BLITAR KAWENTAR – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan kabar mengejutkan mengenai nasib Persib Bandung di ajang ACL2 musim 2025/2026. Beredar narasi yang menyebutkan bahwa klub asal Thailand, Ratchaburi FC, resmi dijatuhi sanksi diskualifikasi oleh FIFA dan AFC akibat dugaan kecurangan saat melawan Maung Bandung. Isu tersebut mengklaim adanya manipulasi teknologi VAR yang membuat Presiden FIFA murka hingga memberikan tiket otomatis bagi Persib Bandung untuk melaju ke babak selanjutnya.
Kabar yang viral melalui unggahan video tersebut menarasikan adanya sidang luar biasa di Zurich dan Kuala Lumpur. Disebutkan bahwa ditemukan bukti kuat pelanggaran integritas pertandingan yang menyebabkan Ratchaburi FC dilarang tampil di kompetisi Asia selama dua musim. Namun, benarkah klaim yang menghebohkan pendukung setia sepak bola tanah air tersebut?
Baca Juga: Pelataran Akhir Pekan Kantor Pertanahan Kota Blitar, Solusi Urus Sertifikat Tanpa Ganggu Jam Kerja
Penelusuran Fakta: Tidak Ada Sanksi dari AFC maupun FIFA
Berdasarkan penelusuran mendalam Tim Blitar Kawentar, kabar mengenai diskualifikasi Ratchaburi FC dan lolosnya Persib Bandung ke babak final atau fase berikutnya dipastikan tidak benar atau hoaks. Hingga saat ini, tidak ada pengumuman resmi dari Asian Football Confederation (AFC) maupun FIFA terkait sanksi disiplin berat terhadap klub berjuluk The Dragons tersebut.
Nama Ratchaburi FC masih tercatat secara sah sebagai tim yang melaju ke fase berikutnya dalam dokumen resmi kompetisi. Informasi yang beredar di platform YouTube dan media sosial lainnya mengenai intervensi langsung Presiden FIFA terhadap hasil pertandingan di babak 16 besar ini tidak memiliki dasar keputusan administratif yang valid.
Baca Juga: Kajian Puasa Ramadan di Masjid Jami Baitul Quddus Wonodadi Blitar yang Diikuti Kalangan Remaja
Statistik Agregat: Persib Bandung Kalah Secara Sportif
Merujuk pada data resmi pertandingan, Persib Bandung dipastikan tersingkir dari kompetisi ACL2 setelah kalah dalam perolehan agregat gol. Pada pertandingan leg pertama, Ratchaburi FC berhasil unggul telak dengan skor 3-0 atas Pangeran Biru.
Meskipun pada leg kedua Persib Bandung mampu memberikan perlawanan sengit dan menang 1-0 di kandang, hasil tersebut tidak cukup untuk membalikkan keadaan. Dengan agregat akhir 3-1, wakil Thailand tersebut secara regulasi berhak melangkah ke babak perempat final. Selisih tiga gol pada pertemuan pertama menjadi faktor penentu eliminasi Persib dari kejuaraan antar-klub Asia tersebut.
Spekulasi VAR dan Regulasi Disiplin
Munculnya isu liar ini diduga dipicu oleh spekulasi suporter terkait beberapa keputusan wasit dan penggunaan VAR dalam pertandingan yang dianggap kontroversial. Namun, perlu ditegaskan bahwa dalam regulasi AFC, kesalahan interpretasi wasit atau VAR tidak secara otomatis berujung pada diskualifikasi sebuah klub.
"Perubahan hasil pertandingan hanya dapat terjadi apabila ditemukan pelanggaran administratif berat, seperti penggunaan pemain ilegal atau manipulasi dokumen yang terbukti secara hukum," sebagaimana tercantum dalam pedoman kompetisi.
Sampai detik ini, tidak ditemukan bukti autentik maupun pernyataan resmi dari otoritas sepak bola tertinggi yang membatalkan hasil laga tersebut. Dengan demikian, status Persib Bandung di ACL2 musim ini tetap dinyatakan terhenti di babak 16 besar sesuai dengan hasil di lapangan.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.