BLITAR - Laga panas Persebaya vs Persib Bandung kembali menyita perhatian publik sepak bola nasional. Duel sarat gengsi ini tak hanya menghadirkan drama di atas lapangan, tetapi juga memantik komentar mengejutkan dari pelatih Persija, Mauricio Souza.
Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan Persebaya vs Persib Bandung langsung berlangsung dalam tempo tinggi. Persib yang datang sebagai tamu tak memilih bermain bertahan. Skuad Maung Bandung justru berani mengambil inisiatif serangan meski berada di bawah tekanan atmosfer kandang lawan.
Dominasi penguasaan bola mulai terlihat sejak menit-menit awal. Tim asuhan Boyan Hodak membangun serangan secara sabar dari lini belakang ke tengah. Kombinasi umpan pendek dan pergerakan tanpa bola menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan rapat tuan rumah.
Persib Tampil Berani, Persebaya Membalas Tekanan
Memasuki menit ke-13, duet Berguinho dan Sadil Ramdani mulai merepotkan lini belakang Persebaya. Pergerakan cepat dan umpan satu-dua sentuhan menciptakan celah berbahaya. Namun, bek tangguh Leo Lelis tampil sigap memotong alur serangan sebelum peluang matang tercipta.
Pertandingan semakin intens ketika memasuki menit ke-20. Pelatih Persib, Boyan Hodak, sempat menerima kartu kuning akibat protes keras terhadap keputusan wasit. Situasi tersebut makin memanaskan tensi laga.
Dua menit berselang, Persib hampir memecah kebuntuan. Sadil Ramdani lolos dari jebakan offside dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper Persebaya. Tendangan kerasnya mengarah ke sudut gawang, tetapi refleks gemilang sang penjaga gawang mampu menggagalkan peluang emas tersebut.
Tak tinggal diam, Persebaya merespons cepat. Pada menit ke-26, dua peluang beruntun diciptakan lewat serangan sayap berbahaya. Namun Federico Barba menjadi penyelamat Persib dengan blok krusial yang menjaga skor tetap imbang.
Penalti Kontroversial dan Drama VAR
Puncak drama Persebaya vs Persib Bandung terjadi menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-42, Bruno Moreira terjatuh di kotak penalti setelah kontak dengan pemain bertahan Persib. Wasit sempat meninjau tayangan ulang melalui VAR sebelum akhirnya menunjuk titik putih.
Keputusan itu memicu protes keras dari kubu Persib. Namun eksekusi tetap berjalan. Bruno Moreira dengan tenang mengecoh Teja Paku Alam dan membawa Persebaya unggul 1-0.
Drama belum berhenti. Pada menit ke-45, Persib sempat menyamakan kedudukan lewat tendangan Kakang Rudianto dalam situasi kemelut. Namun setelah komunikasi dengan tim VAR, gol tersebut dianulir karena pelanggaran sebelumnya, yakni gerakan salto Ramon yang dinilai berbahaya.
Skor 1-0 untuk Persebaya bertahan hingga turun minum, menutup babak pertama dengan ketegangan tinggi dan kontroversi.
Mauricio Souza Akui Kualitas Persib
Di luar drama lapangan, sorotan juga tertuju pada pernyataan pelatih Persija, Mauricio Souza. Secara terbuka, ia memuji performa Persib Bandung musim ini.
Menurut Mauricio, ia melihat sesuatu yang berbeda dari Maung Bandung. “Saya harus jujur, sebagai pelatih saya takjub melihat bagaimana Persib bermain. Mereka sangat terorganisir dan sabar membangun serangan,” ujarnya.
Mauricio menilai kekuatan Persib bukan hanya pada kualitas individu, tetapi kolektivitas tim yang solid. Ia bahkan mengakui adanya rasa iri, tentu dalam konteks positif.
“Sebagai pelatih Persija, saya iri melihat stabilitas seperti itu. Mereka tidak panik saat ditekan dan tetap percaya pada sistem,” tambahnya.
Ia juga menyoroti kedalaman skuad Persib yang dinilai merata. Rotasi berjalan mulus tanpa penurunan kualitas signifikan. Hal itu menurutnya menjadi salah satu faktor utama konsistensi Persib di papan atas klasemen.
Tak hanya teknis, Mauricio memuji mentalitas pemain Maung Bandung yang dinilainya semakin dewasa. Bahkan saat keputusan wasit dianggap merugikan, para pemain tetap fokus pada permainan.
Pernyataan ini cukup mengejutkan publik, mengingat rivalitas antara Persija dan Persib dikenal panas. Namun Mauricio menegaskan bahwa sepak bola profesional menuntut objektivitas dan penghargaan terhadap kualitas lawan.
Rivalitas boleh membara, tetapi pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa performa Persib saat ini memang layak diperhitungkan. Kini publik menantikan bagaimana respons Persija di lapangan untuk menjawab tantangan tersebut.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.