Kemenangan krusial atas Lecce menjadi bukti nyata kedewasaan mentalitas tim. Namun, sorotan dalam berita Inter Milan hari ini tidak hanya terpaku pada kejayaan domestik, melainkan juga persiapan krusial jelang leg kedua playoff Liga Champions melawan Bodo/Glimt. Setelah hasil kurang memuaskan di pertemuan pertama, Inter dituntut membalikkan defisit gol. Pelatih Cristian Chivu menegaskan bahwa timnya pantang meremehkan lawan, baik tim besar maupun kecil, demi menjaga asa kembali ke final kompetisi Eropa seperti musim-musim sebelumnya.
Di tengah euforia performa tim, manajemen klub ternyata sudah bergerak senyap menyusun rencana besar untuk bursa transfer musim panas 2026. Isu panas dalam berita Inter Milan kali ini menyoroti rencana perombakan lini tengah dan belakang. Tidak tanggung-tanggung, raksasa Italia tersebut dikabarkan tengah membidik nama-nama besar seperti Leon Goretzka dari Bayern Munchen hingga bek tangguh Liverpool, Ibrahima Konate, guna menggantikan para pemain veteran yang kontraknya akan segera habis.
Baca Juga: Soal Isu Kelangkaan Gas Melon, Disperindag Kabupaten Blitar Imbau Masyarakat Tak Panic Buying
Marcus Thuram dalam Sorotan dan Pujian Florenzi
Di balik gemilangnya performa tim, ada satu nama yang tengah menjadi sorotan tajam, yakni Marcus Thuram. Absennya kapten Lautaro Martinez karena cedera seharusnya menjadi panggung bagi Thuram, namun striker Prancis tersebut justru tampil di bawah ekspektasi. Statistik mencatat ia hanya mencetak satu gol dalam 12 pertandingan terakhir. Krisis ketajaman ini membuat posisinya terancam, terlebih dengan semakin matangnya performa penyerang muda Francesco Pio Esposito yang tampil lebih energik. Laga penentuan kontra Bodo/Glimt akan menjadi ujian mental bagi Thuram untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak menjadi ujung tombak utama.
Dominasi Inter musim ini pun diakui oleh kubu rival. Mantan bek AC Milan, Alessandro Florenzi, memberikan komentar yang cukup menohok usai timnya dikalahkan Parma. Ia secara terbuka mengakui bahwa Inter berada di level yang lebih tinggi dalam persaingan Scudetto musim ini. Menurut Florenzi, konsistensi dan kedalaman skuad yang dimiliki pasukan Chivu menjadi pembeda utama. Pengakuan dari rival ini menegaskan status Nerazzurri sebagai kandidat terkuat peraih gelar juara, didukung oleh pertahanan solid dan mentalitas juara yang telah terbentuk.
Baca Juga: Terbit Perwali, Inspektorat Daerah Kota Blitar Makin Leluasa Beri Sanksi ASN Tak Tertib
Operasi Senyap Bursa Transfer 2026
Fokus manajemen kini juga terarah pada regenerasi skuad jangka panjang. Untuk lini tengah, Inter Milan dilaporkan telah membuka pembicaraan awal dengan Leon Goretzka. Gelandang box-to-box berusia 31 tahun itu akan berstatus bebas transfer dari Bayern Munchen, sebuah peluang emas yang enggan dilewatkan manajemen. Selain Goretzka, nama Manu Kone dari AS Roma juga masuk dalam radar dengan estimasi anggaran sekitar 50 juta Euro sebagai investasi jangka panjang.
Sektor pertahanan tak luput dari evaluasi besar-besaran. Mengingat bek senior seperti Francesco Acerbi dan Stefan de Vrij diperkirakan akan hengkang, Inter membidik Ibrahima Konate. Bek Liverpool berusia 26 tahun ini dinilai sebagai sosok ideal untuk memimpin lini belakang Inter di masa depan karena sedang berada di usia emas. Meski demikian, Inter harus bersaing ketat dengan Real Madrid yang juga meminati jasa pemain Prancis tersebut.
Sementara itu, nasib Manuel Akanji semakin jelas. Bek asal Swiss ini dipastikan menjadi bagian penting proyek jangka panjang klub. Manajemen berencana mempermanenkan statusnya dari Manchester City, terlepas dari syarat jumlah penampilan, karena ia dianggap sebagai bek modern yang mampu membangun serangan dari bawah. Dengan pergerakan transfer yang agresif ini, Inter Milan tampaknya tidak hanya ingin mendominasi Italia saat ini, tetapi juga membangun dinasti untuk tahun-tahun mendatang. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.