BLITAR - Gebrakan besar tengah disiapkan oleh Federasi Futsal Indonesia (FFI) di bawah kepemimpinan Michael Sianipar. Setelah sukses menembus final Piala Asia dan meraih prestasi gemilang di level regional, Timnas Futsal Indonesia kini membidik target yang lebih tinggi: menjadi kekuatan utama di level dunia.
Dalam sebuah diskusi mendalam di kanal YouTube Offside Duo bersama Coach Justin dan Panji Suryono, Michael Sianipar memaparkan visi besar dan tantangan yang dihadapi ekosistem futsal tanah air. Menurutnya, kesuksesan yang diraih saat ini bukanlah akhir, melainkan awal dari transformasi panjang untuk membawa Indonesia bersaing dengan raksasa dunia seperti Brasil dan Iran.
Strategi Abroad: Kunci Naik Kelas Timnas Futsal Indonesia
Salah satu poin krusial yang ditegaskan Michael adalah pentingnya pemain Indonesia untuk berkarier di luar negeri (abroad). Michael mengungkapkan bahwa pasca kesuksesan di Piala Asia, profil pemain Indonesia mulai masuk radar klub-klub elite Eropa.
Baca Juga: Contoh Sertifikat Tanah Elektronik: Ini Bentuk dan Cara Aksesnya Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku
"Mr. Jose Tirado (owner Palma Futsal Spanyol) menyebutkan sudah ada 10 klub lebih dari Spanyol, Portugal, hingga Prancis yang menanyakan profil pemain kita. Jika ingin naik kelas, kita tidak boleh menjadi katak dalam tempurung. Kita harus mendukung atlet terbaik kita terbiasa di level dunia," ujar Michael.
Langkah ini dianggap vital untuk mengatasi gap fisik yang selama ini menjadi kendala saat berhadapan dengan tim-tim seperti Iran. Berdasarkan statistik, pemain tingkat dunia memiliki intensitas sprint dua kali lipat dibanding pemain lokal, sebuah tantangan yang hanya bisa dijawab dengan jam terbang internasional dan pola latihan profesional di liga top dunia.
Inovasi Liga: Kehadiran PFL 2 dan Operator Profesional
Di sisi domestik, FFI melakukan reformasi struktur kompetisi dengan memperkenalkan PFL 2 (Liga 2 Futsal). Inovasi ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara Liga Nusantara (Linus) yang bersifat amatir dengan Professional Futsal League (PFL) yang sangat kompetitif.
Michael menjelaskan bahwa transisi dari Linus ke PFL sering kali membuat klub promosi langsung terdegradasi karena ketidaksiapan finansial dan teknis. Dengan adanya PFL 2, klub akan melalui proses lisensi yang lebih ketat untuk memastikan keberlanjutan industri futsal. Selain itu, pembentukan PT Kompetisi Futsal Indonesia (KFI) sebagai operator liga diharapkan mampu meningkatkan nilai komersial futsal Indonesia.
Bidding Tuan Rumah Piala Dunia 2028
Target jangka pendek yang paling ambisius adalah ambisi Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028. Michael optimis momentum antusiasme suporter Indonesia yang mampu memenuhi Indonesia Arena akan menjadi nilai tawar tinggi di mata FIFA.
"Antusiasme kita jauh melampaui rata-rata penonton di Copa America atau Euro Futsal. Kami berencana menggalang dukungan dari 30 negara Asia dan 20 negara non-Asia untuk mendukung bidding ini," tambahnya.
Baca Juga: Cara Mengganti Sertifikat Tanah Fisik Menjadi Elektronik, Ini Tata Caranya
Coach Justin juga memberikan catatan penting bahwa FFI perlu terus membangun engagement yang konsisten dengan netizen agar euforia futsal tidak hanya muncul saat momen juara, tetapi menjadi gaya hidup yang berkelanjutan bagi masyarakat luas. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.