BLITAR - Turnamen bulu tangkis bergengsi BWF World Tour Super 300, Jerman Open 2026, terus menyajikan drama dan kejutan di babak 16 besar. Pertandingan yang berlangsung pada Kamis, 26 Februari 2026, menjadi panggung bagi para pebulu tangkis non-unggulan untuk unjuk gigi. Kejutan paling mencolok datang dari sektor ganda campuran dan ganda putri yang melibatkan wakil Indonesia dalam perburuan gelar juara di Westenergie Sporthalle, Mülheim.
Salah satu sorotan utama dalam hasil Jerman Open 2026 hari ini adalah kemenangan dramatis pasangan ganda campuran "lintas negara", Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja. Meski secara peringkat terpaut jauh, pasangan yang menempati ranking 190 dunia ini berhasil menjungkalkan raksasa asal Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Bøje. Kemenangan ini membuktikan bahwa determinasi di lapangan mampu meruntuhkan dominasi pemain papan atas dunia.
Tidak hanya di sektor ganda campuran, kabar gembira juga datang dari sektor ganda putri. Pasangan Amalia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadanti sukses mengamankan tiket perempat final Jerman Open 2026 setelah tampil dominan. Keberhasilan ini menjadi oase di tengah gugurnya beberapa wakil unggulan lainnya yang harus angkat koper lebih awal dari turnamen pembuka tur Eropa tahun ini.
Baca Juga: Pelayanan BPN Kota Bandung hingga Jakarta Timur Dipuji, Sertifikat Terbit 2 Hari dan One Day Service
Drama Ganda Campuran: Terry/Gloria Singkirkan Unggulan Denmark
Pertarungan antara Terry/Gloria melawan pasangan Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Bøje, berlangsung sangat sengit hingga memaksa terjadinya rubber game. Menempati ranking 9 dunia, pasangan Denmark sebenarnya lebih diunggulkan di atas kertas. Namun, Terry/Gloria tampil tanpa beban dan menutup gim pertama dengan skor tipis 21-19.
Meski sempat kehilangan gim kedua dengan skor 15-21, pasangan Singapura-Indonesia ini bangkit secara luar biasa di gim penentuan. Mereka tampil menekan dan tak membiarkan lawan mengembangkan permainan, hingga akhirnya mengunci kemenangan di gim ketiga dengan skor telak 21-11. Kemenangan ini sekaligus menjadi sinyal bahaya bagi lawan-lawan mereka di babak selanjutnya.
Dominasi Amalia/Fadia dan Gugurnya Lani/Apriani
Di sektor ganda putri, Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadanti tampil sangat klinis. Menghadapi unggulan kedua asal Cina Taipei, Hsu Ya Ching/Lin Wan Ching, Amalia/Fadia hanya butuh dua gim langsung untuk menang. Dengan skor identik 21-13 dan 21-14, mereka menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pasangan yang patut diperhitungkan dalam perebutan podium juara.
Sayangnya, langkah manis tersebut gagal diikuti oleh pasangan Lani Tria Mayasari/Apriani Rahayu. Lani/Apriani harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe. Pertandingan berakhir dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 17-21 untuk kemenangan Jepang. Kekalahan ini tentu menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih mengingat potensi besar yang dimiliki pasangan ini.
Kejutan Besar: Unggulan Utama Malaysia Tumbang
Guncangan terbesar di babak 16 besar terjadi pada sektor ganda putra. Unggulan pertama sekaligus peringkat dua dunia asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, secara mengejutkan takluk dari pasangan peringkat 89 dunia asal Prancis, Julien Maio/William Villeger. Aaron/Soh menyerah dua gim langsung 15-21 dan 22-24, hasil yang praktis mengubah peta persaingan ganda putra di turnamen ini.
Setelah gelaran Jerman Open 2026 usai, para atlet dunia telah ditunggu oleh rentetan jadwal padat. Agenda terdekat adalah turnamen legendaris All England Open 2026 (Super 1000) yang akan digelar pada 3-8 Maret, disusul oleh Swiss Open dan Orleans Masters. Selain itu, pecinta bulu tangkis dunia juga menantikan ajang prestisius Thomas dan Uber Cup 2026 yang akan berlangsung di Denmark pada akhir April mendatang. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.