BLITAR KAWENTAR – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan kabar mengejutkan mengenai nasib Persib Bandung di ajang AFC Champions League 2 (ACL2) musim 2025/2026. Beredar narasi viral yang menyebutkan bahwa klub asal Thailand, Ratchaburi FC didiskualifikasi oleh AFC setelah terbukti melakukan kecurangan sistemik saat menghadapi Maung Bandung di babak 16 besar.
Dalam unggahan video yang viral tersebut, disebutkan bahwa Presiden AFC telah mengambil keputusan ekstrem untuk mencoret Ratchaburi FC dari kompetisi. Alasan yang mencuat adalah adanya manipulasi teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang sengaja menguntungkan tim Thailand tersebut. Kabar ini pun langsung memicu euforia di kalangan pendukung yang berharap Persib Bandung lolos otomatis ke babak perempat final.
Penelusuran Fakta dan Status Resmi AFC
Namun, berdasarkan penelusuran mendalam Tim Blitar Kawentar, kabar mengenai diskualifikasi Ratchaburi FC dan lolosnya Persib Bandung lolos ke babak final ACL2 musim 2025/2026 dipastikan tidak benar atau hoaks. Hingga saat ini, tidak ada pengumuman resmi dari Asian Football Confederation (AFC) maupun FIFA terkait sanksi disiplin terhadap klub Thailand tersebut.
Nama Ratchaburi FC masih tercatat secara legal sebagai tim yang melaju ke fase berikutnya sesuai hasil resmi babak 16 besar. Informasi yang mengeklaim adanya sidang darurat di Kuala Lumpur maupun tangisan pelatih Ratchaburi FC akibat sanksi tersebut tidak memiliki dasar administratif yang valid dari otoritas sepak bola Asia.
Analisis Statistik dan Regulasi Kompetisi
Secara statistik pertandingan, Persib Bandung sebenarnya telah tersingkir melalui hasil agregat yang sah. Pada leg pertama, Ratchaburi FC sukses menundukkan Persib dengan skor telak 3-0. Sementara pada leg kedua yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Persib hanya mampu menang tipis 1-0.
Dengan demikian, agregat akhir adalah 3-1 untuk keunggulan Ratchaburi FC. Margin tiga gol pada pertemuan pertama menjadi faktor penentu eliminasi Maung Bandung dari ajang bergengsi level Asia tersebut. Berdasarkan regulasi kompetisi AFC, hasil di lapangan hanya dapat diubah apabila ditemukan pelanggaran administratif berat seperti penggunaan pemain ilegal atau pengaturan skor yang dibuktikan melalui dokumen resmi, bukan sekadar spekulasi media sosial.
Isu Manipulasi VAR Tidak Terbukti
Terkait isu manipulasi VAR yang disebut-sebut menjadi penyebab Ratchaburi FC didiskualifikasi, hingga kini tidak ditemukan bukti audio maupun visual yang menunjukkan adanya intervensi ilegal terhadap perangkat pertandingan. Sesuai protokol AFC, keputusan wasit bersifat final kecuali terdapat kesalahan administratif yang fatal.
Hingga berita ini diturunkan, hasil babak 16 besar ACL2 tetap dinyatakan sah. Persib Bandung dipastikan tidak melaju ke babak perempat final karena kalah secara agregat gol, dan tidak ada dokumen resmi AFC yang membatalkan hasil pertandingan tersebut. Masyarakat diharapkan tetap kritis dalam menyaring informasi viral yang tidak bersumber dari rilis resmi klub maupun federasi.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.