Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bikin Kejutan! Timnas Indonesia Pakai Teknologi Armany Communication ala Luis Enrique, Instruksi Real Time Tanpa Hentikan Latihan

Rendra Febrian Permana • Rabu, 4 Maret 2026 | 12:40 WIB

Bikin Kejutan! Timnas Indonesia Pakai Teknologi Armany Communication ala Luis Enrique, Instruksi Real Time Tanpa Hentikan Latihan
Bikin Kejutan! Timnas Indonesia Pakai Teknologi Armany Communication ala Luis Enrique, Instruksi Real Time Tanpa Hentikan Latihan

BLITAR - Timnas Indonesia pakai teknologi Armany Communication dalam sesi latihan terbaru mereka. Inovasi ini langsung memantik perhatian publik karena sebelumnya juga pernah digunakan oleh pelatih top dunia seperti Luis Enrique. Teknologi tersebut memungkinkan pelatih memberi instruksi secara real time kepada pemain tanpa harus menghentikan latihan.

Kabar ini dikonfirmasi Direktur Teknik PSSI, Alexander Juers. Ia menyebut penggunaan Armany Communication bukan hal baru baginya karena pernah menerapkannya saat menangani tim di Yordania. Kini, pendekatan serupa mulai diadopsi dalam program latihan skuad Garuda.

Penggunaan Timnas Indonesia pakai teknologi Armany Communication dinilai sebagai langkah progresif dalam meningkatkan kualitas latihan. Sistem ini bekerja melalui speaker kecil yang terpasang pada rompi GPS pemain. Pelatih dapat berbicara langsung ke pemain di lapangan tanpa harus berteriak dari pinggir lapangan.

Apa Itu Armany Communication?

Armany Communication adalah perangkat komunikasi berbasis audio yang terintegrasi dengan rompi GPS pemain. Fungsinya sederhana tetapi krusial: menyampaikan instruksi teknis secara langsung saat bola masih hidup.

Dalam sesi latihan konvensional, pelatih biasanya menghentikan permainan untuk memberi arahan. Cara ini kerap memotong intensitas dan ritme latihan. Dengan Armany Communication, koreksi bisa diberikan tanpa menghentikan permainan.

Misalnya, ketika positioning pemain kurang tepat, jarak antar lini terlalu renggang, atau pivot terlambat membuka sudut umpan, pelatih bisa langsung mengingatkan. Pemain tetap bergerak, tempo latihan terjaga, dan koreksi dilakukan secara instan.

Konsep ini dikenal dalam metodologi kepelatihan sebagai coaching in the run—memberi instruksi di tengah permainan berlangsung.

Pernah Dipakai Luis Enrique

Teknologi komunikasi seperti ini sempat menjadi sorotan ketika digunakan oleh Luis Enrique dalam program latihannya. Pendekatan tersebut dinilai efektif dalam membentuk pemahaman taktik secara lebih cepat.

Metode modern ini mengedepankan detail kecil yang sering terlewat dalam latihan biasa. Pelatih dapat menekankan jarak antar lini, pressing trigger, hingga timing pergerakan tanpa perlu menghentikan sesi.

Bagi Alexander Juers, pendekatan ini sangat kuat untuk meningkatkan pemahaman taktik pemain. Ia menilai learning curve bisa meningkat signifikan jika digunakan dengan tepat.

Bukan Jaminan Juara

Meski demikian, penggunaan teknologi canggih bukan berarti jaminan prestasi instan. Alexander Juers menegaskan bahwa Armany Communication hanyalah alat pendukung.

Sepak bola tetap bergantung pada kualitas individu, chemistry tim, serta kemampuan pengambilan keputusan di lapangan. Jika digunakan berlebihan, teknologi ini justru bisa mengganggu fokus pemain.

Over coaching berpotensi membuat pemain terlalu bergantung pada instruksi dan kehilangan insting alami dalam membaca situasi. Decision making yang seharusnya spontan bisa menjadi kaku jika setiap langkah diarahkan.

Karena itu, keseimbangan menjadi kunci. Teknologi harus menjadi fasilitator pembelajaran, bukan pengendali permainan.

Sinyal Transformasi Sepak Bola Indonesia

Langkah Timnas Indonesia pakai teknologi Armany Communication bisa dibaca sebagai bagian dari transformasi sepak bola nasional. PSSI mulai mengadopsi pendekatan berbasis data, sport science, dan teknologi komunikasi modern.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren penggunaan GPS tracker, analisis video, hingga data performa memang semakin umum di level internasional. Kini, Indonesia mencoba mengikuti arus perkembangan tersebut.

Bagi pemain, sistem ini membantu memahami detail taktik secara lebih cepat. Bagi pelatih, ini menjadi sarana mempercepat evaluasi tanpa mengorbankan intensitas latihan.

Namun, pada akhirnya hasil tetap ditentukan oleh implementasi di lapangan. Teknologi bisa mempercepat proses, tetapi mentalitas, disiplin, dan kerja keras tetap fondasi utama.

Publik kini menanti, sejauh mana inovasi ini memberi dampak pada performa Timnas Indonesia di kompetisi resmi mendatang. Satu hal yang pasti, langkah ini menunjukkan keseriusan membangun sistem latihan yang lebih modern dan adaptif.(*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#Timnas Indonesia #luis enrique #PSSI #alexander juers #armany comunication