BLITAR – Suhu kompetisi Liga 1 2026 kian memanas, tidak hanya di dalam lapangan tetapi juga di ranah non-teknis. Manajer Borneo FC menyampaikan kekecewaan mendalam terkait perlakuan yang diterima timnya saat hendak melakoni Official Training di Jakarta International Stadium (JIS). Ia mengaku baru menerima surat pembatalan penggunaan lapangan utama hanya 5 menit sebelum masuk stadion dengan alasan perawatan.
"Kami di Borneo selalu memberikan fasilitas terbaik dan lampu stadion yang menyala untuk tim tamu, termasuk Persija. Tapi di sini, kami justru dipersulit. Sepertinya kami 'orang desa' harus banyak belajar dari ibu kota," ujar sang manajer dengan nada sindiran. Drama kian berlanjut setelah hotel tempat menginap skuad Pesut Etam dikabarkan diteror petasan oleh oknum suporter pada dini hari.
Di sisi lain, publik sepak bola Jawa Barat tengah meradang. Kemenangan Persib Bandung atas Persebaya yang sirna di menit akhir disebut sebagai akibat dari kepemimpinan wasit Eko Saputra yang kontroversial. Sorotan tajam mengarah pada status sang pengadil yang diketahui hanya memiliki lisensi C1 (Nasional), bukan lisensi FIFA, padahal memimpin laga big match dengan tensi tinggi.
Beberapa keputusan yang memicu emosi antara lain penalti untuk Bruno Moreira yang dianggap body charge biasa, serta dianulirnya gol Kakang Rudianto. "Laga sebesar ini seharusnya dipimpin oleh wasit berlisensi FIFA yang lebih paham Law of the Game," tulis salah satu ulasan pengamat.
Laga Persebaya vs Persib juga menyisakan perdebatan regulasi terkait pergantian enam pemain yang dilakukan Maung Bandung. Pihak lawan sempat mempertanyakan keabsahan hal tersebut, namun secara literasi regulasi, hal ini dimungkinkan merujuk pada Law of the Game Pasal 47 (edisi 2024-2025) mengenai Concussion Substitution atau pergantian pemain akibat benturan keras di kepala yang berisiko gegar otak.
Dalam laga tersebut, benturan keras antara Federico Barba dan Arif Catur menjadi pemicu aktifnya aturan khusus ini, sehingga kedua tim sebenarnya memiliki jatah tambahan pergantian pemain di luar kuota reguler lima pemain.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.