Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sianipar: Indonesia Punya Potensi Besar, Saatnya Futsal Kuasai Dunia dan Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2028

Muhammad Adib Falih Rifly • Jumat, 27 Februari 2026 | 14:30 WIB

Timnas Futsal Indonesia bidik Piala Dunia 2028! Ketua FFI Michael Sianipar ungkap strategi besar dan potensi Indonesia kuasai Asia Tenggara.
Timnas Futsal Indonesia bidik Piala Dunia 2028! Ketua FFI Michael Sianipar ungkap strategi besar dan potensi Indonesia kuasai Asia Tenggara.

BLITAR - Gebrakan besar sedang dipersiapkan oleh Federasi Futsal Indonesia (FFI) untuk membawa olahraga ini ke level yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Ketua Umum FFI, Michael Sianipar, menyatakan keyakinannya bahwa dalam kurun waktu 20 hingga 30 tahun ke depan, futsal Indonesia akan mendominasi tidak hanya di level Asia Tenggara, tetapi juga merambah panggung dunia.

Keyakinan ini bukan tanpa alasan. Michael mengungkapkan bahwa tokoh-tokoh futsal dunia, termasuk Jose Tirado yang merupakan pemilik klub futsal terbaik di Spanyol, mengakui bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa. Menurutnya, Timnas Futsal Indonesia saat ini berada di jalur yang tepat untuk "naik kelas" dan menjadi kekuatan utama yang disegani di kancah internasional.

"Kalian orang Indonesia mungkin belum sadar seberapa besar potensi futsal kalian. Ini adalah tantangan bagi kita semua agar tidak cepat puas di dalam 'tempurung' sendiri. Dunia ini luas, dan saya yakin kita bisa berada di level tertinggi itu," ujar Michael dalam sebuah wawancara mendalam baru-baru ini.

Baca Juga: Cara Mengganti Sertifikat Tanah Fisik Menjadi Elektronik, Ini Tata Caranya

Misi Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2028

Salah satu target jangka pendek yang paling ambisius adalah ambisi Indonesia untuk melakukan bidding sebagai tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028. Michael menjelaskan bahwa surat ketertarikan (Letter of Interest) sudah dikirimkan melalui PSSI, dengan dukungan penuh dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

Meskipun persaingan akan sangat ketat karena negara-negara besar seperti Maroko, Argentina, dan Spanyol juga tertarik, Indonesia memiliki modal kuat. Antusiasme suporter Indonesia yang luar biasa saat gelaran internasional sebelumnya menjadi argumen terkuat yang akan dibawa ke hadapan FIFA. FFI ingin menunjukkan bahwa momentum futsal di Asia, khususnya Indonesia, sedang berada di titik tertinggi.

"Kita ingin membangun argumen bahwa Asia harus diberi kesempatan lebih. Jika sepak bola didominasi Eropa dan Amerika Selatan, maka futsal harus menjadikan Asia sebagai kekuatan utama dunia. Dan itu dimulai dengan membawa Piala Dunia ke Indonesia," tegasnya.

Baca Juga: Hotline WhatsApp Pengaduan ATR/BPN Diperkuat, Respons Aduan Masyarakat Diminta Lebih Cepat

Sinergi Erat Futsal dan Sepak Bola

Dalam upaya memajukan ekosistem ini, Michael menekankan pentingnya sinergi antara futsal dan sepak bola. Ia meluruskan pandangan yang sering membenturkan kedua cabang olahraga ini. Baginya, futsal adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sepak bola, berkaca pada kesuksesan negara-negara seperti Brasil, Spanyol, dan Portugal di mana banyak bintang besar sepak bola dunia mengawali karier mereka dari lapangan futsal.

Dukungan dari PSSI pun kini semakin nyata. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, futsal Indonesia mendapatkan bantuan dana APBN pada tahun 2024 melalui koordinasi dengan PSSI. Hal ini membuktikan bahwa hubungan mutualisme antara FFI dan PSSI berjalan sangat baik demi kemajuan prestasi nasional.

"Kalau sepak bola Indonesia mau maju, mereka juga butuh futsal. Begitu pun sebaliknya. Kita butuh PSSI karena ekosistem FIFA mengharuskan itu. Ini adalah hubungan yang saling menguntungkan, bukan untuk dibanding-bandingkan atau dibenturkan," tambahnya.

Baca Juga: KKNP-PTLP Dukung Pemutakhiran Data Digital Pertanahan di Kabupaten Batang, Taruna STPN Turun Tangan

Persiapan Timnas dan Program Internasional

Menuju target 2028, FFI telah merancang serangkaian program strategis bagi Timnas Futsal Indonesia. Salah satunya adalah rencana untuk menarik gelaran Piala AFF ke Indonesia selama tiga edisi berturut-turut. Tujuannya adalah untuk membiasakan pemain bermain di bawah tekanan suporter sekaligus menguji kesiapan federasi sebagai penyelenggara.

Selain itu, FFI berencana mengundang negara-negara kuat dengan peringkat di atas Iran untuk bertanding dalam Four Nations World Series atau agenda FIFA Matchday. Michael terinspirasi oleh Federasi Spanyol yang sudah memiliki perencanaan jadwal pertandingan hingga dua tahun ke depan.

"Kita harus terbiasa dengan level dunia. Kita akan mengundang mereka ke sini, atau kita yang berangkat ke sana untuk melatih mental pemain saat bermain di kandang lawan (away). Mentalitas ini penting agar kita tidak hanya jago saat didukung suporter sendiri," jelas Michael.

Baca Juga: Wamen Ossy Dukung GALANG RTHB, Strategi Pembangunan Berkelanjutan Menuju 30 Persen Ruang Terbuka

Futsal Adalah Milik Masyarakat

Menutup pernyataannya, Michael Sianipar mengingatkan bahwa keberhasilan futsal bukan semata-mata karena kerja federasi. Keberhasilan Timnas Futsal Indonesia adalah hasil dari ekosistem yang luas, mulai dari pemilik klub, akademi, sekolah, hingga orang tua pemain dan para suporter setia.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tetap rendah hati dan terus membuka diri terhadap masukan dari pihak luar. Menurutnya, federasi hanyalah pihak yang mengadministrasikan, sementara pemilik asli futsal adalah seluruh rakyat Indonesia yang mencintai olahraga ini. Dengan visi yang sama, bendera Merah Putih diyakini akan berkibar di podium tertinggi futsal dunia dalam waktu dekat. (*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#Piala Dunia 2028 #ffi #timnas futsal indonesia #PSSI #michael sianipar