BLITAR - Hasil race MotoGP Thailand 2026 menghadirkan drama besar di Sirkuit Buriram. Aprilia tampil dominan sejak awal akhir pekan, sementara Marc Marquez harus mengakhiri balapan lebih cepat akibat pecah ban belakang saat menyisakan lima putaran.
Pada hasil race MotoGP Thailand 2026, Marco Bezzecchi menjadi bintang utama. Pembalap Aprilia Racing itu tampil tak tersentuh di barisan depan dan sukses memimpin balapan dengan keunggulan signifikan atas para rivalnya. Sementara itu, tekanan justru menghampiri kubu Ducati Lenovo.
Sejak start, hasil race MotoGP Thailand 2026 sudah menunjukkan tensi tinggi. Bezzecchi langsung tancap gas dan menciptakan jarak hingga tiga detik dari Raul Fernandez. Di belakang mereka, duel sengit terjadi antara Marc Marquez, Pedro Acosta, dan Jorge Martin dalam perebutan posisi podium.
Duel Sengit Marquez vs Acosta
Marc Marquez tampak kesulitan sepanjang balapan, terutama saat melintasi tikungan kanan Sirkuit Buriram. Beberapa kali ia melebar dan kehilangan sepersekian detik yang krusial. Pedro Acosta dari Red Bull KTM terus memberikan tekanan tanpa henti selama 14 putaran pertama dari total 26 lap.
Jorge Martin yang kembali ke lintasan juga tampil agresif dengan manuver berani melawan Marquez. Perebutan podium ketiga berlangsung panas, membuat posisi Marquez sempat terancam.
Namun petaka datang menjelang akhir lomba. Saat memasuki tikungan empat di sektor tiga, ban belakang motor Marquez pecah. Insiden itu nyaris membuatnya terjatuh. Ia sempat berusaha mengendalikan motor, tetapi akhirnya harus kembali ke pit dan dinyatakan gagal finis. Nasib serupa dialami Alex Marquez yang mengalami crash.
Kontroversi Penalti Sprint Race
Drama tak hanya terjadi di race utama. Pada sprint race MotoGP Thailand 2026 yang digelar Sabtu (28/2/2026), Marquez juga terseret kontroversi penalti.
Insiden bermula saat duel sengit dengan Pedro Acosta di tikungan 12 pada lap kedua terakhir. Marquez melakukan manuver agresif yang membuat Acosta keluar lintasan. Steward menilai aksi tersebut sebagai pelanggaran dan menjatuhkan penalti mundur satu posisi di lap terakhir.
Marquez pun menyerahkan posisi terdepan kepada Acosta jelang tikungan terakhir. Keputusan itu memicu kekecewaan dari Manajer Ducati Lenovo, Davide Tardozzi.
Tardozzi menilai hukuman tersebut tidak adil karena menurutnya tidak ada kontak langsung antara Marquez dan Acosta. Ia menyebut manuver seperti itu kerap terjadi dalam balapan dan tidak selalu berujung penalti.
Marquez sendiri menyoroti waktu pengumuman hukuman yang dinilainya terlalu terlambat. Ia menyatakan, jika sistem ingin lebih ketat, keputusan seharusnya diberikan lebih cepat, bukan menjelang garis finis.
Dominasi Aprilia Sejak Sesi Latihan
Keperkasaan Aprilia sebenarnya sudah terlihat sejak sesi latihan bebas dan practice. Dalam FP1 MotoGP Thailand 2026, tiga pembalap Aprilia menembus lima besar.
Marco Bezzecchi menjadi yang tercepat dengan catatan 1 menit 29,346 detik, mengungguli Fabio Di Giannantonio dan Jorge Martin. Marc Marquez menyelesaikan sesi di posisi keenam, sementara Francesco Bagnaia berada tepat di belakangnya.
Pada sesi practice, persaingan makin ketat. Di fase awal, Alex Marquez dan Bezzecchi bersaing di posisi teratas. Fabio Di Giannantonio sempat mencatat waktu tercepat 1 menit 29,191 detik sebelum akhirnya direbut kembali oleh Bezzecchi dengan torehan impresif 1 menit 28,526 detik di menit-menit akhir.
Marquez berhasil naik ke posisi kedua pada akhir sesi practice, menunjukkan potensi kuat meski akhirnya gagal memaksimalkan hasil saat race utama.
Cedera Jadi Tantangan Besar Marquez
Di luar insiden balapan, Marc Marquez mengungkapkan tantangan terbesarnya menyambut MotoGP 2026 adalah proses pemulihan cedera bahu. Setelah menjuarai MotoGP 2025, ia harus melewatkan lima seri terakhir akibat cedera patah tulang bahu yang rumit.
Pembalap berusia 32 tahun itu menegaskan bahwa usia bukan penghalang utama. Menurutnya, adaptasi pasca-cedera menjadi faktor yang paling memengaruhi performa dan konsistensi fisiknya.
Ia mengakui cedera berulang membuat tubuhnya membutuhkan waktu pemulihan lebih lama, terutama untuk menghadapi balapan panjang dalam satu musim penuh. Bersama tim Ducati Lenovo, Marquez kini berupaya mencari solusi terbaik demi menjaga kebugaran sepanjang kalender Grand Prix 2026.
Hasil race MotoGP Thailand 2026 pun menjadi bukti bahwa persaingan musim ini bakal semakin ketat. Aprilia menunjukkan taringnya, sementara Ducati dan Marc Marquez masih harus bekerja keras menghadapi tantangan teknis maupun fisik di seri-seri berikutnya. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.