Kehadiran gelaran Pameran Foto Persib ini bukan sekadar ajang unjuk visual semata, melainkan buah dari kolaborasi apik dan sinergis antara pihak klub bersama Wartawan Foto Bandung dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bandung. Mengambil lokasi yang sangat strategis dan modern di Atrium Mall Paskal 23 Bandung, pameran ini telah berlangsung dengan sangat meriah sejak tanggal 1 Januari hingga 7 Januari 2024. Pemilihan pusat perbelanjaan terkemuka di jantung kota tersebut bertujuan agar masyarakat umum, keluarga, hingga suporter fanatik dapat mengakses ruang memori ini dengan sangat mudah dan inklusif.
Satu hal yang membuat antusiasme warga semakin membludak untuk mengunjungi Pameran Foto Persib ini adalah komitmen pihak penyelenggara yang sama sekali tidak memungut biaya masuk, alias seratus persen gratis. Kebijakan ini memastikan bahwa siapa pun, mulai dari anak-anak yang baru mengenal sepak bola, remaja, hingga Bobotoh sepuh, dapat leluasa bernostalgia. Mereka bisa kembali melihat rekam jejak pahlawan lapangan hijau kesayangan dari berbagai era kompetisi bergengsi tanpa harus merogoh kocek sepeser pun.
Edukasi Visual Melalui Talk Show Fotografi Olahraga
Lebih dari sekadar memamerkan rentetan bingkai momen epik di atas lapangan hijau, panitia penyelenggara juga menyuguhkan nilai edukasi yang sangat tinggi dan esensial. Seluruh pengunjung yang hadir tidak hanya dipersilakan menikmati karya-karya visual jepretan kamera, tetapi juga diajak secara aktif untuk mengikuti sesi acara gelar wicara atau talk show. Ini menjadi ruang interaksi positif antara pembuat karya dan penikmatnya.
Sesi diskusi interaktif ini secara khusus menghadirkan sejumlah narasumber yang sangat kompeten, kredibel, dan telah memakan asam garam di bidang fotografi olahraga. Para pakar visual ini membagikan segudang pengalaman teknis mereka, mulai dari cara memotret aksi cepat di lapangan hijau, pemilihan sudut (angle), hingga cerita-cerita di balik layar (behind the scene) saat mengabadikan momen paling emosional dari skuad Pangeran Biru. Edukasi ini tentu memberikan perspektif baru bagi Bobotoh tentang betapa krusialnya peran seorang jurnalis foto dalam merawat memori kolektif dan menjaga denyut nadi sejarah sebuah klub sepak bola profesional.
Daya Tarik Koleksi Jersey Bersejarah Maung Bandung
Daya pikat acara megah ini nyatanya tidak hanya berhenti pada deretan karya fotografi. Pihak penyelenggara dengan langkah cerdas turut merangkul dan melibatkan komunitas Jersey Persib Collector (JPC). Keterlibatan komunitas pecinta memorabilia ini sukses menambah dimensi sejarah yang bisa dilihat dan dirasakan langsung aura kebesarannya oleh para pengunjung. JPC mengambil peran penting dengan memamerkan berbagai koleksi seragam kebanggaan yang mereka rawat dengan penuh dedikasi dari masa ke masa.
Para anggota JPC secara sukarela menunjukkan puluhan koleksi seragam bersejarah mereka kepada publik luas. Pengunjung diajak menelusuri lorong waktu, melihat langsung evolusi kostum Pangeran Biru yang legendaris, dimulai dari kostum klasik era kompetisi Liga Indonesia musim 1994-1995. Seragam ikonis dari era perserikatan menuju profesional ini menjadi saksi bisu saat Persib sukses merengkuh takhta juara yang sangat didambakan. Kain-kain bernilai sejarah tinggi tersebut seolah bercerita tentang kehebatan para legenda di masa lampau.
Tidak berhenti pada era 90-an, rentetan pameran koleksi seragam tersebut juga berlanjut menampilkan jersei kebesaran saat Persib Bandung menjuarai ajang Indonesia Super League (ISL) 2014, momen ajaib yang sukses mengakhiri puasa gelar selama nyaris dua dekade. Bahkan, evolusi kostum modern terbaru untuk skuad terkini pun turut dipajang dengan sangat rapi. Deretan seragam ini pada hakikatnya bukan sekadar kain pelindung tubuh bagi para pemain, melainkan artefak suci yang menjadi saksi bisu tetesan keringat para pahlawan lapangan dan gemuruh kebahagiaan Bobotoh yang setia mengawal sejarah.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.