BLITAR – Marco Bezzecchi memberikan pernyataan tegas pada seri pembuka MotoGP musim 2026 di Grand Prix Thailand.
Setelah sempat terpuruk akibat insiden crash di sesi sprint race, pembalap asal Italia ini bangkit secara fenomenal dengan memenangkan balapan utama di Sirkuit Buriram, Minggu (1/3/2026).
Memulai balapan dari pole position setelah mencatatkan waktu kualifikasi yang luar biasa, Bezzecchi langsung melesat melakukan start sempurna.
Meski terus ditekan oleh Marc Marquez yang memacu Ducati di posisi kedua, Bezzecchi yang kini menunggangi Aprilia RS-GP tampil sangat tenang dan penuh perhitungan.
Sepanjang balapan, penonton disuguhi duel tensi tinggi antara Bezzecchi dan Marquez. Namun, stabilitas motor Aprilia RS-GP saat pengereman dan akselerasi keluar tikungan menjadi kunci keunggulan Bezzecchi.
Strategi manajemen ban yang efektif membuatnya mampu memperlebar jarak dengan Marquez di pertengahan lomba hingga garis finis.
Kemenangan ini menjadi sangat emosional bagi Bezzecchi dan tim Aprilia. Setelah gagal meraih poin di sprint race—yang sebelumnya dimenangkan oleh Pedro Acosta menyusul penalti kontroversial Marc Marquez—hasil ini menjadi pembuktian bahwa Aprilia bukan lagi tim underdog.
Bos tim Aprilia, Massimo Rivola, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya di parc ferme. Ia menyebut kemenangan ini sebagai bukti perkembangan besar teknologi Aprilia yang siap bersaing di level tertinggi.
Bagi Bezzecchi, hasil di Thailand adalah pesan kuat bahwa dirinya adalah kandidat serius peraih gelar juara dunia musim 2026.
"Ini lebih dari sekadar poin. Ini adalah pernyataan bahwa kami siap bertarung memperebutkan gelar dunia," ujar Bezzecchi usai balapan.
Persaingan MotoGP 2026 diprediksi akan semakin panas, terutama dengan munculnya rivalitas baru antara Bezzecchi, Marquez, dan talenta muda seperti Pedro Acosta yang mulai menunjukkan taringnya sejak seri perdana.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.