Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ricuh! 50 Ribu Massa Kepung Milan Protes Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina, Warga Ngamuk Biaya Hidup dan Harga Sewa Rumah Makin Gila

Saifullah Muhammad Jafar • Jumat, 27 Februari 2026 | 16:15 WIB

Demo besar hantam Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina. 50 ribu warga protes mahalnya biaya hidup dan kerusakan lingkungan di Italia. Cek d
Demo besar hantam Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina. 50 ribu warga protes mahalnya biaya hidup dan kerusakan lingkungan di Italia. Cek d

BLITAR - Gelombang protes besar-besaran mengguncang Kota Milan, Italia, pada Sabtu malam waktu setempat. Ribuan orang dilaporkan turun ke jalan untuk menyuarakan kemarahan mereka terhadap penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina. Aksi yang awalnya berlangsung damai tersebut berubah menjadi ketegangan tinggi ketika massa mulai terlibat bentrok dengan aparat keamanan di tengah kekhawatiran masyarakat akan dampak ekonomi dan lingkungan yang ditimbulkan oleh ajang internasional tersebut.

Ketegangan mewarnai aksi unjuk rasa saat polisi anti-huru-hara terpaksa mendorong mundur para pengunjuk rasa yang mulai bertindak anarkis. Massa terlihat menyalakan kembang api dan melemparkan bom asap sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap lebih memprioritaskan pesta olahraga daripada kesejahteraan rakyat. Demonstrasi ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang menentang dampak lingkungan, ekonomi, dan sosial dari Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina yang dinilai hanya membebani masyarakat kelas menengah ke bawah.

Pihak berwenang mencatat ada lebih dari 50.000 orang yang memadati jalanan pada hari pertama penyelenggaraan tersebut. Mereka secara lantang memprotes mahalnya biaya perumahan dan meningkatnya kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan yang masif akibat pembangunan infrastruktur baru. Isu keberlanjutan menjadi poin utama yang disuarakan, mengingat proyek-proyek besar untuk Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina dianggap tidak sejalan dengan komitmen perlindungan ekosistem di wilayah pegunungan Italia.

Baca Juga: Daftar Lengkap Pemain All England 2026 Super 1000: Jonatan Christie, Fajar/Fikri hingga Fadia/Amalia Siap Tempur di Birmingham

Ledakan Properti dan Ketimpangan Sosial

Pawai besar ini diorganisasi oleh koalisi serikat akar rumput, kelompok pembela hak perumahan, serta aktivis komunitas pusat sosial. Dalam orasinya, mereka menyoroti model pembangunan kota yang dianggap semakin tidak berkelanjutan. Lonjakan harga sewa rumah di Milan telah mencapai titik tertinggi, menciptakan jurang ketimpangan sosial yang kian melebar. Para aktivis menyebut bahwa ajang olimpiade kali ini adalah puncak dari penderitaan warga lokal setelah satu dekade ledakan properti yang dimulai sejak World Expo 2015.

Kondisi ekonomi warga semakin terhimpit oleh biaya hidup yang melonjak tajam. Di sisi lain, skema pajak Italia yang dirancang untuk menarik warga kaya baru, ditambah dengan dampak Brexit yang mendorong masuknya para profesional keuangan ke Milan, semakin memperparah situasi. Warga lokal merasa terasing di kota mereka sendiri karena harga properti yang kini hanya bisa dijangkau oleh kaum elite dan ekspatriat.

Baca Juga: Daftar Lengkap Pemain Indonesia di Badminton Indonesia Masters 2026 Super 500, Malaysia Open 2025 dan India Open 2026

Kritik Pemborosan Uang Publik

Sejumlah kelompok sipil juga menilai bahwa penyelenggaraan olimpiade merupakan bentuk pemborosan uang publik dan sumber daya yang tidak semestinya terjadi di tengah krisis ekonomi. Proyek infrastruktur yang dibangun khusus untuk acara ini dikritik tajam karena dinilai merusak lingkungan secara permanen, khususnya di wilayah pegunungan yang menjadi lokasi pertandingan. Mereka menuntut pemerintah untuk lebih transparan dalam penggunaan dana negara dan memberikan kompensasi nyata bagi dampak lingkungan yang timbul.

Menanggapi gelombang protes tersebut, Komite Olimpiade Internasional (IOC) memberikan pernyataan resminya. IOC mengeklaim bahwa sebagian besar pertandingan sebenarnya menggunakan fasilitas yang sudah ada, sehingga secara teori dinilai lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Namun, penjelasan ini tampaknya tidak cukup kuat untuk meredam kemarahan massa yang sudah terlanjur kecewa dengan kebijakan tata kota yang dianggap tidak memihak rakyat kecil.

Baca Juga: Daftar Lengkap Pemain Indonesia di All England Open 2026: Jonatan Christie Unggulan Keempat, Putri KW Masuk 8 Besar Seeded!

Rute Panjang Perlawanan Warga

Para pengunjuk rasa memulai aksi long march dari lapangan Meda Glede Oro yang terletak di pusat Kota Milan. Massa menempuh jarak hampir 4 kilometer dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Aksi berakhir di kawasan Corveto, sebuah wilayah kelas pekerja bersejarah di bagian tenggara kota yang selama ini menjadi simbol resistensi terhadap gentrifikasi.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di beberapa titik Kota Milan masih terpantau cukup tegang. Polisi masih bersiaga untuk mengantisipasi aksi susulan, sementara para aktivis mengancam akan terus melakukan demonstrasi selama ajang olahraga tersebut berlangsung jika tuntutan mereka terkait pengendalian harga sewa dan perlindungan lingkungan tidak segera dipenuhi oleh pemerintah Italia. (*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#Demo Milan #Krisis Properti Italia #Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina #aktivis lingkungan