Saat ini, komando taktik di tepi lapangan memang masih dipegang oleh caretaker asal Korea Selatan, Shin Sang-gyu. Namun, sebuah fakta mengejutkan terungkap. Coach Shin dikabarkan intens menjalin komunikasi jarak jauh via video call dengan kandidat kuat pelatih kepala, Bernardo Tavares. Kolaborasi taktik ini tidak hanya membahas skema untuk mengakhiri kutukan sulit menang, tetapi juga menyusun strategi jangka panjang, termasuk bermanuver dalam Bursa Transfer Persebaya demi mendatangkan pemain-pemain yang sesuai dengan filosofi permainan modern dan agresif khas Tavares.
Bocoran mengenai daftar belanja pemain sang pelatih asal Portugal ini langsung menjadi perbincangan hangat. Nama pertama yang santer dikabarkan menjadi target utama dalam Bursa Transfer Persebaya adalah bek tengah tangguh milik PSM Makassar, Yuran Fernandez. Pemain bertubuh jangkung ini diproyeksikan untuk menambal kebocoran lini belakang Bajul Ijo yang kerap menjadi titik lemah tim. Kabarnya, proses legalitas kepindahan Yuran sudah mulai diurus oleh pihak agensi dan negosiasi transfernya diklaim telah mencapai progres 50 persen.
Sengatan Gelandang Argentina dan Mesin Gol Timnas
Selain memperkokoh tembok pertahanan, Bernardo Tavares rupanya juga menyoroti minimnya suplai bola matang ke lini depan. Untuk mengatasi hal tersebut, nama Gonzalo Ritacco masuk ke dalam radar incaran. Gelandang serang asal Argentina yang terakhir kali merumput bersama Deportivo Pasto di Liga Kolombia ini dinilai memiliki visi bermain dan determinasi tinggi yang sangat cocok dengan karakter ngeyel khas Surabaya. Proses negosiasi Ritacco dikabarkan berjalan sangat positif dan sudah menyentuh angka 60 persen.
Kejutan terbesar yang paling membuat Bonek Mania bereaksi antusias adalah munculnya nama Ramadhan Sananta. Striker andalan Timnas Indonesia yang kini tengah merumput di Liga Malaysia tersebut secara terang-terangan dikagumi oleh Tavares. Gaya bermain Sananta yang ngotot, agresif, pekerja keras, serta memiliki insting membunuh di kotak penalti dinilai sebagai kepingan puzzle yang sempurna untuk mempertajam daya gedor Persebaya. Meski saat ini statusnya masih sebatas rumor dan belum ada tawaran resmi dari manajemen, sinyal ketertarikan ini sudah cukup membuat suporter berharap besar.
Baca Juga: Drama MotoGP Thailand 2026: Ban Bocor Marc Marquez Nyaris Jatuh, Marco Bezzecchi Tak Terbendung!
Laga Penentu Nasib di Gelora Bung Tomo
Terlepas dari panasnya rumor perombakan pemain, fokus utama penggawa Persebaya saat ini harus tetap tertuju pada laga kontra Persijap Jepara. Target tiga poin adalah harga mati yang tak bisa ditawar lagi. Evaluasi total, terutama terkait kedisiplinan dan komunikasi antarpemain di area pertahanan, mutlak harus diterapkan agar gawang Bajul Ijo tidak lagi mudah kebobolan seperti saat menghadapi Borneo FC.
Atmosfer magis puluhan ribu Bonek dan Bonita di tribun GBT dipastikan akan menjadi suntikan motivasi berlipat ganda bagi skuad asuhan Shin Sang-gyu. Pertandingan berdurasi 90 menit ini akan menjadi saksi sejarah, apakah Persebaya mampu bangkit dan menatap masa depan yang lebih cerah bersama racikan kolaborasi Shin-Tavares, atau justru semakin terbenam dalam tekanan. Kemenangan pada laga ini jelas akan menjadi karpet merah yang indah menyambut datangnya amunisi-amunisi baru berkelas di bursa transfer mendatang. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.