BLITAR - Kemenangan dramatis Persija Jakarta 3-2 atas Malut United dalam lanjutan BRI Super League 2025-2026 menjadi sorotan tajam. Hasil ini tak hanya memanaskan persaingan papan atas, tetapi juga memunculkan perdebatan: apakah kemenangan tersebut sekadar keberuntungan atau bukti mental juara Macan Kemayoran?
Laga yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, berlangsung sengit sejak menit awal. Persija Jakarta langsung tampil agresif dan membuka keunggulan cepat melalui gol Ala Eddin Ajare pada menit ke-8. Keunggulan tersebut membuat tim tamu semakin percaya diri dalam mengontrol permainan.
Tak butuh waktu lama, Persija kembali menggandakan skor lewat aksi Jordi Ahmad pada menit ke-28. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum, sementara Malut United tampak kesulitan mengembangkan permainan di hadapan pendukungnya sendiri.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat drastis. Malut United mencoba bangkit dan berhasil memperkecil ketertinggalan lewat gol Ciro Alves pada menit ke-77. Namun, hanya dua menit berselang, Persija kembali menjauh melalui gol Fabio Calonego yang mengubah skor menjadi 3-1.
Drama semakin memuncak ketika David da Silva mencetak gol pada menit ke-82, membuat skor menjadi 3-2. Tuan rumah terus menekan, terlebih setelah Persija harus bermain dengan 10 orang usai Aditya Warman menerima kartu merah di menit ke-89. Meski demikian, hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan untuk kemenangan Persija Jakarta 3-2.
Persija Jakarta Tempel Ketat Papan Atas
Kemenangan dramatis Persija Jakarta 3-2 ini membuat mereka kini mengoleksi 50 poin, sama dengan Persib Bandung yang berada di puncak klasemen. Namun, Persija masih berada di posisi kedua karena kalah head to head.
Persaingan menuju gelar juara pun semakin ketat. Setiap pertandingan menjadi krusial, dan konsistensi menjadi kunci utama dalam menentukan siapa yang akan keluar sebagai kampiun musim ini.
Mauricio Souza Puji Mental Tim
Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengaku puas dengan hasil tersebut. Ia menilai kemenangan ini bukan sekadar soal skor, melainkan bukti karakter kuat timnya dalam menghadapi tekanan.
Menurutnya, perjalanan jauh dan jadwal padat menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain. Namun, Persija mampu menunjukkan kualitasnya sebagai tim papan atas.
“Kemenangan ini sangat penting bagi kami. Persiapan tidak mudah, perjalanan jauh, tapi pemain tetap fokus dan bekerja keras,” ujarnya.
Souza juga mengakui masih ada evaluasi, terutama dalam efektivitas penyelesaian akhir. Ia menilai timnya seharusnya bisa mengunci kemenangan lebih cepat di babak pertama.
Bukan Sekadar Hoki, Tapi Bukti Mental?
Meski menuai pujian, kemenangan Persija Jakarta 3-2 juga memunculkan perdebatan di kalangan publik. Sebagian menilai hasil tersebut dipengaruhi faktor keberuntungan, terutama karena Malut United gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di menit akhir.
Namun, tak sedikit pula yang menilai kemenangan ini justru menunjukkan mental bertanding yang matang. Bermain dengan 10 pemain di kandang lawan dan tetap mampu mempertahankan keunggulan menjadi indikator kekuatan mental tim.
Situasi ini memperlihatkan bahwa Persija tak hanya mengandalkan kualitas teknis, tetapi juga daya juang tinggi di lapangan.
Peran Vital Fabio Calonego
Di balik kemenangan tersebut, penampilan Fabio Calonego menjadi salah satu kunci. Gelandang asal Brasil itu tampil dominan di lini tengah, mengatur tempo permainan sekaligus menjaga keseimbangan tim.
Ia juga berkontribusi lewat gol penting yang membawa Persija menjauh dari tekanan lawan. Selain itu, perannya dalam bertahan dan membangun serangan membuat lini tengah Persija sulit ditembus.
Fabio sendiri menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim. Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan musim masih panjang dan tim harus tetap fokus menjaga konsistensi.
“Kami masih dalam persaingan. Kemenangan ini penting, tapi kami harus terus bekerja keras,” ujarnya.
Persaingan Semakin Memanas
Dengan hasil ini, persaingan di papan atas semakin terbuka. Persija Jakarta terus menempel ketat Persib Bandung, sementara Malut United tetap berada dalam persaingan empat besar.
Setiap laga ke depan akan menjadi penentu. Apakah Persija mampu menjaga momentum hingga akhir musim, atau justru tekanan akan menjadi batu sandungan?
Yang jelas, kemenangan dramatis Persija Jakarta 3-2 ini telah menambah panas perburuan gelar dan menghadirkan cerita baru dalam kompetisi musim ini.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.