Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Hasil Persija vs Borneo FC: Drama Skor 2-2, Roket Fabio Calonego dan Blunder Fatal Andritany Jadi Sorotan Panas!

Muhammad Adib Falih Rifly • Kamis, 5 Maret 2026 | 15:10 WIB

Hasil Persija vs Borneo FC berakhir imbang 2-2! Simak analisis taktik, gol roket Fabio Calonego, hingga kritik pedas untuk blunder Andritany.
Hasil Persija vs Borneo FC berakhir imbang 2-2! Simak analisis taktik, gol roket Fabio Calonego, hingga kritik pedas untuk blunder Andritany.

BLITAR - Pertandingan pekan lanjutan Super League yang mempertemukan dua raksasa, Persija Jakarta dan Borneo FC, berakhir tanpa pemenang. Duel adu taktik yang tersaji di lapangan hijau ini memaksa kedua tim berbagi angka dengan skor akhir imbang 2-2. Meski berakhir seri, laga ini menyisakan segudang catatan evaluasi, mulai dari kecerdasan strategi pressing tinggi hingga kesalahan elementer yang nyaris berakibat fatal.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Macan Kemayoran—julukan Persija—langsung tancap gas. Tim asuhan Mauricio Souza ini menerapkan skema high pressing yang membuat barisan pertahanan Borneo FC kewalahan mengembangkan permainan. Gustavo Almeida menjadi motor penggerak dengan melakukan gerakan melengkung untuk memutus sirkulasi bola antara duet bek tengah Borneo, Komang Teguh dan Santos. Alhasil, Pesut Etam dipaksa bermain di area sempit yang memicu banyak kesalahan umpan.

Strategi Fluiditas dan Dominasi Sayap Kiri

Di atas kertas, Persija tampil dengan formasi 14231. Namun, dalam implementasinya, struktur mereka bertransformasi secara fluid menjadi lima pemain di lini depan saat menyerang. Bruno Tubarau naik membantu serangan di sisi kanan, sementara Alaidin Maxwell dan Doni Tri fokus menggempur sektor kiri. Kombinasi di sayap kiri ini menjadi senjata utama Persija untuk mengeksploitasi pertahanan lawan.

Baca Juga: Jaga Teras Negeri! Kementerian ATR/BPN Perkuat Kedaulatan Pulau Terluar Lewat Sertifikasi Tanah: Warga Merasa Nyaman, NKRI Harga Mati!

Sayangnya, upaya tersebut seringkali membentur tembok kokoh. Bek kiri Borneo FC, Kasambu, tampil sangat disiplin dan solid. Ia menjadi pemain yang paling sulit ditembus sekaligus mampu menjaga emosinya meski terus diprovokasi oleh pergerakan Alano. Ketangguhan Kasambu inilah yang membuat serangan sayap Persija tidak sepenuhnya mematikan sepanjang babak pertama.

Hujan Gol dan Tendangan Roket Fabio Calonego

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Persija Jakarta sempat memimpin melalui skema yang berawal dari lemparan ke dalam (throw-in). Kurangnya konsentrasi lini belakang Borneo FC dimanfaatkan dengan apik oleh barisan depan Macan Kemayoran. Tak berselang lama, Fabio Calonego menggandakan keunggulan lewat sebuah tendangan roket dari luar kotak penalti.

Gol spektakuler Calonego ini seharusnya sudah diantisipasi oleh Borneo, mengingat sang pemain pernah melakukan hal serupa saat melawan Malut. Namun, longgarnya penjagaan membuat Calonego bebas melepaskan tembakan melengkung yang gagal dihalau penjaga gawang Borneo FC. Di sisi lain, Borneo FC tak tinggal diam. Melalui aksi individual Juan Via yang melepaskan tendangan jarak jauh, Borneo berhasil memperkecil ketertinggalan sebelum akhirnya Ihsanul Jikrak menyamakan kedudukan memanfaatkan kemelut di depan gawang.

Baca Juga: Sertifikat Tanah Beralih Elektronik Sesuai Permen ATR Nomor 3 Tahun 2023

Sorotan Tajam untuk Andritany dan Temperamen Alano

Di balik keseruan laga ini, performa kiper senior Persija, Andritany Ardhiyasa, mendapat kritik tajam. Tercatat, Andritany melakukan dua kesalahan elementer saat mencoba membangun serangan dari bawah (build-up). Umpan direct yang ia lepaskan justru jatuh ke kaki pemain lawan seperti Veralta, yang hampir saja berbuah gol bagi Borneo. Dalam sistem sepak bola modern yang menuntut kiper piawai memainkan bola dengan kaki, kesalahan ini dianggap sangat berisiko bagi stabilitas tim.

Selain Andritany, sosok Alano juga menjadi perbincangan. Meski menjadi kunci permainan, gaya bermainnya yang temperamental dinilai bisa menjadi malapetaka bagi Persija, terutama jika mereka berlaga di level Asia. Alano kerap tersulut emosi dalam duel dengan Keherosie, sebuah sikap yang menurut para pengamat harus segera diredam agar tidak merugikan tim dengan akumulasi kartu merah yang tidak perlu.

Secara keseluruhan, hasil Persija vs Borneo FC dengan skor dua sama dianggap sebagai hasil yang paling adil. Kedua tim menunjukkan determinasi tinggi, namun sama-sama kurang klinikal dalam memanfaatkan peluang emas. Bagi Persija, evaluasi fokus penjaga gawang dan kontrol emosi pemain menjadi PR besar, sementara bagi Borneo FC, konsentrasi di menit-menit awal babak kedua perlu ditingkatkan. (*)

Baca Juga: Wujudkan Keadilan Agraria di Serambi Nusantara: Badan Bank Tanah Alokasikan 1.873 Hektar Lahan untuk Warga Penajam Paser Utara!

Editor : Anggi Septian A.P.
#hasil pertandingan #andritany ardhiyasa #fabio calonego #persija #borneo fc