BLITAR – Persaingan sepatu bola di kelas speed semakin memanas di tahun 2026. Nike, sebagai salah satu pemimpin pasar, menghadirkan dua pilihan serius bagi para pemain yang mengandalkan kecepatan: Vapor 16 Elite dan Vapor 16 Pro.
Meski secara tampilan terlihat serupa, keduanya memiliki perbedaan harga yang mencolok, yakni hampir dua kali lipat.
Perbedaan utama terletak pada "jeroan" teknologi bantalannya. Seri Elite dibekali unit Air Zoom yang menutupi 3/4 bagian kaki, memberikan efek pantulan (bouncy) yang sangat responsif di hampir seluruh telapak kaki saat berakselerasi.
Sementara seri Pro, unit Air Zoom-nya hanya tertanam di bagian tumit. Dari segi material, seri Elite menggunakan Gripknit yang memberikan daya cengkeram ekstra pada bola, sedangkan seri Pro menggunakan Flyknit standar yang lebih halus namun tetap nyaman di kaki.
Meski demikian, seri Pro tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan bobot hanya 194 gram, Vapor 16 Pro tetap menjadi salah satu sepatu teringan di kelasnya dan dibanderol dengan harga jauh lebih ekonomis, yakni sekitar Rp1.870.000 (setelah diskon).
Bagi pemain profesional yang mengejar performa absolut, investasi Rp3,9 juta untuk seri Elite mungkin terasa sepadan. Namun, bagi pemain kompetitif yang mencari nilai terbaik (value for money), seri Pro menawarkan sensasi kasta tertinggi dengan harga yang jauh lebih "irit".(*)
Editor : Anggi Septian A.P.