JAKARTA - Daftar lengkap pemain All England 2026 Super 1000 resmi dirilis. Turnamen bulu tangkis tertua dan paling prestisius di dunia itu akan digelar pada 3–8 Maret 2026 di Birmingham, Inggris. Sejumlah pemain top dunia dipastikan tampil, termasuk wakil Indonesia yang siap berburu gelar di ajang level Super 1000 tersebut.
All England 2026 menjadi salah satu turnamen paling dinanti dalam kalender BWF World Tour. Persaingan di setiap sektor dipastikan berlangsung ketat karena hampir seluruh pemain elite dunia masuk dalam daftar peserta. Dari tunggal putra hingga ganda campuran, komposisi undangan menunjukkan kualitas turnamen ini tetap berada di level tertinggi.
Pada sektor tunggal putra All England 2026, Indonesia menurunkan dua wakil yakni Jonatan Christie dan Alwi Farhan. Jonatan akan menghadapi persaingan berat dari nama-nama besar seperti Shi Yuqi (China), Kunlavut Vitidsarn (Thailand), Anders Antonsen (Denmark), hingga Loh Kean Yew (Singapura)
Tunggal Putra dan Putri: Persaingan Elite Dunia
Sektor tunggal putra menjadi salah satu yang paling kompetitif di All England 2026. Selain Jonatan, hadir pula pemain-pemain papan atas seperti Lee Shifeng (China), Chen Tien Chen (Chinese Taipei), hingga Koki Watanabe (Jepang). Turnamen di Birmingham ini kerap menghadirkan kejutan, mengingat tekanan atmosfer dan sejarah panjangnya.
Di tunggal putri, Indonesia mengandalkan Putri Kusuma Wardani. Ia akan berhadapan dengan jajaran pemain elite seperti An Se Young (Korea Selatan), Chen Yufei (China), Akane Yamaguchi (Jepang), hingga Ratchanok Intanon (Thailand).
Putri KW diharapkan mampu mencuri perhatian, meski jalur menuju podium dipastikan tidak mudah. Konsistensi dan ketahanan mental menjadi kunci untuk bersaing di level Super 1000.
Ganda Putra: Andalan Tradisional Indonesia
Di sektor ganda putra All England 2026, Indonesia menurunkan beberapa pasangan kuat. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi salah satu andalan. Selain itu, Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, hingga Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat turut memperkuat skuad Merah Putih.
Mereka akan bersaing dengan pasangan top dunia seperti Kim Won Ho/Seo Seung Jae (Korea Selatan), Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia), hingga Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang).
Tradisi Indonesia di ganda putra All England cukup kuat. Sektor ini kerap menjadi penyumbang gelar bagi Merah Putih dalam sejarah panjang turnamen tersebut.
Ganda Putri dan Campuran: Misi Tembus Final
Pada sektor ganda putri, Indonesia menurunkan beberapa pasangan, termasuk Siti Fadia Silva Ramadanti/Amalia Cahaya Pratiwi serta Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Mereka akan menghadapi dominasi pasangan China, Jepang, dan Korea Selatan.
Nama-nama seperti Liu Sheng Shu/Tan Ning (China), Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (Jepang), serta Baek Ha Na/Lee So Hee (Korea Selatan) menjadi lawan berat yang harus diantisipasi.
Di ganda campuran, Indonesia mengandalkan Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu serta Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Sektor ini dipenuhi pasangan unggulan dunia seperti Feng Yanzhe/Huang Dongping (China) dan Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran (Thailand).
Tantangan di Birmingham
All England bukan sekadar turnamen biasa. Atmosfer Utilita Arena Birmingham kerap menghadirkan tekanan berbeda bagi pemain. Faktor pengalaman dan mental juara menjadi penentu.Baca Juga: Red Sparks Kangen Megawati, Momen Haru Reuni dengan Eks Rekan Korea Bikin Fans Terharu
Bagi Indonesia, All England 2026 menjadi momentum penting untuk menunjukkan daya saing di level tertinggi. Dengan komposisi pemain yang diturunkan, peluang terbuka terutama di sektor ganda putra dan potensi kejutan dari tunggal putra.
Publik bulu tangkis Tanah Air berharap wakil Indonesia mampu mengulang kejayaan masa lalu di turnamen yang telah menjadi bagian dari sejarah olahraga dunia itu. Semua mata kini tertuju pada Birmingham, tempat di mana para pemain terbaik dunia akan bertarung memperebutkan mahkota juara All England 2026.
Editor : Anggi Septian A.P.