Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Klasemen Memanas! Borneo FC Terpeleset, Persaingan Juara Persija vs Persib Makin Sengit di Pucuk Super League 2025/2026

Saifullah Muhammad Jafar • Jumat, 27 Februari 2026 | 17:25 WIB

Borneo FC tumbang! Persaingan Juara Persija vs Persib di Super League 2025/2026 makin panas. Simak psywar Bojan Hodak dan Mauricio Souza di
Borneo FC tumbang! Persaingan Juara Persija vs Persib di Super League 2025/2026 makin panas. Simak psywar Bojan Hodak dan Mauricio Souza di
BLITAR - Peta persaingan di papan atas klasemen Super League 2025/2026 kembali bergejolak dan menghadirkan drama baru. Kekalahan mengejutkan yang dialami oleh Borneo FC Samarinda saat bertandang melawan Dewa United pada laga pekan ke-22 telah mengubah drastis konstelasi perebutan gelar. Momen krusial ini langsung dimanfaatkan dengan eksekusi sempurna oleh skuad Macan Kemayoran, sehingga Persaingan Juara Persija vs Persib kini menjadi sorotan utama dan perbincangan terhangat di kalangan publik sepak bola nasional.

Persija Jakarta membuktikan mentalitasnya dengan sukses mengambil alih posisi runner-up klasemen sementara. Hal ini diraih setelah mereka tampil beringas menumbangkan tuan rumah Malut United di hadapan publiknya sendiri. Rentetan hasil positif ini, yang sebelumnya juga diwarnai oleh kemenangan gemilang atas PSM Makassar, membuat Persaingan Juara Persija vs Persib semakin memanas mendekati akhir musim. Tim ibu kota kini terus memberikan tekanan psikologis yang sangat serius bagi Maung Bandung yang saat ini masih menduduki singgasana puncak klasemen.

Menanggapi Persaingan Juara Persija vs Persib yang kian sengit dan menekan ini, pelatih kepala Persib Bandung, Bojan Hodak, akhirnya angkat bicara. Juru taktik asal Kroasia tersebut sangat menyadari bahwa posisi tim asuhannya belum sepenuhnya aman dari kudeta. Terlebih lagi, Persib masih menyimpan satu laga tunda yang diprediksi akan menguras keringat, yakni bertandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda. "Saya sudah katakan berulang kali bahwa kompetisi di Indonesia sangat sulit, tak mudah untuk bermain di laga tandang, terutama ketika harus melakukan perjalanan panjang," ungkap Hodak yang menyoroti besarnya tekanan jadwal.

Baca Juga: Layanan Sertipikat Pengganti Pascabencana di Aceh Tamiang Tetap Dibuka, ATR/BPN Siapkan Posko

Respons Pragmatis Mauricio Souza Sasar Sapu Bersih

Di kubu seberang, pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, merespons dinamika perburuan gelar ini dengan sikap yang jauh lebih pragmatis dan fokus. Ia secara blak-blakan mengakui bahwa posisi Macan Kemayoran saat ini belum sepenuhnya ideal akibat berbagai kendala teknis dan badai masalah selama musim bergulir. Namun, sang arsitek menegaskan bahwa asa untuk mengunci gelar juara Super League musim ini masih terbuka sangat lebar.

"Kami telah mengalami banyak masalah selama kompetisi. Adapun tim lain, saya tidak mengendalikan mereka," ujar Souza dengan tegas seusai laga melawan Malut United. Baginya, kunci utama untuk menyalip rival abadi mereka bukanlah dengan memikirkan hasil tim lain, melainkan menjaga konsistensi dan mentalitas pemenang. "Kami harus melakukan tugas kami sendiri, terus meraih poin. Jika itu kehendak Tuhan, kami akan menjadi juara. Kami harus terus menang," tambahnya optimis. Pembuktian konsistensi tersebut akan kembali diuji saat Persija dijadwalkan menjamu tim kuat Borneo FC pada 3 Maret 2026 mendatang.

Baca Juga: ATR/BPN Serahkan 3.922 Sertipikat Tanah Pemprov DKI Jakarta, Amankan Aset Rp102 Triliun

Pasang Badan untuk Rekor Buruk Kartu Kuning Alano

Selain memanaskan tensi perebutan takhta klasemen liga, Mauricio Souza juga menyita perhatian awak media saat harus pasang badan membela pemain sayap andalannya, Alano. Pemain bernomor punggung 5 ini kerap menjadi sasaran tembak kritik tajam karena dinilai tidak mampu mengontrol emosi di atas lapangan hijau. Pada kompetisi musim ini saja, ia telah mengoleksi 11 kartu kuning, menjadikannya pemain dengan rekor kartu peringatan terbanyak di liga.

Catatan disiplin ini tentu menjadi sebuah anomali dalam taktik sepak bola modern. Secara job description, seorang winger yang bertugas membongkar pertahanan tidak seharusnya sering melakukan pelanggaran. Namun, Souza memahami bahwa tensi tinggi di lapangan kerap memancing emosi anak asuhnya, baik saat terlibat duel fisik maupun saat beradu argumen dengan wasit. Menolak menyalahkan pemainnya secara sepihak, Souza melontarkan sindiran keras kepada para pengkritik. "Kita cuma fokus ke kartu kuningnya. Apakah mau dikritik terus?" bela pelatih asal Brasil itu guna menjaga mental skuadnya. (*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#mauricio souza #Super League 2025/2026 #Persaingan Juara Persija vs Persib #klasemen liga indonesia #bojan hodak