Dalam aksi tersebut, massa secara spesifik menolak keras rencana keterlibatan agen dari U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE), lembaga imigrasi dan bea cukai Amerika Serikat, dalam operasi pengamanan ajang empat tahunan tersebut. Publik menilai kehadiran ICE adalah simbolisme militerisme asing yang tidak diinginkan di tanah Eropa, memicu ketakutan akan kebijakan rasis, securiter, dan represif yang selama ini melekat pada citra lembaga tersebut di AS. Gelombang penolakan ini menjadi inti dari Kontroversi Olimpiade Musim Dingin Milan 2026 yang paling krusial saat ini.
Kegaduhan ini semakin meruncing dan menambah panjang daftar panjang polemik. Salah satu demonstran, dalam orasinya menggunakan bahasa Inggris, bahkan secara ekstrem menyebut ICE sebagai "organisasi teroris" yang dikirim ke Eropa. Sentimen kemarahan publik ini mencerminkan betapa dalamnya jurang ketidakpercayaan masyarakat terhadap kebijakan imigrasi dan sistem keamanan asing yang dianggap menjajah kedaulatan Italia. Tuduhan rasisme dan fasisme yang dialamatkan pada ICE menjadi bahan bakar utama yang membakar semangat para pendemo dalam ajang Kontroversi Olimpiade Musim Dingin Milan 2026 ini.
Hadirnya Agen Imigrasi AS Memicu Ketakutan
Lebih lanjut, koordinator aksi dalam transkrip tersebut menegaskan bahwa mereka tidak merasa khawatir jika agen ICE akan melakukan penembakan secara brutal di jalanan Milan. Kekhawatiran mereka bersifat lebih simbolis namun mendalam. Kehadiran ICE dianggap sebagai bagian dari "lengan kekuasaan AS" yang telah terbukti secara historis melakukan serangkaian "kejahatan mengerikan" dalam kebijakan imigrasinya di Amerika. Publik Milan menolak kota mereka dijadikan alat legitimasi bagi kebijakan securiter yang dianggap fasis dan anti-imigrasi, yang dinilai semakin diadopsi oleh pemerintah Italia saat ini, menyamakan kebijakan domestik Italia dengan pendekatan kontroversial era pemerintahan Donald Trump di AS.
“Kami di sini untuk memanifestasikan fakta simbolis. Kehadirannya (ICE) di sini, meskipun mereka mengklaim hanya akan menyelidiki dan bukan sebagai bagian operasional, mereka tetaplah bagian dari lengan kekuasaan AS yang di Amerika telah berlumuran darah karena kejahatan mengerikan dan kebijakan rasis terhadap imigrasi,” seru seorang orator wanita dalam aksi tersebut. Mereka mengutuk pemerintah Italia yang semakin mendukung dan assimilasi kebijakan securiter ala Amerika Serikat tersebut.
Mimpi Buruk Lingkungan dan Pemborosan Uang Publik
Selain isu keamanan asing, protes meledak terkait dampak fundamental dari penyelenggaraan olimpiade itu sendiri. Massa menilai gagasan olimpiade yang indah dalam teori, di mana pada zaman kuno mampu menghentikan perang dan menjadi momen agregasi komunitas, kini telah dirusak total oleh manajemen modern yang buruk. Mereka menuduh Komite Penyelenggara Kontroversi Olimpiade Musim Dingin Milan 2026 telah menghancurkan lingkungan demi pembangunan fasilitas baru.
Pengunjuk rasa juga mengecam praktik "militerisasi kota" dengan dalih keamanan olimpiade. Isu pemborosan uang publik menjadi sorotan tajam. Ribuan orang yang turun ke jalan dalam klip tersebut, menyuarakan kemarahan atas pengeluaran anggaran negara yang masif untuk proyek-proyek infrastruktur yang dinilai hanya akan digunakan selama olimpiade, setelah itu akan terbengkalai dan menjadi "gajah putih" (karya yang tidak akan digunakan lagi), sementara kebutuhan fundamental masyarakat Italia diabaikan. Upaya perlindungan lingkungan dan hak kota (salvaguardia) kini menjadi kampanye nasional untuk melawan dampak destruktif dari Kontroversi Olimpiade Musim Dingin Milan 2026. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.