BLITAR – Persib Bandung terus menunjukkan kedigdayaannya dalam perburuan gelar juara BRI Super League 2025/2026. Kemenangan telak 5-0 atas Madura United di Stadion GBLA menjadi bukti sahih betapa mengerikannya lini serang Maung Bandung saat ini.
Asisten pelatih Persib, Igor Tolic, memberikan apresiasi tinggi terhadap alur serangan tim yang berjalan sangat efektif. Menurutnya, ketajaman lini depan tidak lepas dari persiapan matang yang dirancang oleh pelatih kepala, Bojan Hodak.
"Pemain depan memainkan pertandingan yang luar biasa. Persiapan, penciptaan peluang, hingga eksekusi akhirnya menghasilkan gol. Ini adalah proses dari seluruh tim dan staf pelatih yang dipersiapkan langsung oleh pelatih Bojan Hodak," ujar Igor Tolic.
Pemain muda jebolan diklat Persib, Beckham Putra, mengaku sangat bersyukur atas hasil positif ini. Selain mengamankan tiga poin, ia bangga timnya mampu mencatatkan clean sheet di hadapan ribuan Bobotoh. "Kami berharap bisa lebih baik lagi dan kembali menang di laga selanjutnya sampai akhir musim demi target juara," tegas Beckham.
Di sisi lain, pelatih Madura United, Carlos Pereira, mengakui keunggulan sang juara bertahan. Ia menyebut timnya benar-benar tak berdaya menghadapi strategi Persib yang sulit didobrak. "Kami bermain melawan tim yang sangat besar. Pertahanan mereka terlalu kokoh untuk kami tembus," ungkap Pereira dengan lapang dada.
Meski bergelimang prestasi, suara sumbang sempat muncul dari segelintir Bobotoh. Dalam sebuah diskusi, muncul desakan agar manajemen tidak memperpanjang kontrak Bojan Hodak yang akan berakhir pada Mei 2026. Alasannya, permainan Persib dinilai terlalu pragmatis dan kurang menghibur.
Namun, pernyataan tersebut langsung dipatahkan oleh fakta di lapangan. Bojan sejauh ini sukses membawa Persib meraih dua gelar juara Liga Indonesia, lolos ke 16 besar AFC Champions League 2, dan kini berada dalam jalur hat-trick juara.
Dari ibu kota, kabar mengejutkan datang dari winger Persija Jakarta, Alano Lima. Meski menjadi pilar penting kemenangan Macan Kemayoran atas Malut United, Alano mengungkapkan rasa frustrasinya melalui media sosial terkait koleksi 11 kartu kuningnya musim ini. Ia bahkan sempat menyinggung isu sensitif mengenai perbedaan perlakuan di lapangan.
"Apapun yang aku lakukan, aku dihukum kartu kuning. Ini sangat membuat frustrasi," curhat Alano yang merasa perlakuan wasit terhadap dirinya berbeda dibandingkan pemain lain.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.