Tragedi Liverpool Kalah 4 Kali Beruntun ini langsung memicu gelombang kritik tajam dari para pengamat dan fans. Banyak pihak menilai Arne Slot terlalu "kepala batu" dalam meramu taktik dan menentukan starting eleven. Performa sang mega bintang, Mohamed Salah, yang belakangan ini tampil di bawah standar, menjadi sorotan utama. Meski Salah memiliki kontribusi masif dalam membawa gelar juara musim lalu, publik mendesak agar pemain asal Mesir itu sesekali diparkir di bangku cadangan.
"Arne Slot harus berani mencadangkan Salah. Dia memang legenda hidup, tapi dia juga manusia yang permainannya bisa drop. Memberikan kesempatan starter kepada Federico Chiesa dalam dua atau tiga pertandingan beruntun bisa menjadi solusi fair untuk menyegarkan lini depan. Tidak ada pemain yang lebih besar dari klub," tegas sejumlah pengamat sepak bola menanggapi rentetan Liverpool Kalah 4 Kali Beruntun tersebut.
Badai Cedera Bukan Alasan Kekalahan Beruntun
Banyak pihak mencoba memaklumi kemerosotan performa Liverpool dengan dalih badai cedera yang menimpa pemain kunci seperti Luis Diaz. Namun, argumen tersebut dimentahkan oleh fakta bahwa manajemen The Reds telah menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan amunisi baru yang seharusnya memiliki kualitas sepadan. Rotasi pemain yang dilakukan Slot, dengan memasukkan pemain seperti Hugo Ekitike, Florian Wirtz, dan Curtis Jones di pertengahan babak kedua, terbukti gagal mengubah alur pertandingan saat melawan MU.
Di sisi lain, Manchester United justru tampil jauh lebih taktis dan terorganisasi. Bermain dengan transisi formasi 4-4-2 hingga 5-3-2 yang disiplin, skuad Setan Merah sukses meredam setiap agresivitas serangan Liverpool. Jarak antarlini yang rapat membuat skema serangan balik MU berjalan efektif, hingga akhirnya berbuah gol dari tandukan Harry Maguire dan penyelesaian klinis Bryan Mbeumo (yang baru direkrut MU). Andai saja The Red Devils bisa bermain lebih efisien, skor kemenangan mungkin bisa lebih dari 2-0.
Arsenal dan Kejutan Tim Promosi Sunderland
Terpuruknya Liverpool menjadi berkah tersendiri bagi rival-rival mereka di papan atas. Arsenal kini memimpin klasemen dengan keunggulan empat poin atas Bournemouth dan Liverpool, setelah sukses memetik kemenangan tipis 1-0 atas Fulham. Meski striker baru mereka, Viktor Gyokeres, kembali gagal mencatatkan namanya di papan skor, sumbangan gol sundulan dari Leandro Trossard sudah cukup untuk mengamankan tiga poin krusial bagi skuad asuhan Mikel Arteta.
Kejutan lain di Liga Inggris musim ini datang dari tim promosi Sunderland. Mereka terus menunjukkan taringnya dengan menempel ketat di papan atas klasemen, bahkan kini posisi mereka berada di atas Manchester United. Sementara itu, badai pemecatan pelatih mulai memakan korban setelah Nottingham Forest resmi mendepak Ange Postecoglou (yang baru pindah musim ini), buntut kekalahan di kandang saat menjamu Chelsea.
Situasi klasemen yang semakin dinamis ini jelas menjadi alarm bahaya tingkat tinggi bagi Arne Slot. Jika tidak segera menemukan penawar dari kutukan kekalahan beruntun ini, bukan tidak mungkin posisinya di kursi kepelatihan Liverpool akan semakin terancam. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.