BLITAR – Kejutan besar terus mewarnai panggung Premier League pekan ini. Sorotan tajam tertuju pada sang juara bertahan, Liverpool, yang harus menerima kenyataan pahit menelan empat kekalahan beruntun. Hasil ini membuat posisi The Reds di papan atas mulai goyah dan tertinggal empat poin dari rival mereka, Arsenal.
Pengamat sepak bola senior, Kochi, memberikan kritik pedas terhadap kebijakan pelatih Arne Slot yang dinilai terlalu kaku. Menurutnya, Slot harus berani mengambil keputusan ekstrem untuk mengistirahatkan bintang utama mereka, Mohamed Salah, yang performanya dianggap tengah menurun drastis.
"Tolong jangan kepala batu. Cadangkan Salah sekali-sekali. Dia memang kontributor besar saat juara tahun lalu, tapi dia juga manusia yang bisa bermain jelek. Berikan kesempatan starter kepada Federico Chiesa untuk merubah atmosfer permainan," tegas Kochi.
Kabar mengejutkan juga datang dari London. Pelatih Ange Postecoglou resmi dipecat hanya 20 menit setelah timnya menelan kekalahan di kandang sendiri. Keputusan kilat manajemen ini menjadi sinyal keras bagi para pelatih Premier League akan tingginya ekspektasi musim ini.
Sementara itu, Arsenal berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Fulham lewat gol sundulan Leandro Trossard. Meski meraih tiga poin, performa The Gunners belum membuat Kochi terkesan. Ia menyoroti ketergantungan Arsenal pada situasi bola mati (set piece) dan performa Viktor Gyokeres yang masih kesulitan mencetak gol secara kontinu.
"Gyokeres bekerja keras menahan bola, tapi sebagai striker murni, publik berekspektasi gol terus-menerus. Jika hanya mengandalkan corner kick untuk menang, sulit untuk meyakini mereka bisa juara," tambahnya.
Dari kejutan tim promosi, Sunderland terus tampil memukau dan berhasil merangsek ke papan atas, bahkan berada di atas Manchester United dalam klasemen sementara. Di Italia, Inter Milan kembali menunjukkan kematangannya dengan mengambil alih takhta klasemen usai menaklukkan AS Roma 1-0. Kejutan lain datang dari Como yang sukses mengalahkan Juventus dengan skor meyakinkan 2-0.
Situasi kompetisi di daratan Eropa saat ini menunjukkan bahwa nama besar bukan jaminan kemenangan, dan strategi adaptif pelatih menjadi kunci utama di tengah jadwal padat kompetisi.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.