Kehadiran Zirkzee diyakini akan memberikan pelatih Erik ten Hag opsi taktik yang lebih fleksibel. Striker versatile ini memungkinkan Ten Hag untuk bermain dengan skema 4-2-3-1, 4-4-2, hingga 3-4-3. Namun, banyak pengamat masih meragukan kapasitas Zirkzee untuk menjadi mesin gol utama yang mampu mencetak 15 hingga 20 gol semusim layaknya Ruud van Nistelrooy di masa lalu. Adaptasi dengan sepak bola Inggris dan chemistry dengan pemain seperti Rasmus Hojlund, Bruno Fernandes, dan Alejandro Garnacho akan menjadi kunci kesuksesannya.
Sementara itu, perekrutan bek muda berusia 18 tahun, Leny Yoro, dengan harga mencapai 50 juta poundsterling dari Lille, menuai perdebatan hangat. Langkah berani di Bursa Transfer Manchester United ini dinilai sebagai perjudian besar (gambling). Meski Yoro tampil cukup meyakinkan pada laga pramusim pertamanya, banyak pihak menyarankan agar ia tidak langsung dipaksa menjadi starter reguler. Fisik Yoro dinilai masih terlalu "cungkring" untuk langsung menghadapi kerasnya duel fisik di Liga Premier Inggris.
Proyek Cuci Gudang Deadwood yang Mandek
Masalah terbesar MU saat ini sejatinya bukan hanya soal mendatangkan pemain, melainkan membuang para pemain flop alias deadwood. Pengamat menilai bahwa 70 persen skuad musim lalu seharusnya diganti. Sayangnya, rencana cuci gudang ini masih jalan di tempat. Nama-nama seperti Antony, Casemiro, Victor Lindelof, Harry Maguire, hingga Aaron Wan-Bissaka masih bertahan di Old Trafford.
Mandeknya penjualan ini disebabkan oleh dua faktor utama: gaji pemain MU yang terlampau tinggi dan harga jual yang dipatok klub terlalu mahal. Pemain seperti Antony, yang praktis tidak memberikan kontribusi signifikan dalam dua musim terakhir, tentu akan sulit mencari klub peminat yang bersedia menanggung beban gajinya. Tanpa kerelaan pemain untuk memotong gaji (pay cut) atau manajemen menurunkan harga jual, perombakan skuad akan berjalan sangat lambat.
Mengincar Rabiot dan Mazraoui untuk Liga Champions
Manuver MU tidak berhenti sampai di situ. Rumor kuat menyebutkan bahwa klub tengah mengincar Adrien Rabiot, Manuel Ugarte, dan Noussair Mazraoui. Kedatangan Rabiot diprediksi akan memperkuat kedalaman lini tengah bersama Bruno Fernandes dan Mason Mount. Sementara itu, Mazraoui diplot untuk mengatasi kelemahan di sektor bek kanan, sekaligus diharapkan mampu membangkitkan performa Antony yang pernah bersinar bersamanya di Ajax. Namun, riwayat cedera panjang Mazraoui menjadi catatan merah yang harus dipertimbangkan matang-matang oleh tim medis MU.
Jika badai cedera tidak lagi menghantui seperti musim lalu dan pergerakan di Bursa Transfer Manchester United berjalan efektif, target untuk kembali menembus zona Liga Champions (Top 4) sangatlah realistis bagi skuad asuhan Erik ten Hag. Sementara untuk berbicara soal perburuan gelar juara Liga Premier Inggris, tampaknya Setan Merah masih tertinggal beberapa langkah di belakang Manchester City dan Arsenal. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.