Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Drama MotoGP Thailand 2026: Marco Bezzecchi Menang Telak di Buriram, Marc Marquez Mundur Usai Pelek Meledak!

Vicky Hernanda • Senin, 2 Maret 2026 | 12:00 WIB

 

Drama MotoGP Thailand 2026 benar-benar menjadi pembuka musim yang penuh kejutan.
Drama MotoGP Thailand 2026 benar-benar menjadi pembuka musim yang penuh kejutan.
- Drama MotoGP Thailand 2026 benar-benar menjadi pembuka musim yang penuh kejutan. Marco Bezzecchi tampil dominan dan mengubah pole position menjadi kemenangan gemilang di Sirkuit Buriram, sementara Marc Marquez harus mundur dari balapan akibat kegagalan ban yang dipicu pelek meledak.

Drama MotoGP Thailand 2026 langsung terasa sejak lampu start padam. Bezzecchi yang memulai balapan dari posisi terdepan melakukan start sempurna bersama Aprilia pabrikan. Ia tak memberi celah sedikit pun kepada para rival dan memimpin sejak lap pertama hingga garis finis.

Dalam Drama MotoGP Thailand 2026 ini, Ducati juga mencatat hasil pahit. Untuk pertama kalinya sejak Grand Prix Inggris 2021, motor Desmosedici gagal menembus podium. Rentetan 88 podium beruntun Ducati pun resmi terhenti di Buriram.

Bezzecchi Bangkit dan Dominan

Marco Bezzecchi tampil luar biasa setelah sebelumnya terjatuh saat memimpin sprint race. Pada balapan utama, pembalap Italia itu tak melakukan kesalahan sedikit pun. Ia memimpin setiap putaran dan mengakhiri lomba dengan selisih 5,5 detik.

Kemenangan ini menjadi yang ketujuh bagi Bezzecchi di kelas MotoGP sekaligus kemenangan ketiga secara beruntun, setelah menutup musim 2025 dengan dua kemenangan beruntun.

Di fase awal balapan, Raul Fernandez sempat menyalip Marquez di tikungan tujuh dan membuat dua motor Aprilia RS-GP berada di posisi terdepan. Bezzecchi dan Fernandez langsung menjauh, memanfaatkan duel sengit perebutan posisi ketiga antara Marquez, Jorge Martin, dan Pedro Acosta.

Duel Sengit Perebutan Podium

Juara dunia bertahan Marc Marquez sempat kehilangan ritme dan disalip Martin serta Acosta pada lap keempat. Namun ia bangkit dan melakukan manuver ganda di tikungan empat pada lap ke-10 untuk merebut kembali posisi.

Meski demikian, Pedro Acosta menunjukkan kecepatan paling kuat dalam grup tersebut. Ia kembali menyalip Marquez di tikungan delapan dan mengamankan posisi ketiga.

Pada titik itu, Bezzecchi sudah unggul dua detik di depan Fernandez, sementara Fernandez memiliki margin tiga detik atas Acosta. Grand Prix relatif diputuskan lebih awal karena tak ada tekanan berarti terhadap Bezzecchi di barisan depan.

Baca Juga: Berita Atalanta: Dramatis! Singkirkan Dortmund dan Jadi Harapan Italia di Liga Champions 2026

Fernandez sempat terlihat aman di posisi kedua. Namun dengan tujuh lap tersisa, kecepatannya menurun dan membuka peluang bagi Acosta untuk merebut posisi runner up.

Marquez Mundur, Pelek Pecah

Drama besar terjadi pada lap ke-21 dari total 26 putaran. Saat mengejar Fernandez untuk potensi podium, Marquez mengalami kebocoran ban belakang secara mendadak di tikungan enam.

Motor Ducati GP26 miliknya kehilangan tekanan secara tiba-tiba, memaksanya keluar dari balapan. Awalnya diduga murni masalah ban, namun Ducati kemudian mengungkap penyebab sebenarnya.

Bos Ducati Davide Tardozzi menjelaskan bahwa insiden itu dipicu benturan keras dengan trotoar di tikungan empat. Benturan tersebut merusak pelek roda hingga pecah, yang akhirnya membuat ban kehilangan seluruh tekanan udara.

Menurut Tardozzi, Marquez tidak sepenuhnya bersalah karena banyak pembalap lain juga melewati trotoar yang sama tanpa mengalami masalah serupa. Ia menyebut insiden tersebut sebagai kombinasi kesialan dan kondisi ekstrem lintasan.

Michelin Soroti Suhu Ekstrem

Bos Michelin Piero Taramasso mengungkapkan bahwa kerusakan pelek sudah beberapa kali terjadi sepanjang akhir pekan di Buriram. Cuaca panas ekstrem dan karakter trotoar yang agresif disebut menjadi faktor utama.

Ia menjelaskan material roda menjadi lebih lunak akibat suhu tinggi. Beberapa roda bahkan ditemukan bengkok saat kembali ke paddock. Kasus Jorge Martin pada sprint race juga disebut memiliki kemiripan, meski dampaknya tidak separah yang dialami Marquez.

Dengan mundurnya Marquez, Raul Fernandez berhasil mempertahankan podium terakhir meski terlihat mengalami masalah fisik. Jorge Martin finis keempat, sementara Ai Ogura melakukan pemulihan impresif untuk menempatkan empat Aprilia di lima besar.

Fabio Di Giannantonio menjadi pembalap Ducati terbaik di posisi keenam, unggul atas Brad Binder dan Franco Morbidelli. Francesco Bagnaia hanya mampu finis kesembilan, sedangkan Luca Marini membawa Honda finis di posisi ke-10.

Hasil ini menegaskan kebangkitan Aprilia sekaligus menjadi alarm bagi Ducati yang tampil berbeda dibanding saat uji coba pramusim. Tardozzi mengakui motor mereka berperilaku aneh sepanjang akhir pekan dan belum menemukan penyebab pastinya.

Drama MotoGP Thailand 2026 pun menghadirkan dua cerita kontras: dominasi Bezzecchi yang impresif dan kekecewaan mendalam bagi Marquez serta Ducati. Musim 2026 resmi dimulai dengan kejutan besar yang akan sulit dilupakan. (*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#Marco Bezzecchi #Aprilia RS-GP #Ducati Buriram #marc marquez #Drama MotoGP Thailand 2026