Penantian panjang Gianluca untuk mengawal gawang Arema FC tampaknya masih harus berlanjut. Meski datang dengan ekspektasi tinggi, kiper berusia 28 tahun itu lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan. Update terkini terkait kondisi skuad Arema FC menunjukkan bahwa Gianluca baru tiga kali masuk dalam Daftar Susunan Pemain (DSP), yakni saat melawan Semen Padang, Persija Jakarta, dan Borneo FC, namun belum sekalipun diturunkan oleh tim pelatih.
Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Santos, angkat bicara mengenai nasib kiper lokal tersebut. Menurutnya, kondisi skuad Arema FC di sektor penjaga gawang sebenarnya sangat kompetitif. Kehadiran Gianluca memberikan fleksibilitas taktik, terutama dalam menyiasati regulasi pemain asing. Namun, kebutuhan strategi di lapangan membuat Lucas Frigeri masih menjadi pilihan utama. Santos menegaskan bahwa kesempatan bagi Gianluca tetap terbuka lebar asalkan sang pemain tetap menjaga mentalitas dan performanya di sesi latihan.
Badai Cedera Jantung Pertahanan
Sayangnya, kabar kurang sedap justru datang dari lini pertahanan. Arema FC sedang mengalami krisis bek tengah yang cukup serius jelang laga krusial melawan Bali United. Hilangnya Walison Maya yang divonis absen setidaknya tiga bulan akibat patah tulang fibula menjadi pukulan telak. Praktis, pilihan di sektor bek tengah kini hanya menyisakan Hansamu Yama, mengingat Anwar Rifai juga masih dalam proses pemulihan cedera MCL.
Situasi darurat ini memaksa Marcos Santos melakukan eksperimen tak biasa. Selama ini, Singo Edan kerap memasang gelandang bertahan seperti Julian Guevara untuk menjadi bek tengah "darurat". Namun, opsi ini semakin terbatas karena Mates Blade juga harus menepi akibat sanksi akumulasi kartu kuning. Krisis ini benar-benar menguji kedalaman skuad Arema dalam menghadapi gempuran Serdadu Tridatu nanti.
Titik Terang dari Kembalinya Pablo Oliveira
Di balik awan mendung cedera pemain, secercah harapan muncul dengan pulihnya gelandang Pablo Oliveira. Kehadiran Pablo di lini tengah diharapkan mampu memberikan ruang bernapas bagi tim pelatih untuk merotasi pemain gelandang lain ke lini belakang. Tim medis Arema FC juga masih memantau perkembangan Betinho yang sempat mengalami cedera leher dan kepala dalam sesi latihan terakhir.
Jika Betinho dan Mates Blade sama-sama absen, poros lini tengah kemungkinan besar akan dipercayakan kepada duet Jayus Hariono dan Samuel Balinsa, dengan dukungan Arkhan Fikri sebagai jenderal lapangan tengah. Marcos Santos dituntut untuk tampil disiplin dan cerdas dalam menyusun taktik yang rasional agar Arema FC tidak kehilangan poin penting di fase krusial putaran kedua ini.
Target finis di lima besar klasemen akhir tetap menjadi prioritas utama manajemen. Aremania kini hanya bisa berharap agar para pemain yang tersedia mampu tampil habis-habisan menutupi lubang yang ditinggalkan para pilar utama. Duel kontra Bali United bukan sekadar laga biasa, melainkan ujian mental bagi Arema FC yang sedang dalam kondisi pincang.
Editor : Anggi Septian A.P.