BLITAR - Hasil kualifikasi Moto3 Thailand 2026 menghadirkan kabar membanggakan bagi publik Tanah Air. Pembalap Indonesia Feda Ega Pratama sukses mengamankan старт lima besar, sementara David Almansa tampil dominan dengan merebut pole position di Sirkuit Internasional Buriram.
Hasil kualifikasi Moto3 Thailand 2026 ini menjadi sorotan karena persaingan berlangsung sangat ketat sejak sesi Q2 dimulai. Deru mesin memecah udara panas Buriram, trek cepat dan teknikal yang kembali menyuguhkan drama perebutan posisi старт terdepan.
Di tengah tekanan waktu dan persaingan slipstream, nama David Almansa dari tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP berdiri paling tinggi. Sementara itu, Feda Ega Pratama dari Honda Team Asia menunjukkan performa impresif yang menegaskan potensinya di musim debut Moto3 2026.
Almansa Tak Tersentuh di Q2
Sejak awal sesi kualifikasi kedua, Almansa langsung memperlihatkan niat menguasai lintasan. Ia cerdas memanfaatkan slipstream di trek lurus panjang Buriram, lalu memaksimalkan kecepatan motor di sektor dua yang terkenal cepat.
Lap terakhir menjadi penentu. Catatan waktunya tak mampu disentuh para rival. Pole position pun resmi menjadi miliknya, mengirim pesan tegas bahwa ia siap bertarung habis-habisan pada balapan utama.
Di posisi kedua, pembalap Red Bull KTM Ajo, Alvaro Carpe, tampil tak kalah agresif. Ia sempat memimpin catatan waktu di pertengahan sesi dengan kondisi ban yang masih prima. Meski akhirnya harus puas di posisi kedua, Carpe tetap menjadi ancaman serius saat lampu старт padam.
Posisi ketiga diraih Adrian Fernandez dari Leopard Racing. Tanpa banyak drama, ia menjaga konsistensi dan mencatatkan waktu kompetitif hampir di setiap lap cepatnya. Start dari baris depan memberi peluang besar untuk terlibat langsung dalam perebutan kemenangan.
Maximo Quiles dari CF Moto Aspar Team melengkapi posisi keempat. Ia sempat melebar saat memaksimalkan tikungan terakhir, namun tetap berhasil mempertahankan tempat di lima besar.
Feda Ega Pratama Bikin Bangga Indonesia
Sorotan utama bagi publik Indonesia tentu tertuju pada Feda Ega Pratama. Dalam hasil kualifikasi Moto3 Thailand 2026, Feda mengamankan posisi kelima, sebuah capaian penting bagi rookie di kelas paling kompetitif ini.
Baca Juga: Dispendik Kucurkan Ratusan Juta untuk Rehabilitasi Ruang Kelas SD Negeri di Kota Blitar
Sejak sesi latihan bebas, Feda memang sudah menunjukkan tanda-tanda positif. Catatan waktunya stabil di papan tengah atas. Di sesi practice, ia bahkan menembus 10 besar dengan waktu 1 menit 41,50 detik dan otomatis lolos langsung ke Q2 tanpa harus melalui Q1.
Buriram bukan sirkuit mudah. Kombinasi trek lurus panjang, tikungan tajam, dan suhu tinggi menuntut fokus serta manajemen ban yang presisi. Namun Feda menjawab tantangan dengan lap bersih nyaris tanpa kesalahan.
Ia memanfaatkan celah di tengah kepadatan pembalap untuk mencetak waktu terbaiknya. Start lima besar menjadi bukti bahwa ia bukan sekadar pelengkap di musim debut Moto3 2026.
Bagi Indonesia, capaian ini lebih dari sekadar statistik. Start dari baris depan membuka peluang besar bagi Feda untuk langsung terlibat dalam rombongan terdepan yang biasanya menjadi kunci di Moto3, kelas yang dikenal brutal dengan slipstream dan duel hingga garis finis.
Modal Prestasi dan Mental Baja
Perjalanan Feda menuju Moto3 bukan kisah instan. Namanya mulai mencuri perhatian saat tampil gemilang di Red Bull Rookies Cup 2025. Ia menutup musim sebagai runner-up dengan 170 poin.
Salah satu momen ikoniknya terjadi di Mugello, Italia, ketika ia meraih double winner. Penampilan tersebut membuat banyak pengamat mulai menaruh perhatian pada talenta muda asal Indonesia ini.
Kepercayaan Honda Team Asia untuk mengangkatnya ke Moto3 2026 kini mulai terbayar. Di Buriram, ia menunjukkan kombinasi agresivitas dan ketenangan yang jarang dimiliki rookie.
Moto3 dikenal sebagai kelas paling liar dengan selisih waktu antar pembalap yang sangat tipis. Kesalahan kecil bisa membuat posisi melorot drastis. Namun Feda tampil matang, menjaga ritme, dan memaksimalkan peluang.
Prediksi Balapan Utama
Dengan hasil kualifikasi Moto3 Thailand 2026 yang begitu rapat, balapan utama diprediksi berlangsung sengit. Duel Almansa dan Carpe bisa menjadi tontonan utama, tetapi Fernandez hingga Feda berpeluang memanfaatkan situasi.
Strategi dan kecerdasan balap akan lebih menentukan daripada sekadar kecepatan murni. Slipstream di trek lurus Buriram bisa mengubah posisi dalam hitungan detik.
Kini semua mata tertuju pada balapan utama. Mampukah Almansa mengonversi pole menjadi kemenangan? Akankah Carpe membalas di tikungan pertama? Dan yang paling dinanti publik Indonesia, bisakah Feda Ega Pratama mencetak sejarah dari старт lima besar?
Jawabannya akan terungkap saat lampu merah padam dan deru mesin kembali menggelegar di Buriram. Satu hal yang pasti, Indonesia kini punya alasan kuat untuk bangga. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.