Update Persib Bandung: Maung Bandung Mengamuk di GBLA, Puncak Klasemen Dingin dan Ranking Liga Indonesia Melonjak!
Oksania Difa Ilmada• Jumat, 27 Februari 2026 | 13:15 WIB
Cek update Persib Bandung terbaru! Kemenangan spektakuler di GBLA bawa Persib pimpin klasemen, hingga pujian Vujovic untuk kematangan Beckham Putra.
BLITAR - Persib Bandung benar-benar menunjukkan taringnya sebagai penguasa sepak bola tanah air saat ini. Dalam laga terbaru yang menggetarkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), skuad asuhan Bojan Hodak tampil kesetanan dengan membantai Madura United lewat skor telak 5-0. Kemenangan fantastis ini tidak hanya memuaskan dahaga puluhan ribu Bobotoh yang hadir langsung, tetapi juga menjadi pesan tegas bagi para rival bahwa Maung Bandung siap menerkam siapa pun demi mempertahankan takhta juara BRI Super League 2025/2026.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persib langsung tancap gas dengan determinasi tinggi. Serangan demi serangan yang tersusun rapi membuat lini pertahanan Laskar Sape Kerrab kocar-kacir tak berkutik. Kombinasi umpan cepat dan penyelesaian akhir yang klinis menjadi pemandangan indah di sepanjang laga. Update Persib Bandung ini memastikan posisi mereka semakin kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 53 poin, unggul dari Persija Jakarta (50 poin) dan Borneo FC (49 poin). Puncak klasemen kini terasa sangat dingin bagi sang Pangeran Biru.
Efek Domino Persib: Liga Indonesia Naik Kelas di Asia
Keberhasilan Persib Bandung musim ini ternyata membawa dampak luar biasa bagi wajah sepak bola Indonesia di mata internasional. Berdasarkan rilis resmi AFC, ranking kompetisi Liga Indonesia melonjak drastis sebanyak tujuh tingkat. Saat ini, Liga Indonesia menempati posisi ke-18 Asia dengan koleksi 26,99 poin, meningkat jauh dari posisi ke-25 pada periode sebelumnya. Ini merupakan pencapaian poin tertinggi sejak tahun 2017.
AFC bahkan secara khusus memberikan pujian atas peningkatan signifikan ini. Faktor utama lonjakan prestasi ini adalah keberhasilan Persib Bandung menembus babak 16 besar AFC Champions League 2 (ACL 2), ditambah konsistensi Dewa United di AFC Challenge League. Dengan berada di posisi ke-18, Indonesia kini melampaui Hong Kong dan berpeluang besar mendapatkan tambahan slot untuk kompetisi Asia pada musim 2027 mendatang. Kebangkitan Maung Bandung di level kontinental terbukti menjadi katalisator bagi kemajuan sepak bola nasional.
Di tengah performa tim yang menggila, sosok Beckham Putra Nugraha mencuri perhatian khusus. Gelandang muda didikan asli Persib ini menunjukkan grafik permainan yang terus meningkat. Beckham bukan lagi sekadar pemain muda potensial, melainkan jenderal lapangan tengah yang matang dalam mengambil keputusan. Visinya yang tajam dan mobilitas tinggi membuat sektor serangan Persib selalu hidup, baik saat ia bermain sebagai starter maupun masuk dari bangku cadangan.
Legenda Persib, Vladimir Vujovic, mengaku tidak kaget dengan perkembangan pesat Beckham. "Flado" mengungkapkan bahwa ia sudah mencium talenta besar Beckham sejak 2016. Bahkan, saat itu Vujovic sempat menyarankan pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, untuk memanggil Beckham meski usianya masih sangat muda dan fisiknya belum seideal sekarang. Transformasi fisik dan mental Beckham kini menjadikannya pilar tak tergantikan di Persib sekaligus langganan skuad Garuda di bawah arahan pelatih baru.
Selain fokus di klub, kapten Persib Bandung, Marc Klok, juga memberikan pandangannya terkait persiapan Timnas Indonesia menghadapi FIFA Series Maret 2026. Klok merasa sangat antusias menyambut debut pelatih baru, John Herdman, yang akan memimpin skuad Garuda di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Menurut Klok, ajang ini adalah momentum krusial untuk membangun chemistry baru dan memahami filosofi permainan yang diusung staf kepelatihan anyar.
Indonesia yang tergabung bersama Bulgaria, Saint Kitts and Nevis, serta Kepulauan Solomon, ditargetkan keluar sebagai juara grup. Klok menegaskan bahwa dengan bermain di rumah sendiri, tidak ada alasan untuk tidak meraih hasil maksimal. Semangat juara yang ia bawa dari Persib diharapkan mampu menular ke seluruh skuad Timnas. Persaingan di level klub yang kompetitif terbukti telah meningkatkan level kepercayaan diri para pemain untuk berbicara banyak di panggung internasional. (*)