Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kisah Adidas vs Puma: Perang Saudara Dassler, Dari Nazi hingga Lahirnya Dua Raksasa Sepatu Dunia

Rendra Febrian Permana • Selasa, 24 Februari 2026 | 10:30 WIB

Kisah Adidas vs Puma: konflik saudara Dassler, Nazi, hingga lahirnya dua brand sepatu terbesar dunia.
Kisah Adidas vs Puma: konflik saudara Dassler, Nazi, hingga lahirnya dua brand sepatu terbesar dunia.

BLITAR - Kisah rivalitas Adidas vs Puma bukan sekadar persaingan bisnis biasa. Di balik dua brand raksasa dunia ini, tersimpan konflik keluarga yang dramatis, melibatkan perang, politik, hingga pengkhianatan. Cerita Adidas vs Puma ini berawal dari dua bersaudara asal Jerman yang membangun mimpi bersama, sebelum akhirnya terpecah menjadi rival abadi.

Adalah Adolf “Adi” Dassler dan Rudolf “Rudi” Dassler, dua bersaudara dari kota kecil Herzogenaurach, Jerman. Mereka memulai usaha sepatu dari bengkel sederhana milik keluarga. Adi fokus pada inovasi produk, sementara Rudi unggul dalam pemasaran. Kombinasi ini membuat bisnis mereka berkembang pesat.

Namun, perjalanan Adidas vs Puma mulai memanas ketika ambisi dan perbedaan karakter keduanya semakin terlihat. Adi dikenal perfeksionis dan idealis, sementara Rudi lebih agresif dan berorientasi bisnis.

Awal Sukses dan Bayang-Bayang Nazi

Momentum besar datang saat Olimpiade Berlin 1936. Adi mengambil langkah berani dengan memberikan sepatu buatannya kepada atlet Amerika, Jesse Owens. Keputusan ini berbuah manis—Owens meraih empat medali emas.

Namun, langkah tersebut juga memicu masalah besar. Pemerintahan Nazi yang dipimpin Adolf Hitler tidak senang karena kemenangan atlet kulit hitam dianggap mempermalukan Jerman di panggung dunia.

Sejak saat itu, hubungan Dassler bersaudara dengan rezim Nazi menjadi rumit. Mereka sempat bekerja sama dengan pemerintah demi mempertahankan bisnis, termasuk memproduksi perlengkapan militer saat Perang Dunia II.

Konflik Internal yang Memuncak

Di tengah tekanan perang, konflik pribadi justru semakin memanas. Ketegangan antara istri kedua bersaudara ikut memperkeruh suasana. Rasa curiga, perselingkuhan, hingga perebutan pengaruh dalam perusahaan membuat hubungan mereka retak.

Rudi mulai mencurigai Adi berusaha mengambil alih perusahaan. Sebaliknya, Adi merasa Rudi terlalu tunduk pada kekuasaan Nazi. Perbedaan visi ini menjadi titik balik perpecahan mereka.

Situasi semakin memburuk ketika keduanya saling melaporkan ke pihak sekutu setelah perang berakhir. Rasa percaya benar-benar hilang.

Baca Juga: Apel Pagi Kantor Pertanahan Kabupaten Blitar, Bahas Target KW4,5,6 dan Penyelesaian Residu 2026

Lahirnya Adidas dan Puma

Pada akhirnya, perusahaan Dassler resmi terpecah. Adi mendirikan Adidas, sementara Rudi mendirikan Puma. Kota Herzogenaurach bahkan ikut terbelah—warga setempat memilih bekerja di salah satu kubu.

Rudi unggul dalam strategi marketing dan cepat menguasai pasar sepak bola Jerman. Namun, Adi membalas dengan inovasi produk.

Puncaknya terjadi saat Timnas Jerman menggunakan sepatu Adidas di Piala Dunia 1954. Dalam kondisi lapangan basah, sepatu Adidas terbukti unggul dan membantu Jerman meraih kemenangan bersejarah atas Hungaria.

Kemenangan ini menjadi titik balik. Adidas mulai dikenal dunia, sementara Puma tetap menjadi pesaing kuat di pasar global.

Rivalitas yang Abadi

Kisah Adidas vs Puma menjadi salah satu rivalitas paling legendaris dalam sejarah bisnis. Persaingan ini bukan hanya soal produk, tetapi juga tentang luka keluarga yang tak pernah benar-benar sembuh.

Hingga kini, kedua brand tersebut tetap berdiri sebagai raksasa industri olahraga dunia. Dari sebuah konflik saudara, lahirlah dua nama besar yang mendominasi pasar global.

Cerita Adidas vs Puma membuktikan bahwa di balik kesuksesan besar, sering kali tersimpan kisah pahit yang membentuknya.(*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#rivalitas brand sepatu #adidas #sejarah PUMA #sejarah adidas #puma