Gol semata wayang yang menjadi penentu kemenangan skuad asuhan Bojan Hodak lahir dari sundulan terarah Andrew Yung pada menit ke-50. Berawal dari skema bola mati yang dieksekusi dengan cerdik, Yung sukses memaksimalkan kelengahan barisan belakang lawan untuk merobek gawang yang dikawal ketat sepanjang laga. Gol ini sekaligus menjadi pemecah kebuntuan dalam pertandingan yang sangat minim ruang terbuka akibat kedisiplinan taktik bertahan lawan.
Menanggapi hasil Persib vs Persita tersebut, Bojan Hodak secara blak-blakan mengakui bahwa laga ini sangat menguras tenaga dan pikiran. Pelatih asal Kroasia itu menyoroti strategi bertahan ekstrem yang diterapkan oleh pelatih lawan, Carlos Pena. Skuad Pendekar Cisadane dinilai menumpuk nyaris seluruh pemainnya di area pertahanan sendiri demi menghindari kebobolan.
"Saya sudah memperkirakan dari awal bahwa ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Persita adalah tim yang bertahan dengan 10 pemain di belakang bola. Semua pemain mereka terus berlari, menutup ruang, dan melakukan tekel bersih sehingga mereka sangat sulit ditembus. Mereka sangat kompak dan terorganisir secara defensif," ungkap Bojan Hodak seperti dilansir dari laman resmi klub.
Drama Gol Dianulir dan Tumpulnya Lini Serang Persita
Meski mendominasi jalannya pertandingan dan penguasaan bola, Persib Bandung dipaksa bekerja ekstra keras untuk sekadar menciptakan peluang matang di sepertiga akhir pertahanan lawan. Rapatnya blok pertahanan Persita membuat lini serang Persib kerap frustrasi dan terpaksa memutar otak mencari celah dari sisi sayap maupun sepakan spekulasi jarak jauh.
Di sisi lain, laga ini sempat diwarnai drama menegangkan menjelang akhir pertandingan. Persita Tangerang sejatinya sempat menceploskan bola ke gawang tuan rumah melalui skema tendangan sudut pada menit ke-81. Sorak-sorai pemain tamu sempat pecah, namun kebahagiaan itu hanya berumur jagung. Wasit utama secara tegas menganulir gol tersebut karena eksekusi bola mati dilakukan sebelum peluit resmi dibunyikan.
Terkait efektivitas serangan lawan, Bojan Hodak memberikan penilaian yang cukup menohok. Berdasarkan pengamatannya terhadap hasil Persib vs Persita, tim tamu nyaris tidak memberikan ancaman berarti bagi pertahanan Maung Bandung sepanjang 90 menit jalannya laga.
Baca Juga: Sejarah FIFA dan Perkembangannya: Dari Awal Sepak Bola hingga Piala Dunia 2022 Qatar
"Saya cukup senang dengan kinerja lini belakang kami, karena saya pikir Persita sama sekali tidak menciptakan peluang terbuka (open play) apa pun kecuali satu situasi kemelut dari tendangan sudut tadi. Itu pun wasit sudah meniup peluit tiga kali sebelumnya tanda pelanggaran. Selain momen tersebut, saya tidak melihat mereka memiliki kesempatan untuk mencetak gol," tegas Hodak.
Kemenangan krusial ini berdampak signifikan pada peta persaingan perebutan gelar juara. Tambahan tiga poin membuat Persib Bandung semakin kokoh bertengger di puncak klasemen sementara dengan koleksi 50 poin dari 21 pertandingan yang telah dilakoni. Pangeran Biru kini sukses menjaga jarak aman, unggul tiga angka dari rival terdekat mereka, Persija Jakarta, yang terus menguntit di posisi kedua.
Sementara itu, bagi Persita Tangerang, kekalahan ini memaksa mereka tertahan di peringkat keenam klasemen dengan torehan 35 poin dari 22 laga. Taktik bertahan total yang mereka peragakan terbukti ampuh meredam agresivitas tim juara bertahan, meski pada akhirnya harus tumbang oleh satu kesalahan kecil dalam mengantisipasi situasi bola mati. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.