BLITAR - Kontroversi Wasit Eko Saputra langsung mengguncang sepak bola nasional usai laga panas antara Persebaya Surabaya kontra Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (23/3/2026). Sejumlah keputusan krusial dalam pertandingan yang berakhir imbang 2-2 itu memantik reaksi keras, terutama dari kubu Maung Bandung.
Kontroversi Wasit Eko Saputra bahkan disebut-sebut telah dilaporkan oleh PT LIB dan Komdis PSSI ke FIFA dan AFC. Meski belum ada pernyataan resmi dari federasi internasional, isu ini telanjur menyebar luas dan menjadi bahan perdebatan hangat di kalangan suporter.
Sorotan utama mengarah pada dua momen krusial yang dinilai sangat memengaruhi jalannya pertandingan. Penggunaan VAR dengan sudut kamera terbatas menjadi pusat polemik, memunculkan tanda tanya besar soal transparansi dan konsistensi pengambilan keputusan.
Penalti dan Gol Dianulir Picu Polemik
Insiden pertama terjadi menjelang akhir babak pertama. Dalam situasi di kotak penalti, Bruno Moreira terjatuh usai kontak dengan Federico Barba. Awalnya, Eko Saputra membiarkan laga berlanjut dan Persib hampir menciptakan peluang dari serangan balik.
Namun, setelah menerima instruksi dari ruang VAR, pertandingan dihentikan. Eko kemudian meninjau monitor dan memutuskan memberikan penalti kepada Persebaya. Keputusan ini dipertanyakan karena tayangan yang digunakan disebut hanya berasal dari satu angle kamera.
Bruno Moreira sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-44 dan membawa Bajul Ijo unggul 1-0.
Drama berlanjut ketika Persib mencetak gol balasan melalui kemelut di depan gawang Ernando Ari. Bola sempat mengenai Ramon Tanque dalam situasi salto sebelum akhirnya disambar Kakang Rudianto menjadi gol.
Gol tersebut sempat disahkan. Namun setelah kembali meninjau VAR, Eko menganulirnya dengan alasan terjadi handsball dalam prosesnya. Lagi-lagi, tayangan yang digunakan disebut hanya satu sudut kamera.
Keputusan ini membuat kubu Persib geram. Pelatih dan pemain cadangan terlihat melayangkan protes keras di pinggir lapangan.
Reaksi Pelatih: Tavares Santai, Hodak Pilih Diam
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, justru memberikan apresiasi terhadap performa timnya. Ia mengaku bangga meski hasil akhir tidak sepenuhnya sesuai harapan.
“Saya sangat bangga dengan sikap para pemain. Banyak yang cedera, tapi mereka tetap menunjukkan mentalitas kuat,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Persib, Boyan Hodak, memilih irit bicara. Ia secara tegas menyatakan enggan mengomentari kepemimpinan wasit.
“Saya respek pada media, tapi saya tidak bisa bicara soal wasit. Jika saya tidak bicara soal wasit, maka tidak ada hal lain yang bisa dibicarakan,” ucapnya.
Sikap Hodak dinilai sebagai bentuk kehati-hatian agar terhindar dari potensi sanksi Komdis PSSI.
Persib Tetap Puncaki Klasemen
Terlepas dari kontroversi Wasit Eko Saputra, hasil imbang ini membuat Persib tetap kokoh di puncak klasemen dengan 54 poin. Mereka unggul empat angka dari Persija Jakarta di posisi kedua.
Persebaya sendiri tertahan di peringkat kelima dengan 39 poin dan masih berjuang menembus zona atas.
Di sisi lain, laga ini juga sempat memicu kegaduhan terkait enam pergantian pemain yang dilakukan Persib. Banyak pihak mempertanyakan legalitasnya karena regulasi umum FIFA membatasi lima pergantian pemain.
Namun, berdasarkan regulasi Super League yang mengadopsi Laws of the Game, tambahan satu pergantian diperbolehkan jika terjadi cedera kepala (concussion substitute). Insiden benturan keras yang melibatkan pemain membuat kedua tim mendapatkan slot tambahan.
Pergantian di jeda babak juga tidak dihitung sebagai sesi pergantian terbatas di babak kedua. Dengan strategi cermat, Hodak tetap berada dalam koridor regulasi.
Isu Transfer Ivar Jenner Menguat
Di tengah panasnya kontroversi Wasit Eko Saputra, kabar lain datang dari bursa transfer. Gelandang muda Ivar Jenner disebut-sebut masuk radar Persib untuk musim depan.
Saat ini Jenner memperkuat Dewa United. Dengan akurasi umpan mencapai 89 persen serta rata-rata 5,2 umpan kunci per laga, ia dinilai cocok menggantikan peran Marc Klok di lini tengah.
Manajemen Maung Bandung dikabarkan menyiapkan kontrak jangka panjang berdurasi empat tahun. Jika terealisasi, ini bisa menjadi langkah strategis dalam proyek regenerasi tim.
Kontroversi Wasit Eko Saputra mungkin belum akan selesai dalam waktu dekat. Namun yang pasti, laga Persebaya vs Persib kali ini tak hanya menyajikan drama di atas lapangan, tetapi juga membuka diskusi besar soal kualitas kepemimpinan wasit dan implementasi VAR di kompetisi nasional.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.