BLITAR - Manajemen Manchester United tampaknya tidak ingin setengah-setengah dalam mengawal momentum Kebangkitan Manchester United di Liga Inggris. Setelah rentetan hasil positif di lapangan, Setan Merah kini mulai bergerak agresif di bursa transfer. Fokus utama klub saat ini adalah mencari suksesor sepadan bagi Casemiro yang telah mengonfirmasi akan meninggalkan Old Trafford pada musim panas mendatang.
Kabar terbaru menyebutkan bahwa radar United kini mengarah ke Jerman. Gelandang andalan Bayern Munchen, Leon Goretzka, muncul sebagai kandidat kuat untuk mengisi lubang yang ditinggalkan Casemiro. Pemain berusia 30 tahun tersebut dinilai memiliki profil yang sempurna sebagai jenderal lini tengah yang baru. Keunggulan fisik, visi bermain, serta pengalaman internasionalnya diyakini bakal memperkokoh fondasi tim di bawah arahan Michael Carrick.
Menariknya, United berpeluang besar mengamankan jasa Goretzka secara gratis. Kontrak sang pemain di Allianz Arena akan habis pada musim panas nanti, dan hingga kini belum ada kesepakatan kontrak baru dengan pihak The Bavarians. Langkah ini dianggap sebagai strategi cerdas manajemen untuk mendapatkan pemain kelas dunia tanpa harus menguras kas klub secara berlebihan.
Selain memperkuat lini tengah, ambisi besar United juga terlihat dari ketertarikan mereka memboyong bintang Chelsea, Cole Palmer. Sejak pindah dari Manchester City, Palmer telah menjelma menjadi salah satu penyerang paling konsisten dan berbahaya di Premier League. United melihat Palmer sebagai sosok pemimpin ideal untuk proyek jangka panjang klub sekaligus pusat kreativitas serangan yang baru.
Namun, jalan menuju kesepakatan dipastikan terjal. Laporan media Spanyol menyebutkan bahwa Chelsea memagari pemain emasnya itu dengan harga fantastis sebesar 200 juta Euro atau sekitar Rp 3,3 triliun. Angka ini merupakan batas minimum yang ditetapkan The Blues jika ada klub yang berniat membajak Palmer. Meskipun United dikabarkan siap mengajukan tawaran awal sebesar 120 juta Euro, nominal tersebut diprediksi bakal langsung ditolak mentah-mentah oleh pihak Chelsea.
Di balik layar perburuan pemain, sosok Michael Carrick terus mendapat pujian. Mantan rekan setimnya, Mikael Silvestre, menyebut kepribadian Carrick sebagai tipikal "diam-diam menghanyutkan". Ketenangan Carrick dalam memimpin tim justru menjadi kunci utama di balik stabilitas performa United belakangan ini.
"Carrick orang yang sangat tenang, tapi jangan salah, dia sangat terstruktur dan tegas. Dia punya peluang besar untuk menjadi manajer tetap jika terus memberikan hasil maksimal bagi tim," ujar Silvestre. Ketenangan inilah yang dianggap sebagai katalisator utama Kebangkitan Manchester United di Liga Inggris, di mana para pemain merasa lebih percaya diri dan memiliki kejelasan taktik di atas lapangan.
Sementara itu, di bursa transfer Januari yang segera ditutup, United memilih untuk merampingkan skuad dengan meminjamkan talenta muda. Gelandang asal Mali, Sekou Kone, dilaporkan segera merapat ke klub Swiss, Lausanne-Sport, dengan status pinjaman selama enam bulan. Langkah ini diambil agar Kone mendapatkan menit bermain reguler di level senior Eropa, mengingat Lausanne masih berada di bawah naungan INEOS.
Di sisi lain, semangat juang pemain United juga tengah membara. Kiper utama, Andre Onana atau yang akrab disapa Lamens, mengaku terinspirasi oleh aksi heroik kiper Benfica, Anatoliy Trubin, yang mencetak gol melalui sundulan di Liga Champions. Lamens menyatakan kesiapannya untuk membantu tim tidak hanya dalam menjaga gawang, tetapi juga dalam situasi bola mati jika tim sedang dalam keadaan tertinggal. Semangat kolektif inilah yang menjadi bahan bakar utama bagi kelangsungan Kebangkitan Manchester United di Liga Inggris musim ini.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.