BLITAR – Stadion Old Trafford bersiap menjadi saksi duel panas Derby Manchester pada pekan ke-25 Liga Inggris 2026. Laga ini bukan sekadar perebutan gengsi satu kota, melainkan panggung debut bagi Michael Carrick sebagai suksesor Ruben Amorim yang baru saja didepak dari kursi kepelatihan Manchester United.
Keputusan manajemen MU menunjuk Carrick hingga akhir musim menuai beragam reaksi. Pengamat sepak bola senior, Coach Justin, menyoroti adanya fenomena "kutukan" yang seolah menyelimuti Old Trafford selama satu dekade terakhir.
"Saya tidak tahu kutukan apa yang ada di klub ini. Semua pelatih bagus yang masuk ke MU seringkali berakhir kesulitan, dan setelah keluar mereka kembali berprestasi. Saya harap malam ini MU bisa memberikan perlawanan, setidaknya untuk membantu persaingan di papan atas," ujar Coach Justin dalam diskusi The Halftime Show.
Michael Carrick langsung dihadapkan pada ujian berat melawan Manchester City asuhan Pep Guardiola. Menariknya, Pep mencatatkan rekor telah menghadapi tujuh pelatih berbeda selama menangani The Citizens di Derby Manchester. Dalam laga debutnya, Carrick melakukan perombakan dengan melakukan lima rotasi pemain, termasuk menempatkan Amad Diallo dan Mbeumo sebagai tumpuan di lini depan menggantikan Benjamin Sesko yang duduk di bangku cadangan.
Di sisi lain, Manchester City tampil dengan kekuatan penuh. Meskipun Pep sempat mengeluhkan kelelahan yang dialami Erling Haaland, City tetap menjadi favorit kuat. Debut pemain baru seperti Semenyo dan kehadiran Gianluigi Donnarumma di bawah mistar gawang diprediksi akan menyulitkan ambisi MU untuk mencuri poin.
Pengamat sepak bola, Panji, menilai penunjukan Carrick merupakan upaya manajemen untuk mencari ketenangan internal setelah ketegangan yang terjadi di era Amorim. "Manajemen seolah mencari sosok yang bisa bekerja sama dengan struktur bisnis klub, tanpa banyak menuntut pemain mahal. Namun, tantangannya adalah apakah Carrick bisa membawa stabilitas jangka panjang atau hanya menjadi pelapis sementara," jelas Panji.
Laga ini diprediksi akan berlangsung sangat ketat. Manchester City butuh kemenangan untuk terus menempel ketat Arsenal dalam perebutan gelar juara, sementara Manchester United butuh pembuktian bahwa mereka masih menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di bawah nakhoda baru.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.