Menghadapi duel hidup mati Inter Milan vs Bodo Glimt, pelatih Cristian Chivu harus memutar otak lebih keras lantaran timnya dipastikan tampil tanpa sang kapten andalan, Lautaro Martinez. Striker mematikan asal Argentina tersebut harus menepi akibat cedera, meninggalkan lubang besar di lini serang. Marcus Thuram dinilai masih kurang agresif, sementara penyerang muda Francesco Pio Esposito meski menunjukkan perkembangan positif, belum sepenuhnya efektif menjadi mesin gol utama. Situasi ini mengharuskan tuan rumah menang dengan selisih tiga gol melawan tim yang sangat terorganisir.
Kendati dihadapkan pada misi yang nyaris mustahil, optimisme jelang laga Inter Milan vs Bodo Glimt tetap membara di kubu raksasa Italia tersebut. Setidaknya ada tiga faktor kunci yang membuat publik Giuseppe Meazza yakin comeback dramatis bisa terjadi. Pertama adalah tuah magis stadion San Siro yang kerap menjadi saksi bisu malam bersejarah Eropa. Kedua, DNA juara sang pelatih, Cristian Chivu, yang pernah mengangkat trofi Liga Champions 2010 bersama Inter. Terakhir adalah performa on fire Federico Dimarco yang sukses mencetak satu gol dan delapan assist dalam lima laga terakhir Serie A.
Kemarahan Chivu dan Peringatan Keras Dimarco
Suhu jelang pertandingan semakin memanas akibat provokasi dari luar lapangan. Pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen, sempat melontarkan komentar provokatif tentang San Siro. Tak hanya itu, Cristian Chivu juga merespons dengan sangat tegas pertanyaan seorang jurnalis Norwegia yang menyiratkan bahwa Inter seharusnya merasa malu jika tersingkir oleh klub dari kota berpenduduk 50.000 jiwa tersebut.
Mantan bek tangguh asal Rumania itu menegaskan bahwa dalam sepak bola tidak ada istilah memalukan selama tim telah berjuang maksimal. Chivu mengkritik keras sikap jurnalis yang merendahkan klubnya dan menekankan pentingnya rasa hormat dalam kompetisi. Ia sadar betul kualitas lawan yang sukses menumbangkan raksasa Eropa lainnya. Lebih lanjut, Chivu juga pasang badan membela bek Alessandro Bastoni yang kerap menjadi sasaran empuk kritik media lokal, sekaligus menunjukkan soliditas mentalitas skuadnya yang tak tergoyahkan.
Sementara itu, Federico Dimarco dalam sesi konferensi pers mengakui kualitas permainan tim tamu setara dengan tim-tim tangguh di kasta tertinggi Italia. Bek sayap kiri ini menyoroti kewajiban moral skuad Nerazzurri untuk mencetak gol cepat guna memecah konsentrasi lawan. Absennya Lautaro membuat Dimarco diprediksi akan menjadi tumpuan utama serangan melalui umpan silang akurat dan tembakan spekulasi jarak jauhnya.
Baca Juga: Terbit Perwali, Inspektorat Daerah Kota Blitar Makin Leluasa Beri Sanksi ASN Tak Tertib
Angin Segar Kembalinya Dumfries dan Rencana Perombakan Skuad
Kabar baik menghampiri ruang ganti tuan rumah dengan pulihnya bek sayap kanan andalan, Denzel Dumfries. Pemain asal Belanda ini sembuh lebih cepat dari perkiraan awal usai dibekap cedera pergelangan kaki serius selama tiga bulan. Meski diprediksi belum akan tampil sebagai starter penuh waktu, kehadiran Dumfries di bangku cadangan memberikan dimensi fisik dan kecepatan ekstra yang krusial pada babak kedua.
Di luar ketegangan fase gugur Eropa, manajemen klub juga disibukkan dengan rencana cuci gudang pada bursa transfer musim panas mendatang. Fokus utama perombakan ada di sektor pertahanan dan penjaga gawang seiring rencana kepergian Yann Sommer di akhir musim. Beberapa nama bek tangguh mulai masuk radar incaran, termasuk Tarik Muharemovic dari Sassuolo dan Oumar Solet yang tampil impresif bersama Udinese.
Langkah perombakan ini juga berdampak pada nasib Benjamin Pavard. Bek asal Prancis tersebut kemungkinan besar akan dimasukkan ke daftar jual jika Olympique Marseille tidak mengaktifkan klausul pembelian permanen senilai 15 juta Euro. Penurunan performa Pavard membuat manajemen lebih condong untuk mempermanenkan status Manuel Akanji pada bulan Juni mendatang. Penjualan Pavard di usianya yang menginjak 29 tahun diharapkan mampu menyuntikkan dana segar demi memuluskan ambisi membangun benteng pertahanan baru yang lebih kokoh musim depan. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.