakang Rudianto, Federico Barba, dan Patricio Matricardi di depan penjaga gawang Teja Paku Alam.
Di kubu tim tamu, Persita Tangerang datang dengan kepercayaan diri tinggi di bawah asuhan pelatih Carlos Pena. Mereka berambisi mencuri poin demi merangsek ke posisi lima besar. Eber Bessa dan kolega tampil disiplin dan terorganisir, menyulitkan tuan rumah mengembangkan permainan terbaiknya.
Baca Juga: Potensi Cuaca Ekstrem hingga Seminggu Kedepan, Blitar Masuk Daerah Rawan
Jalannya Pertandingan: Dominasi Awal Tuan Rumah dan Solidnya Igor Rodrigues
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Persib Bandung langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang emas pertama lahir pada menit ke-11 melalui kaki Adam Alis. Sayangnya, sepakan keras gelandang timnas tersebut masih mampu ditepis dengan gemilang oleh penjaga gawang Persita, Igor Rodrigues. Penampilan apik Igor di bawah mistar gawang menjadi tembok tebal yang sulit ditembus oleh barisan penyerang Maung Bandung sepanjang babak pertama.
Memasuki pertengahan babak pertama, tepatnya menit ke-30, Persita Tangerang mulai keluar dari tekanan. Raiko dan kawan-kawan terlihat leluasa memanfaatkan celah di lini pertahanan Persib. Hokky Caraka dan Ahmad Nur Hardianto beberapa kali mendapatkan peluang terbuka yang mengancam gawang Teja Paku Alam. Beruntung, kesigapan Kakang Rudianto dan Federico Barba dalam menyapu bola berhasil menyelamatkan gawang tuan rumah dari kebobolan.
Minimnya suplai bola matang kepada Andrew Yung di lini depan membuat Persib kesulitan memecah kebuntuan. Hingga peluit tanda turun minum dibunyikan, skor imbang tanpa gol tetap bertahan. Di babak kedua, meski kedua tim terus berusaha mencari gol kemenangan, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat hasil Persib vs Persita harus puas berbagi satu poin.
Misi Kebangkitan Pasca-Tersingkir dari Asia
Hasil imbang ini tentu bukan skenario ideal bagi Persib yang tengah mencoba bangkit usai tersingkir dari ajang AFC Champions League 2 (ACL 2). Sebelumnya, langkah Maung Bandung di kancah Asia harus terhenti di babak 16 besar setelah kalah agregat 1-3 dari wakil Thailand, Ratchaburi FC. Meski sempat menang 1-0 pada leg kedua di Bandung, defisit gol dari kekalahan 0-3 di leg pertama tak mampu dikejar.
Bos Ratchaburi FC, Fluke Tanawat Nitikanchana, bahkan sempat melontarkan pernyataan bangga di media sosial usai menyingkirkan Persib. Ia mengklaim keberhasilan timnya mengalahkan juara Liga Indonesia dan Vietnam membuktikan bahwa Liga Thailand adalah yang terbaik di ASEAN. Pernyataan ini tentu menjadi pecutan motivasi bagi Persib untuk membuktikan kualitasnya di kompetisi domestik.
Saat ini, Persib masih bercokol di puncak klasemen dengan raihan 47 poin dari 20 pertandingan. Namun, posisi mereka tidak sepenuhnya aman. Pangeran Biru memiliki poin yang sama dengan Persija Jakarta di peringkat kedua dan hanya terpaut satu angka dari Borneo FC di posisi ketiga. Kegagalan meraih poin penuh atas Persita membuat persaingan di papan atas semakin ketat.
Baca Juga: Polisi Aktif Patroli Malam Hari Awasi Ronda di Jalanan Blitar-Kediri Menggunakan Sound Horeg
Absennya Pilar Utama dan Pujian untuk Lawan
Dalam laga ini, Persib kembali tidak diperkuat oleh dua pilar utamanya, Marc Klok dan Julio Caesar, yang masih dalam tahap pemulihan cedera. Bojan Hodak mengonfirmasi bahwa Marc Klok sudah mulai berlatih bersama tim namun belum siap bertanding, sementara Julio masih menjalani latihan terpisah.
Meski gagal menang, Bojan Hodak tetap memberikan kredit kepada lawannya. "Persita adalah tim yang bagus, terorganisir dengan baik, dan musim ini mereka mengejutkan beberapa tim. Laga berjalan sulit, tapi kami bermain di kandang dan biasanya selalu mendapatkan hasil positif," ujar pelatih asal Kroasia tersebut.
Sementara itu, pelatih Persita Carlos Pena mengaku puas dengan kerja keras anak asuhnya yang mampu menahan imbang sang juara bertahan di hadapan ribuan pendukungnya. "Kami tetap termotivasi untuk meraih poin. Pertandingan ini penting, dan kami sejauh ini menjalani musim dengan baik," pungkas pelatih asal Spanyol itu. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.