Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Review Mobil Listrik Wuling Termurah 2026: Irit Banget Tapi Banyak Kekurangan, Cocok atau Tidak untuk Harian?

Muhammad Rusdian Nuzula • Senin, 23 Februari 2026 | 19:30 WIB

Review mobil listrik Wuling 2026, irit biaya tapi punya banyak kekurangan. Cocok untuk dalam kota?
Review mobil listrik Wuling 2026, irit biaya tapi punya banyak kekurangan. Cocok untuk dalam kota?

RADAR BLITAR - Review mobil listrik kembali menjadi perhatian publik seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Salah satu yang banyak dibahas adalah mobil listrik entry level dari Wuling Motors yang menawarkan harga terjangkau namun tetap membawa teknologi modern.

Dalam review mobil listrik kali ini, pengalaman penggunaan selama satu bulan menunjukkan bahwa mobil ini memiliki kelebihan sekaligus kekurangan yang cukup signifikan.

Sebagai mobil listrik murah, tentu ada beberapa fitur yang harus dikompromikan oleh pengguna.

Review mobil listrik ini menjadi penting karena banyak calon pembeli yang ingin beralih ke kendaraan listrik, tetapi masih mempertimbangkan aspek kenyamanan, fitur, serta efisiensi biaya.

Baca Juga: LavAni dan Gresik Petrokimia Masih Perkasa! Update Hasil, Klasemen, serta Top Skor Proliga 2026 hingga 22 Februari

Kekurangan Mobil Listrik Entry Level Mulai Terlihat

Salah satu kekurangan yang paling terasa dalam review mobil listrik ini adalah posisi seat belt yang kurang ergonomis, terutama bagi pengguna dengan tinggi badan di atas rata-rata. Posisi sabuk pengaman cenderung mengganggu area leher saat berkendara.

Selain itu, pengaturan spion yang masih manual juga menjadi kendala. Pengemudi harus mengatur secara langsung menggunakan tangan, yang cukup merepotkan saat kondisi parkir atau berada di jalan sempit.

Kunci kendaraan juga masih menggunakan sistem konvensional dan hanya tersedia satu unit. Meskipun memiliki fitur tambahan seperti membuka jendela dan bagasi, absennya sistem keyless menjadi catatan tersendiri.

Dari sisi hiburan, mobil ini hanya dibekali satu speaker di sisi kanan, sehingga pengalaman audio terasa kurang seimbang. Hal ini menjadi kekurangan cukup mencolok, terlebih bagi pengguna yang menginginkan kenyamanan saat berkendara.

Kenyamanan dan Handling Jadi Sorotan

Dalam penggunaan sehari-hari, review mobil listrik ini juga menyoroti kenyamanan jok yang dianggap kurang mendukung perjalanan jarak jauh. Pengguna mengaku cepat merasa lelah saat berkendara lebih dari satu jam.

Setir yang tidak bisa diatur maju-mundur maupun naik-turun juga menjadi kendala, terutama bagi pengemudi dengan postur tubuh tertentu. Hal ini membuat posisi berkendara terasa kurang fleksibel.

Selain itu, saat melaju di kecepatan di atas 80 km/jam, mobil mulai terasa limbung, terutama ketika berpapasan dengan kendaraan besar seperti bus atau truk. Suspensi yang terasa keras juga membuat bantingan kurang nyaman saat melewati jalan berlubang atau polisi tidur.

Fitur keselamatan seperti hill start assist juga tidak tersedia. Kondisi ini membuat mobil berpotensi mundur saat berhenti di tanjakan, sehingga pengemudi harus lebih waspada dan menggunakan rem tangan secara manual.

Keterbatasan Baterai dan Pengisian

Salah satu poin penting dalam review mobil listrik ini adalah keterbatasan pada sistem baterai. Ketika kapasitas baterai turun hingga sekitar 30 persen, pengguna disarankan tidak melakukan perjalanan jauh karena keterbatasan jarak tempuh.

Selain itu, mobil ini belum mendukung pengisian daya cepat, sehingga membutuhkan perencanaan lebih matang sebelum digunakan untuk mobilitas harian.

Hal ini menjadi catatan penting, terutama bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi atau sering bepergian ke luar kota.

Baca Juga: Gresik Petrokimia dan LavAni Kokoh di Puncak! Update Hasil, Klasemen, serta Top Skor Proliga 2026 Pekan ke-7

Kelebihan: Irit dan Cocok untuk Perkotaan

Meski memiliki sejumlah kekurangan, review mobil listrik ini juga menyoroti beberapa kelebihan utama. Salah satunya adalah efisiensi biaya yang sangat tinggi.

Untuk menempuh jarak hingga 1000 km, biaya pengisian daya hanya sekitar Rp150 ribuan. Angka ini jauh lebih hemat dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.

Selain itu, pajak tahunan mobil listrik juga tergolong murah, sehingga memberikan keuntungan tambahan bagi pemilik.

Mobil ini juga tidak menghasilkan emisi dan tidak menimbulkan bau seperti kendaraan konvensional. Suara mesin yang minim membuat pengalaman berkendara lebih senyap dan nyaman di dalam kota.

Dari segi ukuran, mobil ini tergolong kompak sehingga sangat cocok digunakan di area perkotaan, termasuk jalan sempit atau gang kecil. Mobil ini lebih ideal digunakan sebagai kendaraan harian atau operasional dalam kota, bukan untuk perjalanan jarak jauh.

Cocok untuk Siapa?

Berdasarkan review mobil listrik ini, kendaraan entry level dari Wuling lebih cocok bagi pengguna yang membutuhkan mobil hemat biaya untuk aktivitas sehari-hari di dalam kota.

Namun, bagi yang mengutamakan kenyamanan, fitur lengkap, dan performa di jalan tol atau perjalanan jauh, mobil ini mungkin bukan pilihan utama.

Dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya, mobil listrik murah ini tetap menjadi opsi menarik di tengah tren elektrifikasi kendaraan yang terus berkembang di Indonesia.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#KendaraanListrik #MobilListrikTerbaik #EVIndonesia #RekomendasiMobilListrik #MobilListrik2026