Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cetak Sejarah Baru Usai 2 Dekade Berseteru! Proses Perdamaian Bobotoh dan Aremania di Kanjuruhan Bikin Merinding, Ini Kisahnya

Saifullah Muhammad Jafar • Selasa, 24 Februari 2026 | 13:45 WIB

Cetak sejarah! Baca kisah mengharukan proses perdamaian Bobotoh dan Aremania di Kanjuruhan setelah 2 dekade berseteru di kompetisi Liga 1.
Cetak sejarah! Baca kisah mengharukan proses perdamaian Bobotoh dan Aremania di Kanjuruhan setelah 2 dekade berseteru di kompetisi Liga 1.
BLITAR - Sebuah sejarah baru dan momen yang sangat mengharukan akhirnya tercipta di kancah persepakbolaan Indonesia pada kompetisi BRI Liga 1 musim ini. Setelah hampir dua dekade lamanya tak saling mengunjungi akibat rivalitas yang begitu panas dan mengakar, langkah perdamaian Bobotoh dan Aremania akhirnya benar-benar terwujud nyata. Pemandangan luar biasa yang tersaji di stadion ini menjadi embusan angin segar bagi iklim olahraga di Tanah Air.

Dua basis suporter terbesar dan paling fanatik di Indonesia tersebut sukses membuka lembaran baru dengan duduk berdampingan di satu tribun yang sama. Momen perdamaian Bobotoh dan Aremania ini terekam jelas saat skuad Arema FC menjamu Persib Bandung pada laga pekan kesembilan Liga 1 yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 11 September lalu. Kehadiran ratusan pendukung tim tamu di markas kebesaran Singo Edan tersebut langsung menjadi sorotan utama publik sepak bola nasional.

Upaya keras untuk mewujudkan perdamaian Bobotoh dan Aremania ini tentu tidak lepas dari itikad baik kedua belah pihak. Sebelumnya, hubungan antara pendukung setia Persib Bandung dan Arema FC memang sempat memanas selama bertahun-tahun lamanya. Walaupun jarang terjadi bentrokan fisik berskala besar belakangan ini, namun ketegangan di antara keduanya kerap kali terasa nyata, terutama di ranah media sosial maupun saat kedua tim kebanggaan mereka berlaga mempertaruhkan gengsi di lapangan hijau.

Menyambut Kuota Panpel dan Komunikasi Terbuka

Langkah positif nan bersejarah ini bermula dari kebijakan Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC yang secara resmi dan berani memberikan kuota tiket kepada pendukung tim tamu. Kebijakan ini tentunya sudah disesuaikan dengan regulasi kompetisi PSSI yang berlaku. Keputusan berani ini kemudian disambut dengan sangat hangat oleh kedua kelompok suporter, yang ternyata sudah merindukan suasana harmonis di dalam stadion setelah sekian lama terbelenggu ego rivalitas.

Menariknya, dari pihak Aremania sendiri awalnya sempat merasa terkejut dengan kebijakan Panpel yang memberikan kuota tersebut. Hal ini terungkap dari obrolan dan koordinasi antara perwakilan suporter ketika mereka berada di Malang. Banyak akar rumput Aremania yang rupanya tidak mengetahui rencana kedatangan tersebut pada awalnya.

"Ketika kita ngobrol-ngobrol di sana juga kaget ketika Panpel memberikan kuota itu, mereka pun tidak tahu. Tapi karena dari Bobotoh ada itikad baik berangkat ke sana untuk berkomunikasi, akhirnya mereka pun membuka diri. Akhirnya bisa terlaksanalah pertemuan kedua suporter kemarin," ungkap salah satu perwakilan suporter yang turut hadir mengawal proses bersejarah tersebut. Kedewasaan suporter Indonesia mulai terlihat jelas dalam proses rekonsiliasi yang berjalan lancar dan aman ini.

Harapan Baru untuk Sepak Bola Indonesia

Momen duduk satu tribun di Stadion Kanjuruhan ini menjadi bukti otentik bahwa sekeras apa pun rivalitas di atas lapangan hijau, persaudaraan antar sesama anak bangsa harus tetap dijunjung tinggi. Sambutan hangat, jabat tangan, dan pelukan persahabatan yang ditunjukkan oleh Aremania kepada kelompok suporter Viking dan Bobotoh di Malang menjadi memori indah yang akan terus dikenang dalam lembaran sejarah Liga Indonesia.

Tidak berhenti sampai di situ, keharmonisan ini rencananya akan terus dirawat dan dibalas dengan kebaikan yang serupa. Pihak Bobotoh dan Viking Persib Club telah berkomitmen penuh untuk memberikan sambutan balasan yang tak kalah hangat ketika Aremania melakukan lawatan bertandang ke Bandung pada pertandingan putaran kedua nanti. Janji ini menjadi pengikat silaturahmi yang sangat kuat bagi kedua basis massa beraliran biru tersebut.

Dengan terjalinnya keharmonisan dan persaudaraan antara kedua kelompok suporter raksasa ini, publik pecinta sepak bola berharap momen tersebut dapat menjadi tonggak kebangkitan. Sebagaimana dilaporkan oleh Muhammad Rizal dari Bandung, Jawa Barat, langkah damai ini diharapkan mampu menular kepada seluruh kelompok suporter lain di Tanah Air. Sepak bola sejatinya adalah alat pemersatu bangsa, dan tugas kita bersama adalah terus menjaga perdamaian demi kemajuan industri olahraga di Indonesia.

Editor : Anggi Septian A.P.
#suporter liga 1 #stadion kanjuruhan #Perdamaian Bobotoh dan Aremania #Arema FC #persib bandung