BLITAR - Persip Bandung kembali menunjukkan dominasinya di BRI Super League 2025-2026. Kemenangan telak 5-0 atas Madura United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menegaskan status Persip Bandung sebagai kandidat kuat juara musim ini.
Hasil Persip Bandung vs Madura United tersebut tak hanya mempertegas posisi di puncak klasemen, tetapi juga memperpanjang catatan impresif Maung Bandung di kandang. Persip Bandung kini mengoleksi 53 poin dari 22 laga, unggul tiga angka atas Persija Jakarta di posisi kedua.
Kemenangan besar Persip Bandung ini juga menjadi sinyal bahaya bagi calon lawan berikutnya, Persebaya Surabaya. Laga tandang ke Stadion Gelora Bung Tomo pada 2 Maret 2026 diprediksi menjadi ujian krusial dalam perburuan gelar.
Madura United Tak Berkutik
Pelatih Madura United, Carlos Parera, mengakui timnya kesulitan keluar dari tekanan sejak gol pertama tercipta. Kekalahan 0-5 menjadi yang terbesar bagi Laskar Sapeh Kerrab musim ini.
Madura kini terdampar di posisi 14 dengan 20 poin dari 23 pertandingan. Carlos menegaskan anak asuhnya harus segera bangkit dan fokus pada laga berikutnya.
“Kami terlalu cepat kehilangan kendali setelah gol pertama. Kami perlu memperbaiki cara bermain dan bereaksi lebih baik,” ujarnya.
Taktik Efektif dan Clean Sheet ke-14
Dari kubu tuan rumah, asisten pelatih Igor Tolic mengungkapkan kepuasan atas performa timnya. Menurutnya, kunci kemenangan Persip Bandung terletak pada perubahan tempo permainan dan masuknya tiga pemain segar di babak kedua.
Ia menekankan bahwa dalam sepak bola modern, semua pemain harus berkontribusi baik saat menyerang maupun bertahan. “Saat menguasai bola, semua adalah penyerang. Saat kehilangan bola, semua harus bertahan dan pressing,” tegasnya.
Persip Bandung juga mencatatkan clean sheet ke-14 musim ini. Lini belakang tampil solid, sementara transisi dari lini tengah ke depan berjalan efektif. Serangan dibangun rapi sebelum umpan matang dikirim ke penyerang.
Bek Persip, Bekam Putra Nugraha, menyebut kemenangan ini sangat penting untuk menjaga momentum. Ia bertekad mempertahankan tren positif hingga akhir musim.
Target Wajib Menang di Surabaya
Manajer Persip Bandung, Umuh Muchtar, langsung mengalihkan fokus ke laga tandang kontra Persebaya. Ia menegaskan tiga poin wajib diraih demi menjaga jarak dari pesaing.
“Di Surabaya kita harus menang. Ini kesempatan untuk memperlebar jarak,” tegasnya.
Persaingan papan atas semakin ketat. Selain Persija Jakarta, Borneo Visi juga terus membayangi. Setelah Persebaya, Persip dijadwalkan menghadapi Borneo Visi di Samarinda pada 15 Maret mendatang.
Konsistensi menjadi kata kunci jika Maung Bandung ingin mempertahankan gelar dan bahkan mencatat hattrick juara.
Pro-Kontra Kontrak Boyan Hodak
Di tengah euforia kemenangan, muncul perdebatan di kalangan bobotoh soal masa depan pelatih Boyan Hodak. Kontraknya akan berakhir pada Mei 2026.
Boyan sejatinya sukses besar. Ia membawa Persip dua kali juara Liga Indonesia dan berpeluang mencatat hattrick. Bahkan di level Asia, Persip mampu menembus 16 besar AFC Champions Week 2 musim ini.
Namun, sebagian suporter menilai gaya bermain Boyan terlalu pragmatis dan kurang menghibur. Mereka menginginkan kemenangan dengan margin besar lebih sering.
Meski begitu, mayoritas bobotoh tetap mendukung pelatih asal Kroasia tersebut untuk bertahan. Mereka menilai stabilitas dan konsistensi jauh lebih penting dalam perebutan gelar.
Momentum Menuju Juara
Dengan 53 poin dan catatan pertahanan terbaik liga, Persip Bandung berada di jalur ideal menuju trofi BRI Super League 2025-2026. Kombinasi taktik disiplin, rotasi efektif, dan mental juara menjadi fondasi kuat.
Ujian sesungguhnya kini ada di laga tandang. Jika mampu menaklukkan Persebaya Surabaya, jalan menuju gelar ketiga secara beruntun akan semakin terbuka lebar.
Publik Bandung tentu berharap dominasi ini terus terjaga hingga akhir musim. Sebab, satu langkah tergelincir saja bisa mengubah peta persaingan di papan atas.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.